<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Unesco Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/unesco/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/unesco/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 05 Nov 2024 02:04:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Unesco Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/unesco/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Masuk Kurikulum Muatan Lokal, Modul P5 WTBOS Diuji Coba di SMAN 1 Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/modul-p5-wtbos-diuji-coba-di-sman-1-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Nov 2024 01:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=215228</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8212; Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) yang telah diakui UNESCO sejak 2019 akan dijadikan kurikulum sekolah diintegrasikan melalui muatan lokal. Senin (4/11/2024) lalu, dilakukan uji coba dalam Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) WTBOS bertajuk kearifan lokal di SMA N 1 Sumbar, Kota Padang Panjang. Ini akan berlangsung hingga Rabu (6/11/2024). &#8220;Pelajar SMA N 1 ini diberikan pembelajaran terkait WTBOS yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia tak benda. Modul ajar WTBOS ini hadir untuk memperkenalkan warisan budaya dunia di kalangan generasi muda saat ini,&#8221; kata Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumbar, Undri, saat membuka kegiatan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/modul-p5-wtbos-diuji-coba-di-sman-1-sumbar/">Masuk Kurikulum Muatan Lokal, Modul P5 WTBOS Diuji Coba di SMAN 1 Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8212; Warisan Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto (WTBOS) yang telah diakui UNESCO sejak 2019 akan dijadikan kurikulum sekolah diintegrasikan melalui muatan lokal.</p>



<p>Senin (4/11/2024) lalu, dilakukan uji coba dalam Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) WTBOS bertajuk kearifan lokal di SMA N 1 Sumbar, Kota Padang Panjang. Ini akan berlangsung hingga Rabu (6/11/2024).</p>



<p>&#8220;Pelajar SMA N 1 ini diberikan pembelajaran terkait WTBOS yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia tak benda. Modul ajar WTBOS ini hadir untuk memperkenalkan warisan budaya dunia di kalangan generasi muda saat ini,&#8221; kata Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah III Sumbar, Undri, saat membuka kegiatan tersebut dikutip dari Kominfo Padang Panjang.</p>



<p>WTBOS ini, sebutnya, juga perlu dipelajari agar mendapatkan insight yang benar. Hal ini adalah sebuah potensi daerah, kekayaan budaya yang sudah memiliki legitimasi. Apalagi, WTBOS ini merupakan satu-satunya warisan tambang yang masih utuh di dunia.</p>



<p>Ia juga menyampaikan, sejak ditetapkan sebagai warisan dunia, pihaknya juga telah melakukan upaya aktivasi melalui Festival Galanggang Arang, dengan tujuan agar masyarakat luas mengetahuinya.</p>



<p>Dalam perluasan aktivasi WTBOS, tambahnya, perlu dilakukan internalisasi nilai melalui dunia pendidikan. Kementerian Kebudayaan kemudian menyusun sebuah model yang dijadikan acuan dalam penguatan nilai WTBOS di lingkungan sekolah.</p>



<p>“Di balik historis dalam sejarah panjang Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto, banyak nilai yang bisa dilestarikan. Tidak saja soal properti cagar budaya, semangat gotong royong dan nilai-nilai kearifan lokal,” terangnya.</p>



<p>Selain di SMA N 1 Sumbar, uji coba modul P5 WTBOS juga telah dilakukan di SMA N 1 Kota Solok pada 29-31 Oktober 2024 lalu. Uji coba didampingi akademisi perguruan tinggi dan juga lembaga praktisi pendidikan lain.</p>



<p>Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Panjang, Nasrul, S.H, M.Si menyampaikan, sangat mendukung program penguatan nilai-nilai WTBOS dalam pendidikan di Sumatera Barat dan Padang Panjang khususnya.</p>



<p>“Kami sangat mendukung penuh uji coba ini. Kami juga berterima kasih kepada pihak terkait yang telah memilih SMA N 1 Sumbar sebagai salah satu pilot project dalam kegiatan ini. Semoga modulnya nanti bisa dilaksanakan di sekolah se-Sumbar setelah uji coba nanti,” katanya.</p>



<p>Ditambahkannya, WTBOS adalah hal yang sangat penting dan harus dilestarikan serta diperkenalkan kepada para generasi muda. Salah satu media untuk mewariskan nilai budaya melalui pendidikan yang dikoneksikan dengan Kurikulum Merdeka P5.</p>



<p>“Kami menyambut baik hal ini masuk dunia pendidikan dan tak hanya disampaikan kepada masyarakat luas. Jika sudah masuk ke ranah pendidikan tentunya akan terstruktur. Ada modul evaluasi pembelajaran sehingga nanti jelas arah tujuan yang ingin dicapai,” ucapnya.</p>



<p>Kepala SMA N 1 Sumbar, Surya Netti, mengaku sangat senang dengan ditunjuknya sekolahnya sebagai salah satu sekolah uji coba P5 WTBOS. Apalagi, di Padang Panjang juga terdapat stasiun yang menjadi pusat jalur lalu lintas kereta api dalam rangkaian tambang batubara Ombilin Sawahlunto pada masanya.</p>



<p>“Kita harap, SMA N 1 Sumbar bisa memberikan kontribusi positif dalam uji coba ini yang bisa mendorong kesadaran siswa terhadap nilai dan kekayaan warisan budaya di Sumbar dan Indonesia,” ulasnya.</p>



<p>Turut hadir pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar yang diwakili Kasi Kurikulum Cabang Dinas Wilayah 1, Fadrizal, Tim Kerja Pengembangan WTBOS. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/modul-p5-wtbos-diuji-coba-di-sman-1-sumbar/">Masuk Kurikulum Muatan Lokal, Modul P5 WTBOS Diuji Coba di SMAN 1 Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">215228</post-id>	</item>
		<item>
		<title>UNESCO Tetapkan Arsip Indarung I Semen Padang sebagai MOWCAP</title>
		<link>https://langgam.id/unesco-tetapkan-arsip-indarung-i-semen-padang-sebagai-mowcap/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 May 2024 04:26:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Indarung]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=202750</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Arsip Pabrik Indarung I periode 1910-1972 resmi ditetapkan sebagai Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) oleh UNESCO. Pengakuan bergengsi ini diraih dalam acara 10th MOWCAP General Meeting di Ulaanbaatar, Mongolia, pada Rabu (8/5/2024). Sertifikat MOWCAP diserahkan langsung oleh Chair MOWCAP Kwibae Kim kepada Kepala Unit Humas &#38; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati yang hadir mewakili manajemen perusahaan. Sebelumnya, Nur Anita menyampaikan presentasi nominasi di hadapan sidang umum Regional MOWCAP. Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pencapaian ini. Penetapan arsip Indarung I sebagai MOWCAP menjadi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/unesco-tetapkan-arsip-indarung-i-semen-padang-sebagai-mowcap/">UNESCO Tetapkan Arsip Indarung I Semen Padang sebagai MOWCAP</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Arsip Pabrik Indarung I periode 1910-1972 resmi ditetapkan sebagai Memory of the World Committee for Asia and the Pacific (MOWCAP) oleh UNESCO. Pengakuan bergengsi ini diraih dalam acara 10th MOWCAP General Meeting di Ulaanbaatar, Mongolia, pada Rabu (8/5/2024).</p>



<p>Sertifikat MOWCAP diserahkan langsung oleh Chair MOWCAP Kwibae Kim kepada Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati yang hadir mewakili manajemen perusahaan. Sebelumnya, Nur Anita menyampaikan presentasi nominasi di hadapan sidang umum Regional MOWCAP.</p>



<p>Direktur Utama PT Semen Padang Indrieffouny Indra mengungkapkan rasa bangga dan syukur atas pencapaian ini. Penetapan arsip Indarung I sebagai MOWCAP menjadi bukti nyata komitmen PT Semen Padang, anak usaha SIG, dalam menjaga dan melestarikan sejarah Pabrik Indarung I.</p>



<p>“Alhamdulillah, ini merupakan kebanggaan bagi keluarga besar Semen Padang. Penetapan Pabrik Indarung I sebagai MOWCAP menjadi bagian penting dalam perjalanan panjang perusahaan yang kini berusia 114 tahun,” ujar Indrieffouny.</p>



<p>Lebih lanjut, Indrieffouny menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras semua pihak, mulai dari proses pengumpulan dan penyusunan dokumen arsip hingga pendaftaran MOWCAP. “Prosesnya panjang dan tidak mudah, namun kerja sama dan dedikasi tim menghasilkan buah manis,” imbuhnya.</p>



<p>Kepala Unit Humas &amp; Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati menegaskan bahwa penetapan arsip Indarung I sebagai MOWCAP bukan akhir dari perjuangan. Target selanjutnya adalah membawa arsip ini ke jenjang yang lebih tinggi, yaitu Memory of The World (MOW).</p>



<p>“Kami akan terus berusaha agar arsip Pabrik Indarung I ini dapat diakui sebagai warisan dunia. Dukungan dari semua pihak, termasuk Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), sangatlah berarti bagi kami,” ungkap Anita.</p>



<p>Anita menambahkan bahwa arsip Indarung I ini merupakan bagian integral dari Cagar Budaya Nasional Pabrik Indarung I Semen Padang. “Cagar Budaya Nasional adalah wujud fisiknya, sedangkan MOWCAP UNESCO adalah arsipnya. Keduanya saling melengkapi,” jelas Anita.</p>



<p>Kepala ANRI Imam Gunarto turut memberikan ucapan selamat kepada PT Semen Padang atas pencapaian gemilang ini. Pengakuan UNESCO Asia Pasifik terhadap arsip Indarung I sebagai warisan dokumenter dunia, menurutnya, akan membawa nama baik bagi Indonesia dan PT Semen Padang.</p>



<p>“Ini menunjukkan bahwa PT Semen Padang adalah perusahaan yang peduli dengan warisan budaya dan sejarah. Pengakuan ini juga menjadi bukti bahwa Indonesia berkomitmen dalam melestarikan warisan dunia,” tutur Imam Gunarto.</p>



<p>Lebih lanjut, Imam Gunarto menuturkan bahwa pengakuan ini akan membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkenalkan diri di kancah internasional. “Ini bukan hanya tentang PT Semen Padang, tapi juga tentang Indonesia. Dunia akan melihat bahwa Indonesia peduli dengan budaya dan sejarah, tidak hanya di bidang sosial dan budaya, tetapi juga di bidang industri,” ujarnya.</p>



<p>Perlu diketahui bahwa pada 23 Mei 2023, arsip Indarung I telah ditetapkan oleh ANRI sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB). Penetapan ini menjadi batu loncatan bagi PT Semen Padang, dengan dukungan ANRI, untuk bergerak cepat dalam menyusun dan melengkapi dokumen persyaratan pendaftaran arsip Indarung I ke MOWCAP.</p>



<p>Upaya PT Semen Padang dalam menjaga dan melestarikan sejarah Pabrik Indarung I patut diapresiasi. Pengakuan MOWCAP ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam menjaga warisan budaya bangsa dan memperkaya khazanah sejarah Indonesia. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/unesco-tetapkan-arsip-indarung-i-semen-padang-sebagai-mowcap/">UNESCO Tetapkan Arsip Indarung I Semen Padang sebagai MOWCAP</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">202750</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Seniman dan Anak Nagari Sumbar Rumuskan Rekomendasi untuk WTBOS</title>
		<link>https://langgam.id/seniman-dan-anak-nagari-sumbar-rumuskan-rekomendasi-untuk-wtbos/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Dec 2023 07:02:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Dunia Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=193862</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Sebanyak 32 peserta perwakilan anak nagari dan seniman 8 kabupaten kota di Sumbar mengikuti Grup Diskusi Terpumpun di Tarumbu Karang Cafe-Solok, 14 Desember 2023. Kegiatan bertajuk “Penciptaan Karya Seni Merespon Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS)” yang digagas oleh 2 kurator Galanggang Arang yakni Mahatma Muhamad dan Donny Eros ini merupakan rangkaian dari program kuratorial Kaba Rupa di Galanggang Arang #8. Donny Eros menyebutkan Galanggang Arang terlaksana di delapan kabupaten kota yakni Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto dan Kota Solok. Pada setiap titik, perhelatan ini berhasil</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seniman-dan-anak-nagari-sumbar-rumuskan-rekomendasi-untuk-wtbos/">Seniman dan Anak Nagari Sumbar Rumuskan Rekomendasi untuk WTBOS</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Sebanyak 32 peserta perwakilan anak nagari dan seniman 8 kabupaten kota di Sumbar mengikuti Grup Diskusi Terpumpun di Tarumbu Karang Cafe-Solok, 14 Desember 2023. Kegiatan bertajuk “Penciptaan Karya Seni Merespon Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto (WTBOS)” yang digagas oleh 2 kurator Galanggang Arang yakni Mahatma Muhamad dan Donny Eros ini merupakan rangkaian dari program kuratorial Kaba Rupa di Galanggang Arang #8.</p>



<p>Donny Eros menyebutkan Galanggang Arang terlaksana di delapan kabupaten kota yakni Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto dan Kota Solok.</p>



<p>Pada setiap titik, perhelatan ini berhasil merangkul ribuan anak nagari serta berbagai kelompok seni dari masyarakat, tergalinya berbagai inspirasi penciptaan seni dan sinergitas antar stakeholder.</p>



<p>“Selain itu, dampak dari helatan Galanggang Arang ini adalah terciptanya ruang-ruang publik baru. Salah satunya stasiun. PT Kereta Api Indonesia (KAI) ke depan berkomitmen membuka stasiun untuk acara budaya yang diselenggarakan masyarakat,” ujar Eros.</p>



<p>Mahatma Muhamad juga menjelaskan diskusi ini bertujuan untuk merefleksikan kerja-kerja komunitas di setiap titik perhelatan yang nantinya akan menjadi sebuah rekomendasi untuk Galanggang Arang ke depan. Pendiskusian soal ide, pengalaman dan perspektif seniman terkait penciptaan karya seni dalam respon WTBOS digunakan untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi antar seni dan unsur lainnya.</p>



<p>“Setiap upaya untuk perangkulan komunitas perlu direfleksikan. Ruang kritik oto kritik ini diperlukan supaya perhelatan yang dilakukan untuk mengaktivasi WTBOS bisa berjalan lebih baik ke depannya. Benda-benda warisan itu tanpa dilekatkan memorial warga, maka ia hanya menjadi benda mati tanpa nyawa. Benda itu hidup karena diingat dan dijaga sebagai sebuah kepemilikan,” ujar Mahatma.</p>



<p>Sesi awal diskusi dipatik oleh 5 dewan kurator Galanggang Arang yakni Edy Utama, Dede Pramayoza, Sudarmoko, Donny Eros dan Mahatma Muhamad terkait pengalaman kreatif selama perhelatan. Dilanjut dengan pembagian kelompok untuk diskusi dan refleksi mendalam sekaligus penyusunan rencana aksi bersama.</p>



<p>Sajiman dari Sanggar Budaya Bina Satria Sawahlunto menceritakan pengalamannya. Saat pelaksanaan Galanggang Arang #6 yang dikoordinir Edy Utama, mereka menyelenggarakan pertunjukan “Kuda Kepang” di bekas penjara orang rantai di Sungai Durian. Lokasi itu merupakan tempat pertama kali pertambangan batubara Ombilin dibuka.</p>



<p>“Setiap tahun kami zikir dan tahlilan di sana untuk mendoakan ribuan pekerja yang meninggal di tambang tersebut. Jadi sebelum gelaran acara dimulai, paginya kami nyariti dulu. Mendoakan leluhur yang sudah di alam baka”, ujar Sajiman.</p>



<p>Deki Ornaldo, sekretaris Nagari Kacang sekaligus panitia kegiatan Galanggang Arang #5 berharap agar perhelatan ke depan bisa lebih mengoptimalkan potensi anak nagari.</p>



<p>Nanda Andika Saputra, ketua panitia Galanggang Arang #7 yang terlaksana di Stasiun Kayutanam menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dihadiri oleh ribuan pengunjung dan menampilkan berbagai seni tradisi di Padang Pariaman.</p>



<p>“Galanggang Arang di Kayutanam sangat ramai. Belum pernah selama ini kami melihat pengunjung yang begitu ramai. Harapannya ke depan, durasi persiapan kegiatan bisa diperpanjang. Jadi kita sebagai panitia bisa lebih maksimal dalam merangkul warga untuk datang,” ujar Nanda.</p>



<p>Rekomendasi lain yang muncul dari forum itu antara lain: workshop yang melibatkan anak nagari dalam pengumpulan ide dan gagasan terkait WTBOS; kolaborasi lintas etnik, disiplin ilmu, genre dan generasi sebagai landasan kegiatan aktivasi WTBOS; mendorong Galanggang Arang menjadi festival warga yang diadakan tahunan dan dilaksanakan di seluruh kabupaten kota Sumatra Barat; optimalisasi dukungan dari pemerintah daerah dan PT.KAI untuk penyelengaraan kegiatan; serta melibatkan anak nagari dalam Badan Pengelolaan WBTOS dan pembuatan sekretariat bersama.</p>



<p>Seluruh hasil rekomendasi tersebut diserahkan kepada Gubernur Sumatra Barat H. Mahyeldi Ansharullah dan Ahmad Mahendra selaku Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbudristek pada malam penutupan Galanggang Arang di stasiun Solok, 14 Desember 2023. Harapannya bisa menjadi pertimbangan untuk pelaksanaan Galanggang Arang tahun depan.</p>



<p>Galanggang Arang merupakan program prioritas Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Direktorat Jendral Kebudayaan, Kemendikburistek RI untuk menggali dan merawat kebudayaan yang bertumbuh di sepanjang kawasan WTBOS. Karenanya 19 Oktober lalu di Padang diadakan kick of Galanggang Arang sebagai bentuk respon atas WTBOS yang telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia sejak 6 Juli 2019. (*/Yh)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/seniman-dan-anak-nagari-sumbar-rumuskan-rekomendasi-untuk-wtbos/">Seniman dan Anak Nagari Sumbar Rumuskan Rekomendasi untuk WTBOS</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">193862</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Hari Lahir Budayawan Asal Sumbar Ditetapkan Sebagai Hari Perayaan Internasional</title>
		<link>https://langgam.id/hari-lahir-budayawan-asal-sumbar-ditetapkan-sebagai-hari-perayaan-internasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 03 Dec 2023 06:20:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=192948</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Hari kelahiran budayawan Ali Akbar Navis atau yang dikenal publik dengan AA Navis asal kota Padang Panjang Sumatera Barat (Sumbar)ditetapkan oleh UNESCO menjadi Hari Perayaan Internasional. Penetapan ini diumumkan oleh Direktur Jenderal UNESCO pada hari penutupan Sidang Umum ke-42 UNESCO pada 22 November 2023 di Paris, Prancis. Penatapan tersebut juga bertepatan dengan hari lahirnya tokoh asal Sumatera lainnya, yaitu pejuang perempuan asal Aceh, Keumalahayati. Hal itu turut disambut baik oleh Anak AA Navis, Gemala Ranti, katanya, terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yg telah mengusulkan hal itu kepada UNESCO. Lanjutnya, penunjukan tanggal lahir Papi (Papi-pangilan Gemala Ranti,kepada AA Navis)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-lahir-budayawan-asal-sumbar-ditetapkan-sebagai-hari-perayaan-internasional/">Hari Lahir Budayawan Asal Sumbar Ditetapkan Sebagai Hari Perayaan Internasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Hari kelahiran budayawan Ali Akbar Navis atau yang dikenal publik dengan AA Navis asal kota Padang Panjang Sumatera Barat (Sumbar)<br>ditetapkan oleh UNESCO menjadi Hari Perayaan Internasional.</p>



<p>Penetapan ini diumumkan oleh Direktur Jenderal UNESCO pada hari penutupan Sidang Umum ke-42 UNESCO pada 22 November 2023 di Paris, Prancis. Penatapan tersebut juga bertepatan dengan hari lahirnya tokoh asal Sumatera lainnya, yaitu pejuang perempuan asal Aceh, Keumalahayati.</p>



<p>Hal itu turut disambut baik oleh Anak AA Navis, Gemala Ranti, katanya, terima kasih kepada Pemerintah Indonesia yg telah mengusulkan hal itu kepada UNESCO.</p>



<p>Lanjutnya, penunjukan tanggal lahir Papi (Papi-pangilan Gemala Ranti,<br>kepada AA Navis) sebagai hari Internasional oleh UNESCO adalah suatu penghargaan untuk kebudayaan, khususnya kebudayaan Minangkabau.</p>



<p>&#8220;Begitu banyak tokoh-tokoh besar dunia, tapi UNESCO menetapkan salah satu tokoh dari Sumatera Barat yang konsisten dengan Budaya minangkabau, ini adalah penghargaan untuk kebudayaan. Senang dan ini surprise buat kita semua,&#8221; tuturnya.<br>Ia mengatakan, semasa hidup Ayahnya pernah meraih juara 1 penulisan novel Saraswati si Gadis Dalam Sunyi tahun 1975 yang diadakan oleh UNESCO.</p>



<p>Ia melanjutnya, penghargaan ini bertepatan juga dengan rencana yayasan AA Navis mengadakan acara bertajuk Membaca Kembali AA Navis pada 5 Desember 2023 di Aula Pasca Sarjana FISIP UNAND.</p>



<p>&#8220;Kegiatan yang akan kita gelarnya nantinya bertujuan mendorong semangat untuk rencana besar menggelar acara kebudayaan saat 100 tahun AA Navis di tahun 2024,&#8221; sebutnya.<br>Sosok AA Navis</p>



<p>AA Navis adalah seorang, kritikus budaya, dan politikus Indonesia asal&nbsp;Sumatera Barat. Ia terkenal karena cerita pendeknya&nbsp;Robohnya Surau Kami&nbsp;(1956). Kemudian almarhum juga dikenal dengan Novelnya yang berjudul &#8220;Saraswati&#8221; diterbitkan kembali oleh Gramedia Pustaka Utama pada 2002.</p>



<p>Ia merupakan pria kelahiran 17 November 1924 di Kota Padang Panjang dan tutup usia pada umur 78 tahun di Kota Padang, tepatnya 22 Maret 2003.</p>



<p>Selain dikenal sebagai budayawan, AA Navis juga aktif di dunia jurnalistik. Ia juga pernah memimpin harian&nbsp;Semangat&nbsp;sebagai pemimpin redaksi dari tahun 1971 hingga 1972. Dari tahun 1950 hingga 1958, ia juga pernah berperan sebagai penasihat ahli untuk&nbsp;RRI&nbsp;Studio Bukittinggi. Terakhir, ia bekerja sebagai manajer umum bagi percetakan&nbsp;Singgalang&nbsp;dari tahun 1982 hingga 1984</p>



<p>Selain itu, AA Navis juga aktif sebagai seorang pengajar dan akademisi. Ia tercatat pernah mengajar sebagai guru gambar di Sekolah Kepanduan Putri Bukittinggi (1955-58) dan dosen luar biasa pada Akademi Seni Karawitan Indonesia (kini Institut Seni Indonesia) Padang Panjang dan Fakultas Sastra (kini Fakultas Ilmu Budaya) Universita Andala. (LSM/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/hari-lahir-budayawan-asal-sumbar-ditetapkan-sebagai-hari-perayaan-internasional/">Hari Lahir Budayawan Asal Sumbar Ditetapkan Sebagai Hari Perayaan Internasional</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192948</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Indonesia Ditetapkan Sebagai Bahasa Resmi UNESCO</title>
		<link>https://langgam.id/bahasa-indonesia-ditetapkan-sebagai-bahasa-resmi-unesco/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Nov 2023 05:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=192157</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Bahasa Indonesia berhasil ditetapkan sebagai bahasa resmi atau official language Konferensi Umum (General Conference) UNESCO. Keputusan tersebut ditandai dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO Senin (20/11/2023) di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis.  Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-10 yang diakui sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO, bersama enam bahasa resmi PBB (Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia), serta Bahasa Hindi, Italia, dan Portugis. Dengan ditetapkannya hal ini, maka Bahasa Indonesia dapat dipakai sebagai bahasa sidang, dan dokumen-dokumen Konferensi Umum juga dapat diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Duta Besar Mohamad Oemar, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, membuka presentasi proposal Indonesia. “Bahasa Indonesia</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bahasa-indonesia-ditetapkan-sebagai-bahasa-resmi-unesco/">Bahasa Indonesia Ditetapkan Sebagai Bahasa Resmi UNESCO</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Bahasa Indonesia berhasil ditetapkan sebagai bahasa resmi atau <em>official language </em>Konferensi Umum<em> </em>(<em>General Conference</em>) UNESCO. Keputusan tersebut ditandai dengan diadopsinya Resolusi 42 C/28 secara konsensus dalam sesi Pleno Konferensi Umum ke-42 UNESCO Senin (20/11/2023) di Markas Besar UNESCO di Paris, Prancis. </p>



<p>Bahasa Indonesia menjadi bahasa ke-10 yang diakui sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO, bersama enam bahasa resmi PBB (Bahasa Inggris, Arab, Mandarin, Prancis, Spanyol, Rusia), serta Bahasa Hindi, Italia, dan Portugis. Dengan ditetapkannya hal ini, maka Bahasa Indonesia dapat dipakai sebagai bahasa sidang, dan dokumen-dokumen Konferensi Umum juga dapat diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.</p>



<p>Duta Besar Mohamad Oemar, Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, membuka presentasi proposal Indonesia. “Bahasa Indonesia telah menjadi kekuatan penyatu bangsa sejak masa pra-kemerdekaan, khususnya melalui Sumpah Pemuda di tahun 1928. Dengan perannya sebagai penghubung antar etnis yang beragam di Indonesia, Bahasa Indonesia, dengan lebih dari 275 juta penutur, juga telah melanglang dunia, dengan masuknya kurikulum Bahasa Indonesia di 52 negara di dunia dengan setidaknya 150.000 penutur asing saat ini“, ujar Dubes Oemar, dikutip dari laman Kemenlu.</p>



<p>Lebih lanjut, Dubes Oemar menekankan bahwa meningkatkan kesadaran terhadap Bahasa Indonesia merupakan bagian dari upaya global Indonesia untuk mengembangkan konektivitas antar bangsa, memperkuat Kerjasama dengan UNESCO, dan bagian dari komitmen Indonesia terhadap pengembangan budaya di tingkat internasional.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Di akhir pidatonya, Dubes Oemar menegaskan bahwa pengakuan Bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO akan berdampak positif terhadap perdamaian, keharmonisan dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan tidak hanya di tingkat nasional, namun juga di seluruh dunia.</p>



<p>Pengusulan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Sidang Umum UNESCO bermula dari diskusi antara Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis dan Wakil Delegasi Tetap Republik Indonesia (Wadetap) untuk UNESCO pada bulan Januari 2023, yang merekognisi potensi bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi Sidang Umum UNESCO. Potensi ini kemudian disampaikan kepada Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).&nbsp;</p>



<p>Selanjutnya, pada 7 Februari 2023, diadakan pertemuan antara Wadetap untuk UNESCO, Kemlu, dan Kemendikbudristek untuk membicarakan peluang dan strategi pengusulan bahasa resmi Sidang Umum UNESCO, yang dilanjutkan dengan penyusunan naskah ajuan kepada UNESCO.</p>



<p>Kemudian, pada Maret 2023, Perwakilan RI di Paris menyampaikan proposal nominasi Bahasa Indonesia kepada Sekretariat UNESCO untuk dapat masuk dalam agenda sidang Dewan Eksekutif UNESCO pada 10-24 Mei 2023, yang pada akhirnya menyetujui proposal Pemerintah Indonesia untuk masuk sebagai agenda Sidang Umum ke-42 UNESCO pada tanggal 7—22 November 2023.&nbsp;</p>



<p>Berlanjut ke Sidang Umum UNESCO, delegasi Indonesia yang terdiri atas Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Wadetap untuk UNESCO, dan Kepala Pusat Penguatan dan Pemberdayaan Bahasa mempresentasikan proposalnya di hadapan Legal Committee pada 8 November 2023 di Kantor Pusat UNESCO di Paris. Tanpa adanya keberatan dari anggota komisi, Legal Committee pun menyetujui ajuan Pemerintah Indonesia tersebut.&nbsp;&nbsp;</p>



<p>Upaya Pemerintah Indonesia untuk mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO merupakan salah satu implementasi amanat Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaaan, yaitu “Pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan&#8221;. </p>



<p>Usulan ini juga merupakan upaya <em>de jure</em> agar bahasa Indonesia  dapat mendapat status bahasa resmi pada sebuah lembaga internasional, setelah secara <em>de facto</em> Pemerintah Indonesia membangun kantong-kantong penutur asing bahasa Indonesia di 52 negara. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bahasa-indonesia-ditetapkan-sebagai-bahasa-resmi-unesco/">Bahasa Indonesia Ditetapkan Sebagai Bahasa Resmi UNESCO</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">192157</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pemkab Tanah Datar Angkat Bicara Soal Postingan Songket Malaysia di Instagram Unesco</title>
		<link>https://langgam.id/pemkab-tanah-datar-angkat-bicara-soal-postingan-songket-malaysia-di-instagram-unesco/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 08:21:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pemkab Tanah Datar]]></category>
		<category><![CDATA[Songket]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=187343</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Pemerintah Kabupaten Tanah Datar angkat bicara terkait postingan Instagram @unesco soal songket. Kepala Dinas Pariwisata Tanah Datar Hendri Agung Indrianto sangat keberatan atas pernyataan postingan, bahwa songket adalah kain tenun tangan tradisional Malaysia. Yang jadi masalah tegas Hendri adalah, foto yang dipakai dalam postingan diambil di Pandai Sikek. &#8220;Fotonya sendiri diambil oleh fotografer lokal Alfurqan Hidayatul Khaira asal Sumatra Barat yang berdomisili di Kabupaten Padang Pariaman,&#8221; kata Agung kepada Langgam.id, Sabtu (2/9/2023). Ia telah menghubungi fotografer dan berbicara langsung dengannya. Alfurqan ungkap Hendri membenarkan bahwa foto tersebut diambil saat Festival Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-tanah-datar-angkat-bicara-soal-postingan-songket-malaysia-di-instagram-unesco/">Pemkab Tanah Datar Angkat Bicara Soal Postingan Songket Malaysia di Instagram Unesco</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Pemerintah Kabupaten Tanah Datar angkat bicara terkait postingan Instagram <a href="https://www.instagram.com/p/CwNiO1Jt2VF/?img_index=1" target="_blank" rel="noreferrer noopener">@unesco </a>soal songket. Kepala Dinas Pariwisata Tanah Datar Hendri Agung Indrianto sangat keberatan atas pernyataan postingan, bahwa songket adalah kain tenun tangan tradisional Malaysia.</p>



<p>Yang jadi masalah tegas Hendri adalah, foto yang dipakai dalam postingan diambil di Pandai Sikek. &#8220;Fotonya sendiri diambil oleh fotografer lokal Alfurqan Hidayatul Khaira asal Sumatra Barat yang berdomisili di Kabupaten Padang Pariaman,&#8221; kata Agung kepada Langgam.id, Sabtu (2/9/2023).</p>



<p>Ia telah menghubungi fotografer dan berbicara langsung dengannya. Alfurqan ungkap Hendri membenarkan bahwa foto tersebut diambil saat Festival Pandai Sikek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, 27 Agustus 2022. </p>



<p>Festival ini sendiri merupakan bagian dari program unggulan One Nagari One Event dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.</p>



<p>Fotografer mengatakan bahwa foto tersebut sudah dijual ke shuttercock dan untuk caption dia tidak menyebutkan apapun tentang Kain Tenun Tangan Tradisional Malaysia. Judulnya adalah “Pameran Songket Karya Bundo Kanduang Pintar Sikek. 27 Agustus 2022, Padang Panjang, Sumatera Barat.&#8221;</p>



<p>Hendri menyayangkan lembaga sekelas Unesco tidak melakukan pengecekan ulang atas foto yang dipakai dalam postingan. Oleh karena itu Pemkab Tanah Datar menuntut agar pernyataan tersebut dikoreksi dan dikeluarkan permintaan maaf.</p>



<p>Berkaitan dengan klaim Malaysia atas songket, Hendri mengatakan Indonesia dan Sumatra Barat sempat kecolongan. Sebab katanya, sekitar dua tahun yang lalu Malaysia lebih dulu mendaftarkan songket sebagai warisan budaya ke Unesco. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pemkab-tanah-datar-angkat-bicara-soal-postingan-songket-malaysia-di-instagram-unesco/">Pemkab Tanah Datar Angkat Bicara Soal Postingan Songket Malaysia di Instagram Unesco</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187343</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Heboh Postingan Unesco, Tampilkan Foto Songket Pandai Sikek dan Sebut Berasal dari Malaysia</title>
		<link>https://langgam.id/heboh-postingan-unesco-tampilkan-foto-songket-pandai-sikek-dan-sebut-berasal-dari-malaysia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dharma Harisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Sep 2023 07:35:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Songket]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=187337</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Heboh akun instagram @unesco posting songket sebagai pakaian tradisional dari Malaysia. Dalam foto yang ditampilkan Unesco, terlihat seorang wanita memakai kain songket berlatar ornamen khas Minangkabau. Belakangan diketahui berdasarkan penelusuran warganet, foto tersebut dipotret oleh akun @alfurqanhidayatulkhaira, seorang fotografer asal Pariaman. Dalam captionnya, postingan tersebut ditampilkan Unesco untuk memperingati hari fashion dunia. &#8220;Hari ini, kita tidak hanya merayakan keindahan fashion namun juga warisan budaya di baliknya,&#8221; tulis unesco dalam postingan itu. Foto kain songket terletak pada slide ke-2 dari 8 foto yang ditampilkan dari berbagai negara. &#8220;Kain tenun tradisional Malaysia,&#8221; tulis Unesco dalam kutipan singkat foto tersebut. Di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/heboh-postingan-unesco-tampilkan-foto-songket-pandai-sikek-dan-sebut-berasal-dari-malaysia/">Heboh Postingan Unesco, Tampilkan Foto Songket Pandai Sikek dan Sebut Berasal dari Malaysia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Heboh akun instagram @unesco posting songket sebagai pakaian tradisional dari Malaysia. Dalam foto yang ditampilkan Unesco, terlihat seorang wanita memakai kain songket berlatar ornamen khas Minangkabau. </p>



<p>Belakangan diketahui berdasarkan penelusuran warganet, foto tersebut dipotret oleh akun @alfurqanhidayatulkhaira, seorang fotografer asal Pariaman.</p>



<p>Dalam captionnya, postingan tersebut ditampilkan Unesco untuk memperingati hari fashion dunia. &#8220;Hari ini, kita tidak hanya merayakan keindahan fashion namun juga warisan budaya di baliknya,&#8221; tulis unesco dalam postingan itu.</p>



<p>Foto kain songket terletak pada slide ke-2 dari 8 foto yang ditampilkan dari berbagai negara. &#8220;Kain tenun tradisional Malaysia,&#8221; tulis Unesco dalam kutipan singkat foto tersebut. </p>



<p>Di bagian bawah foto, terdapat kredit yang dialamatkan pada Alfurqan Hidayatul yang diambil dari Shutterstock. Sebuah website penyedia foto dari Amerika Serikat.</p>



<p>Postingan tersebut menuai beragam komentar dari warganet Indonesia. Alfurqan Hidayatul sendiri berkomentar bahwa songket yang ada di dalam foto berasal dari kawasan Pandai Sikek, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia.</p>



<p>Berbagai akun lainnya turut berkomentar bahwa kain songket yang ditampilkan dalam foto tersebut berasal dari Pandai Sikek, Sumatra Barat. Dinas Pariwisata Sumbar turut mengklarifikasi hal tersebut. Dalam komentarnya, @dispar.sumbar menyatakan foto itu diambil saat festival Pandai Sikek tanggal 27 Agustus 2022.</p>



<p>Karena dipakai dalam rangka mempromosikan Songket Malaysia, Dispar Sumbar meminta Unesco dapat memperbaiki kesalahan tersebut.</p>



<p>Salah seorang warganet @haluhalu.pageant mengadukan hal tersebut di salah satu postingan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. &#8220;Pak Sandi, di IG Unesco Songket Pandai Sikek Sumbar yang difoto sama fotografer Indonesia dibranding jadi &#8216;Songket Malaysia&#8217;, tulisnya.</p>



<p>Sandiaga lalu menjawab akan mengecek segera kebenaran beritanya. &#8220;@haluhalu.pageant Terima kasih infonya, nanti akan kami cek segera kebenaran beritanya,&#8221; tulis Sandiaga.</p>



<p>Diketahui Unesco merupakan organisasi Internasional yang bergerak pada bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selain foto Songket yang dikatakan dari Malaysia, ada delapan foto tenunan tradisional lainnya yang ditampilkan.</p>



<p>Di antaranya Yuki-tsumugi dari Jepang, Altita dari Romania/Molodva, Jamdani dari Bangladesh, dan Batik dari Indonesia. <strong>(*/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/heboh-postingan-unesco-tampilkan-foto-songket-pandai-sikek-dan-sebut-berasal-dari-malaysia/">Heboh Postingan Unesco, Tampilkan Foto Songket Pandai Sikek dan Sebut Berasal dari Malaysia</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">187337</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Festival Randang Virtual Sedunia, Iriana Jokowi Ajak Masyarakat Masak Randang </title>
		<link>https://langgam.id/festival-randang-virtual-sedunia-iriana-jokowi-ajak-masyarakat-masak-randang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2021 06:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Randang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=123303</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Ibu Negara Iriana Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan dunia, untuk memasak randang. Hal ini sampaikan Iriana saat membuka gerakan bersama memasang randang sedunia yang digelar Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II Padang secara virtual Sabtu (21/8/2021). Acara ini untuk mendukung pencatatan randang sebagai warisan budaya dunia dari Sumbar, Indonesia ke UNESCO. &#8220;Saya mengajak masyarakat seluruh di Indonesia, maupun di dunia untuk memasak randang saat ini di rumah. Mari dukung dan sukseskan, kita gaungkan randang sebagai masakan terlezat dunia di seluruh nusantara,&#8221; ujar Iriana. Kata dia, randang sudah dinobatkan CNN sebagai 50 makanan terlezat di dunia. Randang juga telah ditetapkan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-randang-virtual-sedunia-iriana-jokowi-ajak-masyarakat-masak-randang/">Festival Randang Virtual Sedunia, Iriana Jokowi Ajak Masyarakat Masak Randang </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Ibu Negara Iriana Jokowi mengajak seluruh masyarakat Indonesia dan dunia, untuk memasak randang.</p>
<p dir="ltr">Hal ini sampaikan Iriana saat membuka gerakan bersama memasang randang sedunia yang digelar <span class="s1">Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) II Padang secara virtual Sabtu (21/8/2021).</span></p>
<p dir="ltr">Acara ini untuk mendukung pencatatan randang sebagai warisan budaya dunia dari Sumbar, Indonesia ke UNESCO.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Saya mengajak masyarakat seluruh di Indonesia, maupun di dunia untuk memasak randang saat ini di rumah. Mari dukung dan sukseskan, kita gaungkan randang sebagai masakan terlezat dunia di seluruh nusantara,&#8221; ujar Iriana.</p>
<p dir="ltr">Kata dia, randang sudah dinobatkan CNN sebagai 50 makanan terlezat di dunia. Randang juga telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 2013.</p>
<p dir="ltr">Gubernur Sumbar Mahyeldi menyambut baik dan mengapresiasi atas inisiasi Lantamal II untuk menyelenggarakan kegiatan memasak rendang serentak di seluruh dunia.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Ini merupakan momentum penting yang perlu kita catat, karena pertama kali dilaksanakan yang mengangkat warisan budaya dari Sumatera Barat dengan melibatkan masyarakat dunia,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/pariaman-turun-ke-kancah-marandang-sedunia/">Pariaman Turun ke Kancah Marandang Sedunia</a></strong></p>
<p dir="ltr">Randang merupakan salah satu makanan tradisional Minangkabau yang sangat terkenal di seantero penjuru nusantara bahkan telah dikenal di seluruh dunia.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Hingga sampai sekarang, randang kembali berhasil masuk menjadi salah satu makanan terbaik di dunia versi CNN,&#8221; ucapnya.</p>
<p dir="ltr">Randang diambil dari kata marandang, yakni suatu proses pengolahan lauk dasar santan yang dimasak sampai kandungan airnya berkurang.</p>
<p dir="ltr">Pada tahun 2019 kata Mahyeldi, Pemprov Sumbar telah mengusulkan randang (Warisan Budaya Takbenda Indonesia) ke dalam Warisan Budaya Takbenda (ICH) UNESCO untuk pengusulan tahun 2021 melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.</p>
<p dir="ltr">Untuk mendukung pengusulan randang sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO sebutnya, Pemprov Sumbar telah  menyelenggarakan berbagai aktivitas.</p>
<p dir="ltr">Seperti, meresmikan Kampung Randang di Kota Payakumbuh. Kemudian, sejak 2012 telah melakukan berbagai kegiatan Festival Randang. Mulai tingkat lokal, regional, nasional dan internasional.</p>
<p dir="ltr">Pada 2012, Balai Pelestrarian Nilai Budaya (BPNB) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan penelitian/penelitian dan inventarisasi Karya Budaya Randang.</p>
<p dir="ltr">Serta menerbitkan buku tentang rendang (Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya Randang Minangkabau, Warisan Leluhur yang Mendunia).</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kita berharap sekali randang dapat ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (Intangible Cultural Heritage UNESCO).  Randang juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi rumah tangga masyarakat,&#8221; harapnya.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, Mahyeldi juga berharap dukungan dari semua pihak, dengan berbagai aktivitas yang mendorong penetapan Randang sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (ICH UNESCO) dari Indonesia.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/festival-randang-virtual-sedunia-iriana-jokowi-ajak-masyarakat-masak-randang/">Festival Randang Virtual Sedunia, Iriana Jokowi Ajak Masyarakat Masak Randang </a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123303</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Silek</title>
		<link>https://langgam.id/silek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 May 2021 00:19:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[minang]]></category>
		<category><![CDATA[Pencak Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Silat]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=104020</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dug! Untuk ketiga kalinya dadaku dihantam kakinya. Kuda-kuda yang diajarkan Bapak kupasang lagi. Tangan kiri membentuk siku perisai. Tangan kanan mengepal, siap menghantam. Dan, dug! Kali ini perutku yang jadi sansak. Tepat di daerah ulu hati. Aku tersurut ke belakang. Tidak sakit, tapi hatiku men ciut.  Kaki dan tangan lawanku terlalu panjang untuk kuhindari. Aku mulai takut babak belur. Aku pun menyerah kalah dan siap  jadi anak buah orang nomor 3 &#8220;bagak&#8221; (jawara) di kelasku itu. Sebenarnya perkelahian itu terjadi karena hal sepele. Musuhku memperlihatkan bagaknya dng menyuruhku untuk tidak menyela kata-katanya. Aku tidak terima. Meskipun dari kecil aku sudah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/silek/">Silek</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="p1"><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #000000; border-color: #ffffff;">D</span>ug! Untuk ketiga kalinya dadaku dihantam kakinya. Kuda-kuda yang diajarkan Bapak kupasang lagi. Tangan kiri membentuk siku perisai. Tangan kanan mengepal, siap menghantam.</p>
<p class="p1">Dan, dug! Kali ini perutku yang jadi sansak. Tepat di daerah ulu hati. Aku tersurut ke belakang. Tidak sakit, tapi hatiku men ciut.<span class="Apple-converted-space">  </span>Kaki dan tangan lawanku terlalu panjang untuk kuhindari.</p>
<p class="p1">Aku mulai takut babak belur. Aku pun menyerah kalah dan siap<span class="Apple-converted-space">  </span>jadi anak buah orang nomor 3 &#8220;bagak&#8221; (jawara) di kelasku itu.</p>
<p class="p1">Sebenarnya perkelahian itu terjadi karena hal sepele. Musuhku memperlihatkan bagaknya dng menyuruhku untuk tidak menyela kata-katanya. Aku tidak terima.</p>
<p class="p1">Meskipun dari kecil aku sudah kecil, aku pantang direndahkan.<span class="Apple-converted-space">  </span>Hobi menonton Bruce Lee atau Ti lung ngamuk plus kuda-kuda silat dari Bapak memberi ku bekal untuk percaya diri dan membangkang.</p>
<p class="p1">Maka terjengkanglah aku<span class="Apple-converted-space">  </span>dua kali. Mungkin dia sudah nonton Bruce Lee dan Tilung juga, pikirku.</p>
<p class="p1">Kekalahan itu berbuah dendam. Membayangkan cerita-cerita Chin Yung dan Kho Ping Hoo kesenanganku, aku harus menemukan<span class="Apple-converted-space">  </span>guru Silat sakti. Begitu sakti, aku akan menantang urang bagak itu lagi.</p>
<p class="p1">Satu lawan satu, di pinggir pantai atau pun di mana pun tempat lapang agar ada peluang melarikan diri.</p>
<p class="p1">Kabarnya almarhumah nenek buyutku dari pihak Bapak adalah pendekar sakti di kampungku. Menurut légenda, beliau punya harimau jadi-jadian. Beliau sanggup melumpuhkan beberapa lelaki sambil duduk.</p>
<p class="p1">Sayangnya, sepengetahuanku,<span class="Apple-converted-space">  </span>tidak satupun di antara keluarga besar Bapak<span class="Apple-converted-space">  </span>yang mewarisi ilmu beliau. Ada nenek sepupu yang jadi orang &#8220;bagak&#8221; juga, tapi itu<span class="Apple-converted-space">  </span>lebih karena beliau hobbi bercarut-pungkang.</p>
<p class="p1">Aku yakin, nenek buyutku ada penerusnya. Saat kudengar ada eksibisi Silat di jorong tempat Bapak tinggal, aku pun ingin menonton. Aku ditemani Pak Etek adik Bapak nomor dua.</p>
<p class="p1">Eksibisi itu dilakukan di lapangan dekat rumah Pak Etek. Penampilan pertamanya adalah pertunjukan jurus-jurus. Aku tidak tertarik.</p>
<p class="p1">Setelah itu, perkelahian tangan kosong. Aku membayangkan akan ada pukulan-pukulan jarak jauh. Namun itu tidak terjadi. Perkelahian jadi tampak seperti tarian dalam randai. Terlalu cantik.</p>
<p class="p1">Sang guru, kemudian,<span class="Apple-converted-space">  </span>turun pada nomor puncak. Ceritanya, dia akan menghadapi musuh berpisau dengan tangan kosong. Dengan penuh keyakinan,<span class="Apple-converted-space">  </span>dia pun meminta salah seorang penonton sebagai sukarelawan.</p>
<p class="p1">Menegangkan.</p>
<p class="p1">Ini dia yang kutunggu. Kabarnya guru ini masih kerabatku. Siapa tahu aku berjodoh.</p>
<p class="p1">Seorang pemuda<span class="Apple-converted-space">  </span>menyeruak ke tengah<span class="Apple-converted-space">  </span>lapangan dengan menghunus pisau pendek, siap jadi sukarelawan. Sang guru pun tersenyum, lalu mengangguk ke arah pemuda tersebut.</p>
<p class="p1">Segera, dia pasang kuda-kuda. Mirip kuda-kuda bapak.</p>
<p class="p1">Sesaat kemudian,<span class="Apple-converted-space">  </span>pemuda itu pun menyerang dengan gugup. Sang guru maju setapak, memutar tubuh, lalu menendang dengan keras&#8230;dan, hop, tepat mengenai mata pisau. Darah pun bercucuran. Penonton bubar, kecewa. Saya juga.</p>
<p class="p1">Terdengar sang guru mengumpat dan memarahi si pemuda<span class="Apple-converted-space">  </span>sejadinya. Rupanya itu adalah sandiwara. Karena gugup, si pemuda tidak hanya menghunus pisau seperti diinstruksikan, tapi menggerakkannya ke segala arah. Maka kenalah sang guru&#8230;.</p>
<p class="p1">Itu adalah terakhir kali aku melihat orang kampungku bersilat. Sejak itu, niatku berguru kukubur dalam-dalam. Dendamku pun sirna.</p>
<p class="p1">Alhamdulillah, seiring dengan berjalannya waktu, temanku, yang &#8220;orang bagak&#8221; tadi,<span class="Apple-converted-space">  </span>akhirnya menjadi teman baik. Bahkan, dia merasa inférior dalam silat yang lain, yakni pelajaran di sekolah.</p>
<p class="p1">Meski aku tidak merasa jagoan sama sekali.</p>
<p class="p1">Akan halnya silat, di kampungku mungkin memang punah. Tapi di daerah Minang yang lain ternyata masih hidup. Aku saja yang kurang piknik.</p>
<p class="p1">Bahkan, puluhan tahun kemudian, aku menjadi saksi penetapan &#8220;Silek&#8221; atau Pencak Silat menjadi Warisan Dunia UNESCO.</p>
<p class="p1">Silat bukan saja masih dipelihara tetapi memang sudah jadi identitas Indonesia, terutama di Minangkabau dan Jawa Barat.</p>
<p class="p1"><strong>Paris, 24 April 2021</strong></p>
<p class="p1"><strong>*Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO</strong></p>
<div class="code-block code-block-11"></div>
<p>The post <a href="https://langgam.id/silek/">Silek</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">104020</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ular-ular</title>
		<link>https://langgam.id/ular-ular/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Apr 2021 07:12:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[cerita Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Tanjung Barulak]]></category>
		<category><![CDATA[Unesco]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=101772</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kapuah nama jorongku tinggal. Jorong dengan puluhan pohon Kapuk tempat para keluang bergelayutan. Mungkin dari sinilah kata Kapuah itu berasal. Aku tidak tahu persis, sebab orang nagariku malah mengatakan pohon Kapuk itu pohon kapas. Aku juga tidak tahu apakah pohon Kapuk itu liar atau ditanam. Yang pasti, ada satu masa dimana sebagian warga menggantungkan ekonominya pada produksi kasur dan bantal. Sebagian besar wilayah jorong ini adalah perbukitan dan dataran tinggi, termasuk rumahku, atau persisnya, rumah Tuo dan Nenekku. Topografi ini membuat air hujan mengalir langsung ke lembah menuju batang air atau selokan. Tidak ada ceruk sumber mata air. Kebutuhan air</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ular-ular/">Ular-ular</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span class="dropcap " style="background-color: #ffffff; color: #000000; border-color: #ffffff;">K</span>apuah nama jorongku tinggal. Jorong dengan puluhan pohon Kapuk tempat para keluang bergelayutan. Mungkin dari sinilah kata Kapuah itu berasal.</p>
<p>Aku tidak tahu persis, sebab orang nagariku malah mengatakan pohon Kapuk itu pohon kapas. Aku juga tidak tahu apakah pohon Kapuk itu liar atau ditanam.</p>
<p>Yang pasti, ada satu masa dimana sebagian warga menggantungkan ekonominya pada produksi kasur dan bantal.</p>
<p>Sebagian besar wilayah jorong ini adalah perbukitan dan dataran tinggi, termasuk rumahku, atau persisnya, rumah Tuo dan Nenekku. Topografi ini membuat air hujan mengalir langsung ke lembah menuju batang air atau selokan. Tidak ada ceruk sumber mata air.</p>
<p>Kebutuhan air untuk minum, memasak dan cuci piring dipenuhi dari air hujan yang ditampung dalam sebuah kulah (tandon). Karena cukup besar, air kulah di rumahku cukup untuk wudhu, gosok gigi dan buang air kecil.</p>
<p>Untuk mandi, cuci dan buang hajat, kami harus ke batang air, ke Mesjid, ke surau atau ke &#8220;banda&#8221; (selokan buatan) yang berada di radius kira-kira 500 m dari rumah. Cukup jauh.</p>
<p>Sehingga kalau musim kemarau, pulang mandi, sampai di rumah, badan bergetah lagi. Ditambah pula, masa itu, sabun yang tersedia hanya sabun batangan Cap Tombak. Sabun dwi fungsi, cuci baju dan badan. Wanginya seperti minyak goreng.</p>
<p>Cerita ini terjadi saat suatu liburan sekolah awal tahun 70-an. Keluargaku sudah pindah ke Padang waktu itu.</p>
<p>Alkisah, sehabis makan siang lauk kesukaan, samba lado tanak, perutku tiba-tiba mules. Tanpa pamit ke Ibu, aku langsung lari ke arah Mesjid. Tak lupa kugenggam sebuah batu, agar mulesku tidak meledak di jalan.</p>
<p>Sampai di daerah penurunan, dari balik belukar yang ada kuburannya, mendadak muncul ular hitam berbelang kuning. Dengan santai dia menginsut di jalanku. Lariku terhenti. Ular itu pun berhenti. Dengan menggigil aku berbalik arah, lalu lintang pukang menuju &#8220;banda&#8221;.</p>
<p>Jalan ke banda menurun tajam dan dipenuhi pohon kelapa. Dan ketika melewati kelapa kedua, sesuatu melayang jatuh tepat dihadapanku. Darahku berhenti mengalir. Ular lagi, kali ini berkepala hijau dan berbadan kemerahan. Kecil, tapi mengerikan.</p>
<p>Putus asa, aku genggam sebuah batu lagi. Mulesnya makin menjadi. Tidak ada pilihan lain, kecuali ke kamar mandi &#8220;kulah&#8221; yang berdampingan dengan dapur. Namun, hajatku tidak langsung kesampaian. Ada Ibu yang lagi mencuci piring sisa makan siang.</p>
<p>Aku naik ke rumah. Bersandar pada dinding papan di &#8220;ruang makan&#8221;.</p>
<p>Batu kuremas dengan kuat. Dan, ajaib, mulesnya berkurang.</p>
<p>Begitu Ibu selesai dengan piringnya, hajatku surut total. Heran dengan kejadian ini, aku pun tertidur.</p>
<p>Ketika malamnya aku cerita pengalaman pada Tuok, beliau tersenyum. Beliau bilang, dihadang ular bertanda banyak yang sayang padaku. Entahlah. Yang jelas, aku kemudian sangat sering ketemu dengan &#8220;sahabat&#8221; melata ini.</p>
<p>Pernah kulihat dia meluncur bersama air pancuran di kepala Ibu yang lagi mandi. Di lain hari, dia muncul dari sela pagar daun tapak leman di depan rumah.</p>
<p>Aku hanya bisa bermimpi, suatu saat ada &#8220;banda&#8221; di rumah Tuo ini agar para &#8220;sahabat&#8221; itu tidak selalu menyapaku. Itu baru terwujud puluhan tahun kemudian. Bukan dalam ujud &#8220;banda&#8221;, tapi WC. Airnya berasal dari timbulun, air terjun kecil di utara kampungku, yang disalurkan melalui slang.</p>
<p>Belum sempat aku menggunakannya, kudengar air batang timbulun itu sekarang semakin berkurang. Bukit-bukit gundul di sekitar kampung tidak mampu lagi menahan banyak air hujan.</p>
<p>Aliran untuk rumah-rumah akan sangat terbatas. Bila satu hari aku pulang dan mules, pilihanku tetap WC mesjid dan &#8220;banda&#8221;, seperti 50 tahunan yang lalu. Mudah-mudahan para sahabat melataku sudah mengungsi ke tempat lain.</p>
<p><strong>Paris, 10 April 2021.</strong></p>
<p><strong>*Duta Besar/Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ular-ular/">Ular-ular</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">101772</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/89 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-12 15:20:29 by W3 Total Cache
-->