Langgam.id — PT Bank Nagari menyerahkan dividen Tahun Buku 2025 sebesar Rp339,25 miliar kepada para pemegang saham, yakni Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat.
Penyerahan dividen tersebut dilakukan secara simbolis dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Gubernur Sumatera Barat, Senin (17/8/2026).
Kontribusi Bank Nagari tersebut diserahkan Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Hafid Dauli dan Komisaris Utama Bank Nagari Andri Yulika kepada Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah.
Dari total dividen Rp339,25 miliar tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menerima bagian sebesar Rp110,41 miliar.
Dividen ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Bank Nagari kepada pemegang saham pemerintah daerah sekaligus mencerminkan manfaat ekonomi yang dihasilkan dari kinerja bank sepanjang Tahun Buku 2025.
Direktur Kredit dan Syariah PT Bank Nagari, Hafid Dauli, mengatakan pembagian dividen merupakan bagian dari komitmen Bank Nagari untuk terus tumbuh bersama daerah.
“Bagi Bank Nagari, pertumbuhan kinerja bukan hanya tentang pencapaian bisnis, tetapi juga bagaimana hasil dari kinerja tersebut dapat memberikan manfaat kembali kepada daerah dan masyarakat. Dividen merupakan bentuk kontribusi kepada pemegang saham,” ujarnya.
Menurut Hafid, Bank Nagari akan terus memperkuat kinerja dan menjaga kepercayaan pemegang saham serta masyarakat. Pertumbuhan bisnis diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Direktur Utama PT Bank Nagari Gusti Candra mengatakan, pembagian dividen kepada pemegang saham merupakan bagian penting dari peran Bank Nagari sebagai bank milik daerah.
“Kepercayaan masyarakat dan pemegang saham adalah amanah yang harus kami jaga. Kami ingin Bank Nagari terus tumbuh bersama Sumatera Barat, sehingga setiap peningkatan kinerja dapat memberikan manfaat yang semakin luas bagi daerah dan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, Bank Nagari akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko dan kualitas layanan.
Selain dividen, pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut Bank Nagari juga menyerahkan bantuan sosial bidang pendidikan Tahun 2026 sebesar Rp2,54 miliar untuk Provinsi Sumatera Barat dan kabupaten/kota.
Dengan demikian, total kontribusi yang diserahkan Bank Nagari dalam momentum tersebut mencapai sekitar Rp341,79 miliar, terdiri dari dividen Tahun Buku 2025 sebesar Rp339,25 miliar dan bantuan sosial bidang pendidikan Rp2,54 miliar.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah mengapresiasi kontribusi Bank Nagari kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
Menurutnya, sebagai bank milik daerah, Bank Nagari memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan Sumatera Barat, baik melalui fungsi intermediasi perbankan maupun kontribusinya terhadap pendapatan daerah.
“Kita mengapresiasi kontribusi Bank Nagari kepada Sumatera Barat, baik melalui dividen maupun bantuan di bidang pendidikan. Ini menunjukkan bahwa Bank Nagari tidak hanya hadir sebagai lembaga keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan daerah dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” ujar Mahyeldi.
Ia berharap Bank Nagari terus meningkatkan kinerja sehingga kontribusi kepada pemegang saham dan masyarakat semakin besar.
“Bank Nagari harus terus tumbuh menjadi bank yang sehat, kuat dan profesional, serta mampu memberikan kontribusi yang semakin besar bagi daerah,” katanya.
Pembagian dividen Tahun Buku 2025 tersebut sekaligus menegaskan posisi Bank Nagari sebagai salah satu sumber kontribusi ekonomi bagi daerah. Kinerja bank yang kemudian dikembalikan kepada pemegang saham melalui dividen menjadi bagian dari siklus manfaat keberadaan bank di tengah perekonomian Sumatera Barat.
Di sisi lain, dukungan pendidikan menunjukkan bahwa kontribusi Bank Nagari tidak berhenti pada aspek ekonomi. Bank milik daerah tersebut juga mengambil bagian dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui program sosial.
Pada momentum peringatan kemerdekaan, penyerahan dividen dan bantuan pendidikan tersebut menjadi gambaran kolaborasi antara badan usaha milik daerah dan pemerintah dalam memperkuat pembangunan Sumatera Barat. (HER)




