Langgam.id — Rencana pembangunan terowongan sepanjang sekitar 5,8 kilometer pada ruas Jalan Tol Padang-Pekanbaru menjadi salah satu proyek infrastruktur paling ambisius yang akan dibangun di Sumatera Barat. Menyikapi proyek tersebut, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menilai kehadiran Pusat Studi Terowongan dan Infrastruktur Bawah Tanah (PUSTROIB) di Universitas Andalas menjadi kebutuhan penting untuk mendukung pengembangan teknologi, riset, dan sumber daya manusia di bidang konstruksi terowongan.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat menghadiri peresmian PUSTROIB di Convention Hall Universitas Andalas, Limau Manis, Padang, Jumat (5/6/2026).
Menurut Mahyeldi, pembangunan ruas Tol Sicincin-Bukittinggi yang merupakan bagian dari Jalan Tol Padang-Pekanbaru akan menghadapi tantangan besar karena melintasi kawasan pegunungan, lembah, dan hutan lindung. Salah satu pekerjaan utama dalam proyek tersebut adalah pembangunan dua terowongan dengan total panjang sekitar 5,85 kilometer.
“Pendirian PUSTROIB merupakan langkah yang sangat visioner. Sumatera Barat membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur yang semakin kompleks di masa depan,” kata Mahyeldi.
Ia mengatakan, proyek pembangunan terowongan tersebut membutuhkan dukungan riset dan inovasi yang kuat agar pelaksanaannya berjalan efektif, aman, dan berkelanjutan. Karena itu, keberadaan pusat studi terowongan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Mahyeldi berharap Sumatera Barat tidak hanya menjadi lokasi pembangunan proyek strategis nasional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia.
“Kami berharap Sumatera Barat tidak hanya menjadi tempat pembangunan infrastruktur strategis nasional, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberikan manfaat lebih luas,” ujarnya.
Menurut Mahyeldi, pembangunan terowongan sebenarnya bukan hal baru bagi Sumatera Barat. Sejumlah jalur transportasi yang dibangun sejak masa kolonial telah memanfaatkan teknologi terowongan. Namun, perkembangan teknologi konstruksi yang semakin maju menuntut adanya lembaga yang secara khusus mengembangkan kajian dan penelitian di bidang tersebut.
Ketua Ikatan Alumni Universitas Andalas yang juga Komisaris Utama PT Hutama Karya, Denny Abdi, mengatakan pembangunan terowongan pada ruas Sicincin-Bukittinggi akan menjadi salah satu proyek terowongan jalan tol terpanjang di Indonesia.
“Pusat Studi Terowongan ini menjadi yang pertama di Indonesia. Kehadirannya sangat penting karena pada ruas Sicincin-Bukittinggi akan dibangun terowongan sepanjang sekitar 5,8 kilometer yang menjadi salah satu terpanjang di Indonesia,” kata Denny.
Ia menambahkan, keberadaan PUSTROIB diharapkan mampu menghasilkan tenaga ahli, riset, dan inovasi yang dapat mendukung berbagai proyek pembangunan terowongan dan infrastruktur bawah tanah di Indonesia.
Peresmian PUSTROIB dilakukan bersamaan dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Andalas dan PT Hutama Karya terkait kerja sama Tridarma Perguruan Tinggi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan bisnis. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi langkah awal penguatan ekosistem riset dan teknologi konstruksi terowongan nasional yang berbasis di Sumatera Barat. (HER)






