Tangis Nenek Renowati Kala Kenang Jasa Fakhrizal yang Perjuangkan Tanah Warisannya

Langgam.id – Renowati tak kuasa menahan air matanya, kala mengenang jasa Fakhrizal. Kala itu, tanpa bantuan mantan Kapolda Sumbar, mungkin tanah tanah warisnya seluas kurang lebih 3,5 hektare tak akan kembali ke tangan Renowati.

Saat ditemui Sabtu (21/11/2020), nenek 70 tahun ini kini telah berkursi roda. Wajahnya keriput dan kian kurus. Renowati merupakan warga RT 2 RW 3, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang.

Pensiunan Guru tersebut menceritakan awal mula tanah warisnya memiliki dua sertifikat. Sebelumnya, Renowati mengetahui waktu itu ada yang mengukur tanah di atas rumah ditempatinya.

“Padahal saya tak pernah berurusan dengan BPN untuk mengukur dan menjual tanah. Buat apa saya menjual rumah yang dari dulu saya tempati dari orang tua,” katanya.

Sertifikat yang asli ditangan Renowati bernomor 514, sedangkan yang palsu bernomor 2106 sama-sama dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN). Saat ia dan keluarganya mencoba mengkonfirmasi ke pihak BPN tanah warisnya memiliki sertifikat ganda, alasannya karena ada laporan sertifikat aslinya hilang.

Kemudian BPN menyarankannya untuk melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib. Ingin mendapatkan keadilan, Renowati melaporkan hal tersebut ke Polsek Kuranji namun tidak jelas kelanjutannya.

Renowati menegaskan banyak kerancuan dalam sertifikat yang dipalsukan itu. Misalnya pada saksi penunjuk batasnya yang telah meninggal namun sertifikat diterbitkan.

Akhirnya, ia mengetahui siapa dalang dibalik pemalsuan sertifikat tersebut yang tak lain merupakan masih satu kaumnya. Kemudian Renowati melakukan upaya mediasi dengan mengumpulkan Penghulu Kaum Suku Chaniago, namun tidak menemukan jalan keluar.

Harapan Renowati untuk kembali memiliki haknya menemui jalan buntu. Bahkan sebagian dari tanah tersebut sudah ada yang dijual.

Kemudian, pada Januari 2018, ia bertemu dengan Raventur. N. Merasa tergugah, Raventur melaporkan kejadian tersebut ke Kapolda Sumbar waktu itu yakni Irjen Pol Fakhrizal. Fakhrizal waktu itu menjawab, ini orang susah mari kita bantu memiliki kembali haknya.

Atas bantuan Fakhrizal, jalan terang keadilan kembali ditemui Renowati, kasusnya diproses ke Kejaksaan di tahun 2018, dan memenangkan persidangan di tahun 2019. Kemudian, pihak tergugat kembali mengajukan banding. Hasil sidang banding Renowati kembali menang. Hasil putusan dikembalikan kepadanya sebagai saksi.

“Yang jadi lawan itu masih satu kaum dengan kami, ia menjual sebagian tanah ke orang-orang tertentu. Awal terbongkarnya saat ada yang mengukur tanah di rumah yang saya tempati, padahal tidak dijual sama sekali,” katanya.

“Yang memalsukan, sudah dipenjara saat ini. Dalam proses peradilan saya pernah ditawarkan uang, namun saya tidak mau. Kini sertifikat itu baik yang asli dan yang palsu di tangan saya, yang diterima Senin (27/4/2020) lalu,” sambungnya.

Dengan berlinang air mata, dan tidak menyangka bisa menyelesaikan kasus tanah haknya. “Jika bukan bantuan pak Fakhrizal belum tentu ini akan selesai,” tuturnya.

Renowati mendoakan Fakhrizal bisa memenangkan kontestasi politik pemilihan gubernur Sumbar. “Saya doakan pak Fakhrizal menang, beliau orang baik, penolong kaum yang lemah seperti saya,” tuturnya. (*)

Tag:

Baca Juga

Langgam.id-Adel Wahidi
Ombudsman Sumbar Kawal Audit Internal RSUP M Djamil Padang Buntut Balita Meninggal Diduga Kelalaian Medis
RSUP M Djamil Padang
Pakar Hukum Kesehatan Soroti Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Sebut Potensi Kelalaian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre