<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Prodi Ilmu Lingkungan UNP. Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/prodi-ilmu-lingkungan-unp/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/prodi-ilmu-lingkungan-unp/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Tue, 20 Jul 2021 07:31:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Prodi Ilmu Lingkungan UNP. Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/prodi-ilmu-lingkungan-unp/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>3 Info dari Keluarga Mahasiswi di Pesisir Selatan yang Diduga Hilang Dibawa Dukun</title>
		<link>https://langgam.id/3-info-dari-keluarga-mahasiswi-di-pesisir-selatan-yang-diduga-hilang-dibawa-dukun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2021 00:35:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Hilang]]></category>
		<category><![CDATA[Pesisir Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi Ilmu Lingkungan UNP.]]></category>
		<category><![CDATA[Utama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=117958</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial VR (22) dinyatakan hilang saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Pesisir Selatan. Memasuki hari kelima, keberadaan mahasiswi ini belum kunjung ditemukan. Pihak keluarga menduga, VR telah dilarikan oleh seorang dukun. Keluarga menyampaikan informasi, ada pesan singkat WhatsApp dari dukun tersebut kepada ayah kandung VR. Sang dukun menyebutkan, bahwa VR sengaja ia bawa kabur. Keluarga kemudian melaporkan kasus ini kepada Polsek Lengayang, karena lokasi tempat VR KKN di Tampunik, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Hingga kini, pihak kepolisian masih melacak keberadaan korban dan terduga pelaku. Baca Juga: Polisi Lacak Keberadaan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-info-dari-keluarga-mahasiswi-di-pesisir-selatan-yang-diduga-hilang-dibawa-dukun/">3 Info dari Keluarga Mahasiswi di Pesisir Selatan yang Diduga Hilang Dibawa Dukun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Mahasiswi Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial VR (22) dinyatakan hilang saat hendak pergi kuliah kerja nyata (KKN) di Kabupaten Pesisir Selatan. Memasuki hari kelima, keberadaan mahasiswi ini belum kunjung ditemukan.</p>
<p>Pihak keluarga menduga, VR telah dilarikan oleh seorang dukun. Keluarga menyampaikan informasi, ada pesan singkat WhatsApp dari dukun tersebut kepada ayah kandung VR. Sang dukun menyebutkan, bahwa VR sengaja ia bawa kabur.</p>
<p>Keluarga kemudian melaporkan kasus ini kepada Polsek Lengayang, karena lokasi tempat VR KKN di Tampunik, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. Hingga kini, pihak kepolisian masih melacak keberadaan korban dan terduga pelaku.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://langgam.id/polisi-lacak-keberadaan-mahasiswi-kkn-unp-yang-diduga-dibawa-dukun/"><strong>Polisi Lacak Keberadaan Mahasiswi KKN UNP yang Diduga Dibawa Dukun</strong></a></p>
<h2>3 Informasi</h2>
<p>Berikut tiga informasi dari keluarga terkait hilangnya mahasiswi di Pesisir Selatan tersebut:</p>
<p><strong>1. Hilang Sejak Selasa (13/7/2021)</strong></p>
<p>Kakak VR berinisial F menyebutkan bahwa adik keduanya itu berangkat dari rumah sekitar pukul 10.00 WIB dari kediamannya di Kambang, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan. VR ketika itu mengendarai sepeda motor Suzuki Spin BA 2880 GN.</p>
<p>&#8220;Pas pergi KKN pukul 10.00 WIB, pukul 18.20 WIB, dia (si dukun) WhatsApp ayah. Maaf pak, ini Chandra, V saya bawa. Itu aja WhatsApp-nya,&#8221; kata F saat dikonfirmasi langgam.id</p>
<p>Setelah mengirim pesan singkat WhatsApp, keluarga menghubunginya. Namun, telepon genggam sang dukun tidak aktif lagi. Begitupun nomor <em>handphone</em> VR juga tidak aktif.</p>
<p><strong>2. Sempat Terdeteksi di Kerinci</strong></p>
<p>Pihak keluarga sempat mencoba mencari VR. Setelah kejadian tersebut, VR sempat terdeteksi berada di wilayah Kerinci. Kakak VR menyebutkan, ketika itu nomor <em>handphone</em> sempat aktif.</p>
<p>&#8220;Hari kedua aktif, terdeteksi di Kerinci, tapi tidak ketemu. Pakai motor NMAX warna abu-abu,&#8221; ujarnya. Namun setelah itu, nomor <em>handphone</em> tidak aktif kembali dan keberadaan VR masih misterius.</p>
<p>F menyakini adiknya sedang dalam pengaruh sang dukun atau hipnotis. Sebab menurutnya, adiknya tidak pernah pergi tanpa tidak memberitahu. Bahkan selama ini tidak pernah membantah perkataan orang tua.</p>
<p><strong>3. Bertemu Sang Dukun Saat Menemani Ayah Berobat</strong></p>
<p>Apalagi, kata F, adiknya tidak pernah sebelumnya menjalin komunikasi dengan sang dukun. Pertemuan hanya terjadi satu kali, ketika itu adiknya menemani orang tua untuk berobat ke dukun tersebut.</p>
<p>&#8220;Belum berapa lama ini ayah pergi urut ke dukun ini, ditemani adik saya ini. Tidak pernah adik saya berkomunikasi dengan dia (dukun). Kalau sadar, saya yakin adik saya tidak akan mau. Saya yakin adik saya kena hipnotis,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&#8220;Adik saya ini anak perempuan satu-satunya, nomor dua. Ini kasus bukan suka sama suka. Dia (dukun) sudah punya istri dua anak tiga. Sementara adik saya sedang kuliah, masak mau,&#8221; sambung F. (Irwanda/SS)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-info-dari-keluarga-mahasiswi-di-pesisir-selatan-yang-diduga-hilang-dibawa-dukun/">3 Info dari Keluarga Mahasiswi di Pesisir Selatan yang Diduga Hilang Dibawa Dukun</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">117958</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kabut Asap Semakin Pekat, Prodi Ilmu Lingkungan UNP Ajak Masyarakat Gunakan Masker</title>
		<link>https://langgam.id/kabut-asap-semakin-pekat-prodi-ilmu-lingkungan-unp-ajak-masyarakat-gunakan-masker/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Furqan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2019 02:00:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Dampak Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<category><![CDATA[Prodi Ilmu Lingkungan UNP.]]></category>
		<category><![CDATA[UNP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=14718</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Kabut asap yang melanda wilayah Sumatra Barat (Sumbar) kian hari semakin pekat, menanggapi hal itu, Prodi Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) ajak masyarakat gunakan masker, agar terhindar dari dampak kabut asap, Kamis (19/9/2019). Pembagian masker tersebut berkerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Environmental Science (Himes), yang dilaksanakan di kawasan Kampus UNP, Jalan Prof. Hamka, Air Tawar, Padang. Ketua Prodi Ilmu Lingkungan UNP, Indang Dewata menyebutkan, membagikan masker tersebut merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap masyarakat Sumatra Barat yang terdampak kabut asap kiriman dari provinsi tetangga. “Kualitas udara di Kota Padang, bahkan Indonesia secara menyeluruh, terutama pulau Sumatra dan Kalimantan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kabut-asap-semakin-pekat-prodi-ilmu-lingkungan-unp-ajak-masyarakat-gunakan-masker/">Kabut Asap Semakin Pekat, Prodi Ilmu Lingkungan UNP Ajak Masyarakat Gunakan Masker</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong><a href="https://langgam.id/kabut-asap-semakin-pekat-pemko-sawahlunto-ajak-masyarakat-salat-istisqa/">Kabut asap</a> yang melanda wilayah Sumatra Barat (Sumbar) kian hari semakin pekat, menanggapi hal itu, Prodi Ilmu Lingkungan Universitas Negeri Padang (UNP) ajak masyarakat gunakan masker, agar terhindar dari <a href="https://langgam.id/sumbar-siapkan-lokasi-pengungsian-untuk-warga-riau-terdampak-kabut-asap/">dampak kabut asap</a>, Kamis (19/9/2019).</p>
<p>Pembagian masker tersebut berkerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Environmental Science (Himes), yang dilaksanakan di kawasan Kampus UNP, Jalan Prof. Hamka, Air Tawar, Padang.</p>
<p>Ketua Prodi Ilmu Lingkungan UNP, Indang Dewata menyebutkan, membagikan masker tersebut merupakan bentuk kecintaan dan kepedulian terhadap masyarakat Sumatra Barat yang <a href="https://langgam.id/tuntut-penanganan-kabut-asap-dan-karhutla-di-sumbar-mahasiswa-demo-gubernur/">terdampak kabut asap</a> kiriman dari provinsi tetangga.</p>
<p>“Kualitas udara di Kota Padang, bahkan Indonesia secara menyeluruh, terutama pulau Sumatra dan Kalimantan semakin memburuk akibat Kebarakan Hutan dan Lahan (Karhutla), karena itulah kita mebagikan masker dan mengajak masyarakat untuk gunakan masker sebagai pelindung,” ujarnya melalui rilis yang diterima <a href="http://www.langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>, Kamis (19/9/2019).</p>
<p>Menurut Indang, rata-rata <a href="https://langgam.id/di-sijunjung-kabut-asap-semakin-pekat-bpbd-ispu-masih-123-belum-berbahaya/">Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU)</a> di wilayah Sumatra dan Kalimantan itu mencapai angka 170. “Dengan kondisi seperti ini, jika terkena <a href="https://langgam.id/hasil-ukur-kualitas-udara-di-padang-terpantau-baik/">kabut asap</a> dalam waktu yang lama, dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan,” jelasnya.</p>
<p>Masker yang dibagikan, kata Indang, sebanyak 60 kardus. “Kita bagikan di jalan utama di depan kampus dan juga di lingkungan kampus UNP Air Tawar,” ucapnya.</p>
<p>Selain membagikan masker, menurut Indang, pihaknya juga mengedukasi penerima masker, bahwa dampak kabut asap primer akan beraksi cepat dengan ditandai iritasi, sementara untuk dampak yang begitu lama atau dampak sekunder ditandai dengan penyakit TBC. <strong>(*/ZE)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kabut-asap-semakin-pekat-prodi-ilmu-lingkungan-unp-ajak-masyarakat-gunakan-masker/">Kabut Asap Semakin Pekat, Prodi Ilmu Lingkungan UNP Ajak Masyarakat Gunakan Masker</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">14718</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/54 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-04 07:52:38 by W3 Total Cache
-->