Tanggul Sungai Batang Sianok Agam Dianggarkan Rp1,9 Miliar

Tanggul Sungai Batang Sianok Agam Dianggarkan Rp1,9 Miliar

Pengerjaan tanggul sungai Batang Sianok di Kabupaten Agam. (FOTO: Time Media Satgas PRR)

Langgam.id – Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Provinsi Sumatera Barat mengalokasikan anggaran Rp1,9 miliar untuk pembangunan tanggul Sungai Batang Sianok di Jorong Pahambatan, Nagari Balingka, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam.

Proyek ini menjadi bagian dari penanganan infrastruktur sumber daya air pascabencana hidrometeorologi di Sumatera Barat.

Kepala Dinas SDABK Sumbar, Rifda Suriani, mengatakan pemerintah provinsi mendapat tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp534,98 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp195,1 miliar dialokasikan untuk membiayai 75 kegiatan di sektor sumber daya air, termasuk pembangunan tanggul sungai dan rehabilitasi jaringan irigasi.

“Tambahan dana ini kita arahkan mulai dari pembangunan tanggul sungai, pengamanan pantai, pemeliharaan alur sungai, hingga rehabilitasi jaringan irigasi dan bendung yang rusak,” kata Rifda, Selasa (20/10/2026).

Dari total anggaran sektor sumber daya air tersebut, Rp115,34 miliar dialokasikan untuk kelompok kegiatan bidang sungai dan pengamanan pantai. Anggaran itu mencakup pembangunan tanggul sungai sebesar Rp106,88 miliar, pengamanan pantai Rp6,73 miliar, pemeliharaan sungai Rp933,13 juta, serta kegiatan pendukung lainnya.

Sementara itu, bidang irigasi mendapat alokasi Rp49,60 miliar, terdiri atas Rp41,52 miliar untuk rehabilitasi jaringan irigasi permukaan dan Rp7,95 miliar untuk rehabilitasi bendung irigasi.

Salah satu program yang turut dilaksanakan adalah rehabilitasi Irigasi Batang Sianok di Kabupaten Agam dengan anggaran Rp3 miliar untuk penanganan sepanjang 1.628,01 meter.

“Kita terus mengawal agar seluruh proses pengadaan berjalan sesuai ketentuan dan pengerjaannya tuntas tepat sasaran demi membantu masyarakat,” ujarnya.

Progres Pembangunan Tanggul Batang Sianok 30 Persen

Pembangunan tanggul Sungai Batang Sianok di Nagari Balingka memiliki peran penting dalam mengurangi risiko luapan sungai yang selama ini mengancam lahan pertanian dan kawasan permukiman warga.

Wali Nagari Balingka, Aljumpati Agus, mengatakan luapan sungai saat hujan deras di kawasan hulu telah menyebabkan kerusakan lebih dari 15 hektare sawah produktif milik masyarakat.

“Pembangunan tanggul ini sangat mendesak bagi masyarakat Balingka. Sebab, kalau curah hujan di hulu sedang tinggi dan air Batang Sianok membesar, alirannya meluap sampai menghantam area persawahan warga. Sudah lebih dari 15 hektare lahan sawah produktif yang rusak karena sebelumnya belum ada tanggul penahan air di titik ini,” kata Aljumpati.

Menurutnya, pembangunan tanggul di dekat Kantor Camat IV Koto, Jorong Pahambatan, diharapkan dapat melindungi lahan pertanian sekaligus mengurangi dampak banjir terhadap kehidupan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan di lokasi pada Selasa (20/10/2026), progres fisik pembangunan tanggul telah mencapai sekitar 30 persen. Proyek senilai Rp1,9 miliar itu dikerjakan oleh CV Sapta Karya dengan pengawasan teknis dari PT Abata Rencana Karya Nusa.

Direktur CV Sapta Karya, Andi, mengatakan tanggul tersebut dirancang dengan lebar permukaan sekitar 10 meter. Selain berfungsi menahan luapan air sungai, bagian tepian tanggul juga dilengkapi jalan akses untuk mendukung mobilitas warga dan pemeliharaan sungai.

“Pembangunan Tanggul Sungai Batang Sianok ini dirancang dengan lebar permukaan sekitar 10 meter. Selain fungsi utamanya sebagai penahan luapan air sungai, di sepanjang tepian tanggul ini juga kita bangun jalan akses untuk mobilitas warga dan perawatan alur sungai,” kata Andi.

Untuk mempercepat pengerjaan, kontraktor mengerahkan sekitar 40 tenaga kerja. Pembangunan tanggul ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Selain pembangunan tanggul di Jorong Pahambatan, saat ini juga berlangsung pekerjaan jaringan irigasi di Jorong Koto Hilalang, Nagari Balingka. Kedua pekerjaan tersebut diharapkan dapat mendukung perlindungan lahan pertanian dan keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga

Tangani 7 Titik Rawan Longsor, Progres Perbaikan Jalan Manggopoh-Padang Luar Capai 40 Persen
Tangani 7 Titik Rawan Longsor, Progres Perbaikan Jalan Manggopoh-Padang Luar Capai 40 Persen
Kadis SDABK Sumbar: Rp115,34 Miliar TKD Tambahan untuk Pengaman Sungai dan Pantai
Kadis SDABK Sumbar: Rp115,34 Miliar TKD Tambahan untuk Pengaman Sungai dan Pantai
PUPR Padang Catat Realisasi Anggaran TKD Tambahan 33 Persen, Capai Rp69 Miliar
PUPR Padang Catat Realisasi Anggaran TKD Tambahan 33 Persen, Capai Rp69 Miliar
Pascabencana Padang
Pengendalian Banjir Kota Padang, Cekdam Dibangun di Batang Kuranji dan Air Dingin
Batang Kuranji Pascab
Batang Kuranji Mulai Pulih Pascabencana: Penyintas Banjir Batu Busuk Padang Berjuang Kembali Bangkit
Jembatan Bukik Batabuah Dibangun Tanpa Pilar Tengah, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Jembatan Bukik Batabuah Dibangun Tanpa Pilar Tengah, Ditargetkan Rampung Desember 2026