Tekan Angka Positif Covid-19 di Sumbar, Masyarakat Harus Patuhi PSBB

PSBB Sumbar Jilid 3

Ilustrasi PSBB Sumbar. (Syafii/Langgam.id)

Langgam.id – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengimbau dan mengajak semua masyarakat untuk mematuhi semua protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah. Hal ini demi keselamatan dan mencegah penyebaran virus corona (covid-19).

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumbar Jasman Rizal mengatakan masyarat harus memakai masker jika terpaksa ke luar rumah untuk membeli makanan pokok, berobat dan keperluan mendesak lainnya. Apalagi, saat ini juga sudah diterapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Setiap orang diminta tetap menjaga jarak, rajin cuci tangan dan yang terpenting tetaplah di rumah,” katanya, Rabu (29/4/2020).

Dengan mematuhi semua protokol kesehatan diharapkan prediksi tim pakar epidemiologi Universitas Andalas (Unand) Padang dapat dicegah. Sebelumnya, mereka memprediksi bahwa minggu ketiga bulan Mei 2020 masyarakat Sumbar yang terinfeksi covid-19 bisa mencapai angka 350 orangan.

“Angka dan prediksi ini bisa ditekan, jika di saat PSBB ini kita laksanakan dan kita patuhi sesuai aturan. Tapi kalau tidak juga mematuhinya, maka prediksi tim pakar tersebut akan sangat bisa terjadi dan kemungkinan bisa lebih dari jumlah tersebut,” katanya.

Ia mengajak semua pihak bersama melawan penyebaran virus covid-19 dengan berprinsip tetap di rumah saja dan jika harus keluar rumah tetaplah patuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Mari kita semua berdoa, semoga wabah pandemik covid-19 segera berakhir,” ujarnya.

Hingga saat ini, total warga Sumbar yang positif terinfeksi covid-19 adalah 145 orang. Kemudian meninggal dunia 15 orang, sembuh 24 orang, isolasi mandiri di rumah 38 orang dan di pusat karantina Provinsi Sumbar 26 orang. (Rahmadi/ICA)

Baca Juga

Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Pakar Hukum Tegaskan Pelaku VCS Bupati Limapuluh Kota Tak Bisa Restorative Justice Meski Dimaafkan
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Safni Editan, Pakar Hukum: Harus Uji Digital Forensik, Tak Bisa Pengakuan Pelaku Saja
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Pembuat Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Ternyata Narapidana di Jambi, Polisi Malah Upayakan RJ
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Tanpa Libatkan Pakar, Polisi Sebut Rekaman VCS Bupati Limapuluh Kota Safni Hasil Editan
Djangan sekali-kali meninggalkan sedjarah! Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sedjarahnya sendiri. Dari sedjarah
Gala Adat dan Pertaruhan Marwah
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar
Profil Riki Chandra, Alumni Komunikasi Penyiaran Islam UIN IB yang Jadi Anggota KPID Sumbar