Tangani 7 Titik Rawan Longsor, Progres Perbaikan Jalan Manggopoh-Padang Luar Capai 40 Persen

Tangani 7 Titik Rawan Longsor, Progres Perbaikan Jalan Manggopoh-Padang Luar Capai 40 Persen

Pengerjaan jalan Manggopoh-Padang Luar. (FOTO: Tim Media Satgas PRR)

Langgam.id – Perbaikan Jalan Provinsi Manggopoh-Padang Luar di Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus dikebut. Hingga pertengahan Oktober 2026, progres fisik proyek senilai Rp13,8 miliar tersebut mencapai sekitar 40 persen.

Proyek rehabilitasi ini menangani tujuh segmen jalan rawan longsor untuk memulihkan konektivitas Lubuk Basung-Bukittinggi. Pekerjaan ditargetkan rampung pada 31 Desember 2026.

Engineer Pelaksana PT Pandora Energi Persada, Redi, mengatakan penanganan dilakukan sesuai kondisi kerusakan pada setiap segmen, mulai dari perbaikan badan jalan, relokasi trase, pemangkasan tebing, pembangunan dinding penahan tanah, hingga pemasangan bronjong.

“Pekerjaan rehabilitasi jalan di Nagari Sungai Landia ini mencakup total tujuh segmen rawan longsor sepanjang koridor perbatasan Kecamatan Matur hingga batas Nagari Sungai Landia menuju Simpang Balingka,” kata Redi saat ditemui di lokasi proyek, Senin (19/10/2026).

Salah satu titik dengan tingkat kesulitan tinggi berada di segmen kedua, tepatnya pada kilometer 158+175 hingga kilometer 158+425. Kondisi tanah lempung bercadas membuat lereng di kawasan tersebut rentan longsor berulang, terutama saat hujan deras.

Di lokasi itu, kontraktor melakukan pemindahan trase jalan menjauhi jurang, pemangkasan tebing, pembangunan dinding penahan tanah, pembuatan saluran air, proteksi batuan, hingga pengaspalan kembali.

Sementara itu, segmen pertama ditangani melalui perbaikan struktur badan jalan dan pemasangan bronjong. Segmen ketiga dan keempat difokuskan pada relokasi trase serta stabilisasi tebing.

Pada segmen kelima, pekerjaan berupa pemasangan bronjong untuk memperkuat badan jalan yang terban ke jurang. Segmen keenam mencakup relokasi trase dan pengaspalan, sedangkan segmen ketujuh difokuskan pada penguatan bahu jalan menuju Simpang Balingka.

“Untuk area relokasi, badan jalan dibuka seluas 6 meter dengan bahu jalan masing-masing 1 meter di kiri-kanan, serta saluran gendong selebar 1,6 meter di sisi lereng,” ujar Redi.

Menurutnya, saluran gendong berfungsi mengendalikan limpasan air dari lereng agar tidak langsung menggerus badan jalan. Penanganan tersebut diharapkan memperkuat konstruksi jalan sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat hujan deras.

Dalam pengerjaannya, PT Pandora Energi Persada mengerahkan sekitar 40 tenaga kerja, empat ekskavator, satu wheel loader, satu motor grader, satu vibro roller, serta tiga dump truck.

Pekerjaan berlangsung setiap hari sejak pagi hingga pukul 17.00 WIB. Selama proses pengerjaan, arus lalu lintas di sekitar lokasi diberlakukan sistem buka-tutup secara terbatas agar kendaraan tetap bisa melintas.

“Kami optimistis saat tuntas 100 persen nanti, arus lalu lintas Lubuk Basung-Bukittinggi akan kembali lancar dan aman dari potensi bencana,” katanya.

Anggaran Pemulihan Pascabencana Rp13,8 Miliar

Rehabilitasi Jalan Manggopoh-Padang Luar Paket 2 di Sungai Landia merupakan bagian dari program pemulihan infrastruktur pascabencana yang didanai melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tambahan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Nilai kontrak proyek mencapai Rp13.835.862.978 atau sekitar Rp13,8 miliar. Pekerjaan dimulai pada 22 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada akhir Desember mendatang.

Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat, Armizoprades, mengatakan pemerintah provinsi terus mempercepat pemulihan infrastruktur dengan memanfaatkan tambahan alokasi TKD sebesar Rp534,98 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp258,45 miliar dikelola melalui Dinas BMCKTR untuk membiayai 18 program strategis infrastruktur dasar.

Hingga 19 Oktober 2026, realisasi fisik keseluruhan program tersebut mencapai 51,19 persen, sedangkan realisasi keuangan tercatat 33,28 persen.

“Kami sangat optimistis seluruh paket pekerjaan dapat dituntaskan 100 persen sesuai target pada Desember 2026,” kata Armizoprades.

Ia menyebut anggaran tersebut dialokasikan untuk sejumlah pekerjaan, di antaranya rehabilitasi jalan provinsi sebesar Rp104,39 miliar, rekonstruksi jalan Rp49,03 miliar, penggantian jembatan Rp28,68 miliar, pembangunan jembatan Rp26,73 miliar, pengadaan jembatan Bailey Rp14,20 miliar, serta pemeliharaan rutin jalan Rp15,85 miliar.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas BMCKTR Sumbar, Elfiandi Ibrahim, menambahkan program penanganan jalan dan jembatan melalui alokasi TKD Tambahan dan APBD mencakup sekitar 31 paket pekerjaan yang tersebar di sejumlah wilayah.

Khusus sektor Bina Marga melalui alokasi TKD Tambahan, anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp243,91 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan sepanjang 22,90 kilometer, menangani 48 titik jalan terban atau longsor, serta membangun empat jembatan Bailey dan tiga jembatan komposit permanen.

Di Kabupaten Agam, selain rehabilitasi Jalan Manggopoh-Padang Luar Paket 2 di Sungai Landia senilai Rp13,8 miliar, terdapat rehabilitasi Paket 1 senilai Rp6,1 miliar dan penggantian jembatan pada ruas Tiku-Sasak senilai Rp8,1 miliar.

Sementara itu, penanganan titik longsoran dan jalan terban di kawasan Panorama Sungai Landia akan diajukan melalui skema pendanaan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) lanjutan.

Pulihkan Akses Warga dan Pariwisata

Camat IV Koto, Subchan, mengatakan terputusnya jalur provinsi Lubuk Basung-Bukittinggi akibat longsor sebelumnya berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.

Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Agam dengan Bukittinggi, termasuk kawasan wisata Puncak Lawang dan Danau Maninjau.

“Perbaikan berkualitas tinggi ini sangat penting untuk memulihkan mobilitas publik dan mengantisipasi bencana berulang di masa depan,” ujarnya.

Wali Nagari Sungai Landia, Refli Suhemi, mengatakan perbaikan jalan mulai memulihkan mobilitas masyarakat, termasuk akses anak-anak menuju sekolah dan keterhubungan sejumlah jorong yang sebelumnya sempat terisolasi.

Namun, ia berharap pemulihan juga menyentuh kerusakan sungai akibat banjir bandang. Dari sekitar tiga kilometer alur sungai di nagari tersebut yang rusak akibat banjir bandang, baru sekitar 300 hingga 500 meter yang tersentuh penanganan.

Warga Sungai Landia, Sujaah (82), juga berharap pembangunan penahan tebing dan saluran air dapat mengurangi ancaman longsor yang selama ini membayangi permukiman mereka.

“Kami warga di sini sangat bersyukur sekali dengan adanya pembangunan penahan tebing dan saluran air ini. Sebelum dinding ini dibangun, air hujan dari atas bukit tidak ada penahannya dan langsung turun ke bawah menghantam rumah hingga terjadi longsor berulang,” katanya.

Ia mengungkapkan, warga kerap merasa takut bertahan di rumah ketika hujan deras turun karena khawatir tertimbun longsor.

“Kami berharap setelah penahanan tebing ini selesai, tidak ada lagi longsor. Apalagi jalan ini jalur ramai kendaraan logistik dan pariwisata Bukittinggi-Lubuk Basung, jadi memang harus segera rampung,” tuturnya.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) mendorong percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada November 2025. Perbaikan Jalan Manggopoh-Padang Luar menjadi salah satu upaya memulihkan konektivitas antarwilayah, mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, serta mengurangi risiko kerusakan infrastruktur akibat bencana berulang.

Baca Juga

Kadis SDABK Sumbar: Rp115,34 Miliar TKD Tambahan untuk Pengaman Sungai dan Pantai
Kadis SDABK Sumbar: Rp115,34 Miliar TKD Tambahan untuk Pengaman Sungai dan Pantai
PUPR Padang Catat Realisasi Anggaran TKD Tambahan 33 Persen, Capai Rp69 Miliar
PUPR Padang Catat Realisasi Anggaran TKD Tambahan 33 Persen, Capai Rp69 Miliar
Pascabencana Padang
Pengendalian Banjir Kota Padang, Cekdam Dibangun di Batang Kuranji dan Air Dingin
Batang Kuranji Pascab
Batang Kuranji Mulai Pulih Pascabencana: Penyintas Banjir Batu Busuk Padang Berjuang Kembali Bangkit
Jembatan Bukik Batabuah Dibangun Tanpa Pilar Tengah, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Jembatan Bukik Batabuah Dibangun Tanpa Pilar Tengah, Ditargetkan Rampung Desember 2026
Satgas PRR Kunjungi Pessel Pantau Penanganan Dampak Bencana di Bayang
Satgas PRR Kunjungi Pessel Pantau Penanganan Dampak Bencana di Bayang