Triwulan II 2026: BPS Catat Ekonomi Sumbar Tumbuh 4,54 Persen

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BI mencatat, terjadi perlambatan pertumbuhan perekonomian Sumbar selama delapan tahun terakhir.

Ilustrasi. (Foto: stevepb/pixabay.com)

Langgam.id – Perekonomian Sumatera Barat pada triwulan II 2026 mencatat pertumbuhan sebesar 4,54 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y). Sementara dibandingkan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi Sumbar tumbuh 1,08 persen, dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp95,50 triliun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan ekonomi daerah tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian nasional.

“Ekonomi Sumatera Barat pada triwulan II 2026 tumbuh 4,54 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara secara kuartalan tumbuh 1,08 persen. Secara kumulatif semester I 2026, ekonomi Sumbar tumbuh 4,77 persen,” kata Nurul Hasanudin dalam rilis BPS, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, PDRB Sumbar pada triwulan II 2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp95,50 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp54,06 triliun.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan tahunan tertinggi dicatat sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 17,57 persen. Selanjutnya administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 8,95 persen, pengadaan listrik dan gas 8,69 persen, serta jasa kesehatan dan kegiatan sosial 7,99 persen.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang menjadi tulang punggung perekonomian Sumbar tetap tumbuh 5,38 persen. Adapun sektor perdagangan besar dan eceran tumbuh 4,94 persen, konstruksi naik 5,98 persen, sedangkan transportasi dan pergudangan mengalami kontraksi 0,45 persen.

“Struktur ekonomi Sumatera Barat masih didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi 21,98 persen terhadap PDRB. Setelah itu perdagangan besar dan eceran sebesar 16,50 persen, transportasi dan pergudangan 10,57 persen, konstruksi 9,20 persen, serta industri pengolahan 8,28 persen,” ujar Nurul.

Kelima sektor tersebut menyumbang 66,53 persen terhadap total perekonomian Sumatera Barat.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi secara tahunan terutama ditopang oleh ekspor barang dan jasa yang melonjak 36,73 persen. Selain itu, konsumsi pemerintah tumbuh 9,84 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) naik 7,03 persen, konsumsi lembaga non-profit rumah tangga (LNPRT) meningkat 3,97 persen, dan konsumsi rumah tangga tumbuh 2,52 persen.

Namun, komponen impor barang dan jasa juga meningkat sangat tinggi, yakni 142,37 persen. Dalam penghitungan PDRB, impor merupakan komponen pengurang sehingga kenaikannya turut memengaruhi besaran pertumbuhan ekonomi.

Secara spasial di Pulau Sumatera, pertumbuhan ekonomi Sumbar sebesar 4,54 persen menempatkan provinsi ini di posisi kedelapan. Pertumbuhan tertinggi dicatat Kepulauan Riau sebesar 6,99 persen, disusul Lampung 5,29 persen, Sumatera Selatan 5,20 persen, Bengkulu 5,11 persen, Sumatera Utara 5,06 persen, Aceh 4,86 persen, dan Riau 4,75 persen.

Meski demikian, Sumatera Barat masih memberikan kontribusi sebesar 6,55 persen terhadap total perekonomian Pulau Sumatera. (HER)

Baca Juga

Ekonomi Sumbar 2019 Terburuk
Kejar Pertumbuhan 7 Persen, Ekonom UNAND Sebut Sumbar Butuh Tambahan Investasi Rp50 Triliun per Tahun
Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak
Ekonomi Sumbar Pascabencana Bergeliat, Pasar Rakyat hingga UMKM Kembali Bergerak
Pemko Pariaman akan menggelar iven pariwisata Pariaman Barayo 2025 pada 1-7 April mendatang. Pariaman Barayo merupakan salah iven
Momen Lebaran Selamatkan Ekonomi Sumbar, Triwulan I Tumbuh 5,02 Persen
Triwulan IV 2025: BPS Catat Ekonomi Sumbar Hanya Tumbuh 1,69 Persen
Triwulan IV 2025: BPS Catat Ekonomi Sumbar Hanya Tumbuh 1,69 Persen
Ekonomi Sumbar Melambat di Tengah Maraknya PETI, Ulul Azmi: Ini Bukan Tambang Rakyat, Ini Kapitalisme Sempit
Ekonomi Sumbar Melambat di Tengah Maraknya PETI, Ulul Azmi: Ini Bukan Tambang Rakyat, Ini Kapitalisme Sempit
Berita Padang  – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Masalah kemiskinan di Sumbar disebabkan karena maraknya masyarakat yang menggadaikan tanahnya. 
Tanggapi Soal Gini Rasio dan Kemiskinan Sumbar Rendah, Ekonom: Jangan-jangan Kita Memang Merata Miskin