Usai Ditangkap Warga Agam, Buaya Sepanjang 3 Meter Dilepas Lagi

Usai Ditangkap Warga Agam, Buaya Sepanjang 3 Meter Dilepas Lagi

Warga usai menangkap buaya sepanjang 3 meter (ist)

Langgam.id - Seekor buaya ditangkap warga Nagari Durian Kapeh Darussalam, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam. Buaya muara bernama latin Crocodylus Porosus itu diamankan lantaran berkeliaran di kawasan pemukiman masyarakat.

Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Agam, Ade Putra mengatakan, buaya itu ditangkap pada Rabu (15/5/2019) malam. Buaya tersebut lalu diserahkan ke BKSDA pagi hari Kamis (16/5/2019).

"Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengamatan, satwa yang dilindungi ini diputuskan layak untuk dikembalikan ke habitatnya.
Maka kami lepas liarkan di kawasan perairan muara yang jauh dari pemukiman dan aktivitas masyarakat," kata Ade pada langgam.id, Jumat (17/5/2019).

Ade mengatakan, buaya sepanjang tiga meter itu sampai ke pemukiman warga akibat hujan deras yang memicu meluapnya air sungai yang mengalir di Jorong Durian Kapeh, Nagari Durian Kapeh Darussalam.

Kebiasaan buaya, lanjut Ade, memang berpindah ke hulu saat terjadinya perubahan volume air. Lantaran terus ke hulu, buaya akhirnya sampai ke pemukiman warga di Bendungan Sungai Durian Kapeh.

"Buaya ditangkap saat hendak memangsa itik warga," tutupnya. (*/RC)

Ikuti berita terbaru dan terkini dari Langgam.id. Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

Baca Juga

Hasil Penelitian: Indeks Pencemaran Udara di Kawasan PLTU Teluk Sirih Meningkat
Hasil Penelitian: Indeks Pencemaran Udara di Kawasan PLTU Teluk Sirih Meningkat
Langgam.id - Siang di pertengahan Oktober 2022 terlihat Ira (36), seorang ibu rumah tangga di Jorong Kayu Aro memanen sayur-mayur.
Kelompok Binaan Pabrik Aqua Solok Kembangkan Pertanian Ramah Lingkungan
Berita Padang - berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: KLHK menilai Pemko Padang berhasil mengatasi persoalan lingkungan.
KLHK Nilai Kota Padang Berhasil Atasi Persoalan Lingkungan
Fateta Unand Bersama Komunitas Banang Sahalai Lakukan Pelatihan Pembuatan Eco-enzyme
Fateta Unand Bersama Komunitas Banang Sahalai Lakukan Pelatihan Pembuatan Eco-enzyme
Berita Terbaru dari Sumbar: Kementerian ESDM Rekomendasi Wilayah Pertambangan Mineral, Salah Satunya di Sijunjung
Kementerian ESDM Rekomendasi Wilayah Pertambangan Mineral, Salah Satunya di Sijunjung
Cara Bupati Dharmasraya Jaga Lingkungan, Ikan Larangan hingga Restorasi Lahan Bekas Tambang
Cara Bupati Dharmasraya Jaga Lingkungan, Ikan Larangan hingga Restorasi Lahan Bekas Tambang