Unand – OFA Berkolaborasi Targetkan Lulusan Raih Sertifikat Internasional

Unand - OFA Berkolaborasi Targetkan Lulusan Raih Sertifikat Internasional

Unand - OFA kolaborasi targetkan lulusan bersertifat internasional. (Foto: Humas Unand)

Langgam.id – Universitas Andalas berkolaborasi dengan PT Orbit Future Academy (OFA) yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman MoU pada Rabu (15/2) di ruang Sidang MWA Auditorium Kampus Limau Manis. 

Nota kesepahaman ini ditandatangani langsung  Wakil Rektor I Universitas Andalas Prof. Prof. Dr. Mansyurdin, MS bersama Ira Utari selaku Chief Sales yang disaksikan oleh dr. Nur Afrainin syah, Ph.D, Direktur Pendidikan dan Pembelajaran serta Florance Hadeli selaku Program Director Artificial Intelligence.

Ira Utari mengungkapkan OFA didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup melalui inovasi, pendidikan dan pelatihan keterampilan. “Brand Orbit merupakan kelanjutan dari warisan almarhum Dr. Hasri Ainun Habibie dan almarhum Prof. Dr. Ing. BJ Habibie Presiden ke-3 Republik Indonesia yang menjadi penggerak dalam mendukung perkembangan Pendidikan, Inovasi dan Teknologi di Indonesia,” terangnya.

OFA merupakan inisiatif “Skills-for-Future-Jobs” oleh PT Orbit Ventura Indonesia dengan menyusun dan melokalkan program & kursus internasional untuk meningkatkan dan melatih kembali kaum muda dan tenaga kerja menuju pekerjaan masa depan.

Dikatakannya, OFA menawarkan kursus bersertifikasi industri dalam kecerdasan buatan, kewirausahaan startup, keterampilan pendidik, literasi digital, kecakapan hidup, dan banyak lagi. 

Lebih lanjut, ia menyampaikan program saat ini tersedia untuk usia 12 – 60 tahun dan ditujukan untuk Pencari Kerja dan Pencipta Kerja di masa depan.  Ira juga mengungkapkan OFA merupakan mitra pendidikan Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Ristek, Kementerian Koperasi & UKM dan Kementerian Agama. 

“ini merupakan bentuk kerja sama antara Universitas Andalas dengan PT. Orbit Future Academy dengan target lulusan mendapatkan sertifikat internasional dan langsung bekerja,” ujarnya. 

Sementara  itu,  Prof. Mansyurdin mengungkapkan tingkat pekerjaan, kesesuaian kerja, dan gaji yang didapat oleh mahasiswa dari Program Studi (Prodi) akan dikaji dan menjadi pertimbangan dalam pengembangan kurikulum.

‘’Saat ini transkrip dan IPK bukan lagi menjadi tolak ukur tetapi kemampuan kompetisi, namun soft skill, dan attitude harus di miliki oleh setiap mahasiswa,” ucapnya.

“Mendapatkan pekerjaan dengan masa tunggu <6 bulan dan gaji >kurang dari enam bulan serta gaji 1.2X UMR baik itu di perusahaan swasta, Perusahaan nirlaba, Institusi/organisasi multilateral, Lembaga pemerintah, BUMN, atau BUMD merupakan bagian dari penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi,” ujarnya. (*/FS)

Tag:

Baca Juga

UNES Padang Dorong Inovasi Sala Lauak Bergizi, UMKM Desa Rawang Diperkenalkan Tepung Talas
UNES Padang Dorong Inovasi Sala Lauak Bergizi, UMKM Desa Rawang Diperkenalkan Tepung Talas
Harapan Kebaikan Demokrasi Elektoral Malah Berlabuh pada Ketidakintegritasan
Harapan Kebaikan Demokrasi Elektoral Malah Berlabuh pada Ketidakintegritasan
Luncurkan Program Pemberdayaan UMKM Terdampak Bencana, LAZ Alumni FK UNAND Salurkan Modal Usaha Rp40 Juta
Luncurkan Program Pemberdayaan UMKM Terdampak Bencana, LAZ Alumni FK UNAND Salurkan Modal Usaha Rp40 Juta
Universitas Ekasakti (Unes) Padang Perkenalkan Inovasi Sala Lauak Bergizi Berbahan Tepung Talas Di Desa Rawang
Universitas Ekasakti (Unes) Padang Perkenalkan Inovasi Sala Lauak Bergizi Berbahan Tepung Talas Di Desa Rawang
Pemprov Sumbar menyiapkan anggaran ratusan juta untuk pengadaan barang rumah tangga dan elektronik di rumah dinas gubernur
Bantuan Pusat Dihentikan, Gubernur Mahyeldi Pastikan Pembinaan Atlet Tetap Berjalan
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS
Kecalakaan Pikap Kontra Minibus di Limapuluh Kota, 3 Orang Dilarikan ke RS