Triwulan I 2026, Perusahaan Pembiayaan di Sumbar Salurkan Pinjaman Rp5,96 Triliun

Pinjol ilegal

Ilustrasi pinjaman online [ist]

Langgam.id – Industri perusahaan pembiayaan di Sumatera Barat mencatatkan pertumbuhan positif pada triwulan I 2026. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp5,96 triliun atau tumbuh 6,26 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengatakan kinerja tersebut menunjukkan sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), khususnya perusahaan pembiayaan, masih mampu menjaga pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi.

“Pertumbuhan industri perusahaan pembiayaan pada posisi Maret 2026 masih positif. Total pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp5,96 triliun atau tumbuh 6,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Roni dalam keterangan resmi OJK, dikutip Kamis (2/7/2026).

Selain mencatat pertumbuhan penyaluran pembiayaan, kualitas pembiayaan juga tetap terjaga. Hal itu tercermin dari rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) yang berada di level 2,37 persen, lebih rendah dibandingkan posisi pada periode yang sama tahun lalu.

Menurut Roni, kondisi tersebut menunjukkan perusahaan pembiayaan di Sumbar tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi sekaligus menjaga kualitas aset di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi daerah.

Secara umum, sektor jasa keuangan di Sumatera Barat pada triwulan I 2026 juga menunjukkan kinerja yang solid. Hal itu sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sumbar yang mencapai 5,02 persen secara tahunan.

Di sektor perbankan, total aset mencapai Rp86,74 triliun atau tumbuh 3,77 persen. Penyaluran kredit dan pembiayaan tercatat sebesar Rp75,50 triliun atau meningkat 2,98 persen, sedangkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp62,92 triliun atau tumbuh 9,24 persen.

Sementara itu, sejumlah sektor IKNB lainnya juga membukukan kinerja positif. Dana pensiun mencatat total aset Rp2,79 triliun atau tumbuh 8,78 persen, perusahaan penjaminan yang berkantor pusat di Sumbar memiliki total aset Rp443,03 miliar atau meningkat 0,84 persen, sedangkan lembaga keuangan mikro mencatat total aset Rp6,98 miliar atau tumbuh 2,19 persen.

Roni menegaskan, secara keseluruhan sektor jasa keuangan di Sumatera Barat tetap sehat dan menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk melalui peningkatan akses pembiayaan bagi masyarakat dan dunia usaha. (HER)

Baca Juga

Polda sumbar, anggota brimob
3 Fakta Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Polwan Polda Sumbar, Pelaku Atasan Korban
Kapolda Sumbar Buka Turnamen Tenis Eksekutif HUT ke-80 Bhayangkara
Kapolda Sumbar Buka Turnamen Tenis Eksekutif HUT ke-80 Bhayangkara
Para pelajar yang ditangkap Polres Pesisir Selatan. (Dok. Polres Pesisir Selatan)
Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Ganja di Pesisir Selatan, Empat Pelajar Diciduk
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Inisiasi Konsep Touring MBI Medan, Padukan Promosi Wisata dan Aksi Sosial
Gubernur Mahyeldi Apresiasi Inisiasi Konsep Touring MBI Medan, Padukan Promosi Wisata dan Aksi Sosial
Cara Wagub Vasko Hidupkan Lagi Taman Budaya Padang
Cara Wagub Vasko Hidupkan Lagi Taman Budaya Padang
polda sumbar
Kronologi Perwira AKBP Polda Sumbar Diduga Pelecehan Seksual ke Polwan di Ruang Kerja