TNI AD Bangun Jembatan Armco di Salimpauang

TNI AD sudah memasang lima jembatan bailey di Tanah Datar. Pemasangan ini dilakukan karena jembatan sebelumnya diterjang banjir bandang

Kondisi jembatan bailey yang sudah selesai dikerjakan di Tanah Datar. [foto: Kominfo Tanah Datar]

Langgam.id – Akses utama yang menghubungkan Jorong Salimpauang, Nagari Malalak Utara menuju Malalak Barat, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, kembali tersambung. 

Pemulihan ini terwujud setelah TNI AD membangun jembatan Armco, menggantikan jembatan sebelumnya yang diterjang bencana banjir bandang Desember 2025 lalu.

Bencana itu sempat memutus total jalur penghubung antar wilayah, membuat aktivitas masyarakat lumpuh. Demi tetap beraktivitas, warga terpaksa membangun jembatan darurat dengan kondisi seadanya dan berisiko tinggi terhadap keselamatan.

Menyadari vitalnya keberadaan jembatan sebagai urat nadi kehidupan masyarakat, TNI AD bergerak cepat membangun jembatan Armco agar akses darat kembali normal. 

Kehadiran jembatan ini tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga memastikan anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan dengan aman.

Danrem 032/Wira Braja, Brigjen TNI Machfud saat meresmikan jembatan Armco itu, Jumat (16/1) mengatakan, akses darat yang terputus akibat bencana di Sumatera Barat, khususnya di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, secara bertahap mulai terhubung kembali.

“Di Kabupaten Agam ada tiga jembatan yang sama. Insyaallah, dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan semuanya dapat dituntaskan,” ujarnya.

Brigjen TNI Machfud menegaskan, upaya ini merupakan bentuk perhatian langsung Presiden RI, Prabowo Subianto kepada masyarakat terdampak bencana. Atas perintah Presiden juga, TNI dan Polri bahu membahu melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Dalam waktu dekat, kita juga akan membangun sekitar 62 unit jembatan gantung yang tersebar di 10 daerah wilayah Kodim. Selain itu, saat ini juga sedang berproses pembangunan sembilan jembatan Bailey,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, yang juga ikut meresmikan jembatan Armco menjelaskan, Kecamatan Malalak merupakan salah satu wilayah dengan kerusakan infrastruktur cukup parah akibat bencana Desember lalu.

“Alhamdulillah, secara bertahap kerusakan mulai teratasi. Salah satunya melalui pembangunan jembatan Armco oleh TNI AD. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara bagi warga yang terdampak,” katanya.

Dia menambahkan, sebelum jembatan Armco dibangun, masyarakat hanya mengandalkan jembatan darurat untuk beraktivitas sehari-hari. Kini, warga tidak lagi harus mempertaruhkan keselamatan.

“Dengan terbangunnya jembatan ini, akses kembali normal dan warga dapat beraktivitas seperti sediakala. Terima kasih kepada TNI AD yang telah menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat,” tutupnya. (*/Yh)

Baca Juga

Kasus dugaan korupsi pengadaan alat laboratrium Universitas Andalas (Unand) menimbulkan kerugian negara mencapai Rp3,571 miliar
MMB Unand Raih Akreditasi Pertama, Langkah Awal Membangun Ilmu Kebencanaan yang Relevan
Mendagri Muhammad Tito Karnavian mengumpulkan kepala daerah se-Sumatra Barat pada Selasa (13/1/2026) di Auditorium Gubernur Sumbar.
4 Daerah di Sumbar Masih Butuh Perhatian Lebih dalam Percepatan Pemulihan Pascabencana
Warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih merasakan dampak berat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah
Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai Batang Kuranji Pascabencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
AMSI menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda berbagai wilayah
Kerugian Pascabencana di Agam Capai Rp7,99 Triliun
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia