Viral Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat, Alat Berat Keruk Sungai

Viral Tambang Emas Ilegal di Pasaman Barat, Alat Berat Keruk Sungai

Alat berat beroperasi aliran sungai di Jorong Silagawen Menek, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat. (Foto: Ig pdg24jam)

Langgam.id – Viral video aktivitas tambang emas ilegal di aliran sungai di Jorong Silagawen Menek, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat (Sumbar).

Dalam video yang beredar di media sosial, tampak alat berat atau ekskavator sedang beroperasi mengeruk sungai. Sejumlah panton terlihat mengapung di aliran sungai tersebut.

Ponton atau rakit terapung berguna untuk menyedot serta memisahkan emas dari pasir atau lumpur di sungai.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto mengakui sudah mengetahui video yang beredar di media sosial itu.

“Anggota Satreskrim sudah ke lokasi untuk melakukan penindakan terkait video tersebut,” kata Agung kepada Langgam.id, Minggu (13/9/2026).

Ia mengatakan, pengecekan dilakukan untuk memastikan aktivitas yang terlihat dalam video. Serta menentukan langkah terhadap dugaan kegiatan pertambangan tersebut.

“Secepatnya akan kami informasikan kembali,” singkatnya. (WAN)

Baca Juga

Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Porprov Sumbar Resmi Dihelat Usai Vakum 8 Tahun
Kampus Universitas Fort de Kock Bukittinggi
Breaking News! 8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Jadi Tersangka Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
Gubernur Sumbar Mahyeldi
HUT ke-81 Sumbar, Mahyeldi Ungkap 35 Indikator Pembangunan Masih Perlu Dikebut
Wapres Gibran Tiba di Lokasi Galodo Solok, Tinjau Langsung Sungai Batang Baliang
Wapres Gibran Tiba di Lokasi Galodo Solok, Tinjau Langsung Sungai Batang Baliang
Sisa lumpur galodo di sejumlah rumah warga di Arusoka, Kabupaten Solok, Rabu (23/9/2026)/ Ghafar.
Kalang Kabut Para Pedagang Menyelamatkan Nyawa dari Arus Galodo Solok
Galodo Hantam Kantor Dinas PUPR Kabupaten Solok, 80 Persen Bangunan Rusak
Galodo Hantam Kantor Dinas PUPR Kabupaten Solok, 80 Persen Bangunan Rusak