<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Parenting Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/parenting/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/parenting/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 07 Mar 2024 05:43:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Parenting Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/parenting/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Ilmu Parenting: Cara Mengawal Tumbuh Kembang Anak</title>
		<link>https://langgam.id/ilmu-parenting-cara-mengawal-tumbuh-kembang-anak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Khairin Syafutri]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2024 01:10:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=198570</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk perkembangan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Salah satu faktor kunci yang dapat membantu orang tua dalam menjalankan peran ini dengan baik adalah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang ilmu parenting. Ilmu parenting adalah kumpulan pengetahuan, keterampilan, dan strategi yang dapat membantu orang tua dalam mendidik dan merawat anak-anak mereka dengan efektif. Apa itu Parenting? Parenting berasal dari bahasa Inggris dan merujuk pada proses keterampilan dalam mengasuh anak. Ini melibatkan interaksi antara orang tua dan cara mereka mengasuh anak. Pola pengasuhan orang tua dapat memengaruhi pendidikan anak, baik di lingkungan rumah maupun sekolah. Pentingnya ilmu</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ilmu-parenting-cara-mengawal-tumbuh-kembang-anak/">Ilmu Parenting: Cara Mengawal Tumbuh Kembang Anak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk perkembangan dan kesejahteraan anak-anak mereka. Salah satu faktor kunci yang dapat membantu orang tua dalam menjalankan peran ini dengan baik adalah memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang ilmu parenting. Ilmu parenting adalah kumpulan pengetahuan, keterampilan, dan strategi yang dapat membantu orang tua dalam mendidik dan merawat anak-anak mereka dengan efektif.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-apa-itu-parenting"><strong>Apa itu Parenting?</strong></h2>



<p>Parenting berasal dari bahasa Inggris dan merujuk pada proses keterampilan dalam mengasuh anak. Ini melibatkan interaksi antara orang tua dan cara mereka mengasuh anak. Pola pengasuhan orang tua dapat memengaruhi pendidikan anak, baik di lingkungan rumah maupun sekolah.</p>



<p>Pentingnya ilmu parenting tidak dapat diabaikan. Dunia begitu cepat berubah, tugas orang tua semakin kompleks dan menantang. Anak-anak kita tumbuh dalam tekanan dan tantangan, seperti teknologi yang terus berkembang, pergaulan yang semakin luas, dan tuntutan akademik yang tinggi. Dalam menghadapi semua ini, orang tua perlu memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tepat untuk membantu anak-anak mereka menghadapi dan mengatasi tantangan ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading" id="h-peran-ilmu-parenting"><strong>Peran Ilmu Parenting </strong></h2>



<p>Ilmu parenting membantu orang tua dalam memahami <a href="https://langgam.id/pola-asuh-anak-ini-akibat-orang-tua-tidak-kontrol-kebebasan-anak/">perkembangan anak-anak</a> mereka. Setiap tahap perkembangan memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Dengan memahami tahap perkembangan ini, orang tua dapat memberikan dukungan dan bimbingan yang sesuai. </p>



<p>Misalnya, pada tahap bayi, orang tua perlu memahami kebutuhan dasar seperti makan, tidur, dan perawatan fisik. Pada tahap balita, orang tua perlu memahami pentingnya memberikan batasan dan aturan yang jelas. Pada tahap remaja, orang tua perlu memahami pentingnya memberikan ruang untuk eksplorasi dan pengembangan identitas.<br></p>



<p>Selain itu, ilmu parenting juga membantu orang tua dalam mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dengan anak-anak mereka. Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting dalam membangun hubungan yang sehat dan saling percaya. Dengan memahami teknik komunikasi yang efektif, orang tua dapat menghindari konflik yang tidak perlu dan membangun hubungan yang harmonis dengan anak-anak mereka. </p>



<p>Ilmu parenting juga membantu orang tua dalam mengatasi tantangan dan masalah yang mungkin muncul dalam mendidik anak-anak. Tidak ada orang tua yang sempurna, dan setiap orang tua pasti menghadapi tantangan dan kesulitan dalam perjalanan mendidik anak-anak mereka. Dengan pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang ilmu parenting, pola asuh orang tua pasti dapat mengatasi tantangan ini dengan lebih baik. Mereka dapat mencari solusi yang efektif, mengambil keputusan yang bijaksana, dan menghadapi masalah dengan sikap yang positif. </p>



<p>Jadi, ilmu parenting adalah alat yang sangat penting bagi orang tua dalam menjalankan peran mereka dengan baik. Dengan memiliki pengetahuan dan pemahaman yang baik tentang ilmu parenting, orang tua dapat membantu anak-anak mereka tumbuh dan berkembang dengan baik. Mereka dapat memberikan dukungan yang tepat, mengembangkan hubungan yang sehat, dan mengatasi tantangan yang muncul dalam mendidik anak-anak mereka. Oleh karena itu, penting bagi setiap orang tua untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan ilmu parenting.</p>



<p><em>Penulis: <strong>Khairin Syafutri </strong>merupakan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Andalas</em></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ilmu-parenting-cara-mengawal-tumbuh-kembang-anak/">Ilmu Parenting: Cara Mengawal Tumbuh Kembang Anak</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">198570</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Ingin Mendaftarkan Anak ke Sekolah? Ajarkan 4 Skill Ini terlebih Dahulu</title>
		<link>https://langgam.id/ingin-mendaftarkan-anak-ke-sekolah-ajarkan-4-skill-ini-terlebih-dahulu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dina Audya]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Oct 2021 16:59:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=127802</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bagi orang tua, mempersiapkan anak mereka sebelum memasukkannya ke sekolah memanglah sangat penting Langgam.id &#8211; Bagi orang tua, kesehatan dan pendidikan anak memang sangat penting untuk diperhatikan, agar tidak muncul penyesalan di masa depan nanti. Apalagi bagi anak anak yang hendak memasuki sekolah tingkat pertama atau Taman Kanak-kanak (TK), dimana hal ini akan menjadi pengalaman baru bagi mereka. Baca juga: Bahaya Radiasi Komputer Berdampak Negatif Bagi Kesehatan Tak hanya mempersiapkan keperluan mereka, pihak orang tua juga harus melatih beberapa skill sebelum memasukkan mereka sekolah. Karena hal ini juga telah menjadi tanggung jawab orang tua, bukan hanya guru sekolah saja Berikut ini</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ingin-mendaftarkan-anak-ke-sekolah-ajarkan-4-skill-ini-terlebih-dahulu/">Ingin Mendaftarkan Anak ke Sekolah? Ajarkan 4 Skill Ini terlebih Dahulu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Bagi orang tua, mempersiapkan anak mereka sebelum memasukkannya ke sekolah memanglah sangat penting</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Bagi orang tua, kesehatan dan pendidikan anak memang sangat penting untuk diperhatikan, agar tidak muncul penyesalan di masa depan nanti.</p>
<p>Apalagi bagi anak anak yang hendak memasuki sekolah tingkat pertama atau Taman Kanak-kanak (TK), dimana hal ini akan menjadi pengalaman baru bagi mereka.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/bahaya-radiasi-komputer-berdampak-negatif-bagi-kesehatan/">Bahaya Radiasi Komputer Berdampak Negatif Bagi Kesehatan</a></strong></p>
<p>Tak hanya mempersiapkan keperluan mereka, pihak orang tua juga harus melatih beberapa skill sebelum memasukkan mereka sekolah. Karena hal ini juga telah menjadi tanggung jawab orang tua, bukan hanya guru sekolah saja</p>
<p>Berikut ini beberapa skill yang harus dilatih bagi seorang anak yang hendak masuk sekolah</p>
<h2>Skill dalam Mendengarkan</h2>
<p>Skill ini memang harus dilatih semenjak dini, agar sang anak bisa mendengarkan apapun penjelasan dari guru guru mereka.</p>
<p>Cara melatih skill ini sangat mudah, yakni dengan mengajak anak untuk mendengarkan sebuah cerita pendek ataupun membuat kerajinan bersama sama</p>
<h2>Skill Motorik</h2>
<p>Keterampilan semacam ini adalah dengan mengajarkan anak anak untuk memotong kertas, menggunakan sendok dan lain sebagainya.</p>
<p>Hal ini bertujuan untuk mempermudah guru dalam memberikan pelajaran lain kepada mereka.</p>
<h2>Skill Dasar</h2>
<p>Skill dasar ini bisa saja berupa buang air kecil sendiri, belajar mengikat sepatu sendiri, merapikan kotak nasi sendiri dan lain sebagainya.</p>
<p>Hal ini memang harus diajarkan lebih awal kepada anak, agar ia bisa langsung belajar mandiri dalam melakukan kegiatan hariannya.</p>
<h2>Sosialisasi</h2>
<p>Bersosialisasi memanglah sangat penting dilakukan oleh setiap orang, bahkan hal itu memang harus ditumbuhkan semenjak usia dini.</p>
<p>Hal ini dapat dilakukan dengan mengajaknya bermain dengan rekan seumuran di dekat rumah. Sehingga setelah ia terbiasa dengan teman dilingkungannya, ia pun juga akan terbiasa saat sudah masuk sekolah nanti.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/3-minuman-yang-tingkatkan-metabolisme-bantu-turunkan-berat-badan/">3 Minuman yang Tingkatkan Metabolisme Bantu Turunkan Berat Badan</a></strong></p>
<p>Itulah beberapa skill yang harus dilatih oleh orang tua untuk anak  mereka yang hendak masuk sekolah.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/ingin-mendaftarkan-anak-ke-sekolah-ajarkan-4-skill-ini-terlebih-dahulu/">Ingin Mendaftarkan Anak ke Sekolah? Ajarkan 4 Skill Ini terlebih Dahulu</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">127802</post-id>	</item>
		<item>
		<title>3 Tips yang Bisa Dilakukan Orang untuk Mendidik Anak yang Bersifat Cengeng</title>
		<link>https://langgam.id/3-tips-yang-bisa-dilakukan-orang-untuk-mendidik-anak-yang-bersifat-cengeng/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dina Audya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Oct 2021 20:01:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Gaya Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=129903</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang tua tentunya memiliki cara tersendiri dalam mengajari buah hati mereka, salah satunya mendidik anak yang memiliki sifat cengeng Langgam.id &#8211; Mendidik seorang anak yang masih berusia lima tahun ke bawah memang harus mengeluarkan tenaga yang lebih, karena di saat usia inilah rasa ingin tahu anak terhadap suatu hal cukup tinggi. Selain itu, tentunya anak memiliki bermacam sifat, salah satunya adalah cengeng. Hal ini tentunya akan membuat orang tua menjadi khawatir dengan sifat tersebut. Biasanya, munculnya sifat cengeng anak juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan, dimana banyak dari mereka yang terlalu memanjakan si anak, sehingga mereka akan merasa memberontak saat keinginannya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-tips-yang-bisa-dilakukan-orang-untuk-mendidik-anak-yang-bersifat-cengeng/">3 Tips yang Bisa Dilakukan Orang untuk Mendidik Anak yang Bersifat Cengeng</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Orang tua tentunya memiliki cara tersendiri dalam mengajari buah hati mereka, salah satunya mendidik anak yang memiliki sifat cengeng</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Mendidik seorang anak yang masih berusia lima tahun ke bawah memang harus mengeluarkan tenaga yang lebih, karena di saat usia inilah rasa ingin tahu anak terhadap suatu hal cukup tinggi.</p>
<p>Selain itu, tentunya anak memiliki bermacam sifat, salah satunya adalah cengeng. Hal ini tentunya akan membuat orang tua menjadi khawatir dengan sifat tersebut.</p>
<p>Biasanya, munculnya sifat cengeng anak juga bisa dipengaruhi oleh faktor lingkungan, dimana banyak dari mereka yang terlalu memanjakan si anak, sehingga mereka akan merasa memberontak saat keinginannya tersebut tidak terpenuhi.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/8-kebiasaan-orang-indonesia-yang-dianggap-kasar-di-luar-negeri/">8 Kebiasaan Orang Indonesia yang Dianggap Kasar di Luar Negeri</a></strong></p>
<p>Oleh karena itu, ada beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mendidik anak agar tidak memiliki sifat cengeng dalam dirinya.</p>
<p>Berikut rinciannya yang dikutip dari beberapa sumber.</p>
<h2>Memahami Sifat Anak</h2>
<p>Memahami sifat dan juga karakter dari anak memang harus dilakukan oleh orang tua, agar dapat menentukan tindakan apa yang harus mereka lakukan saat mengajari putra atau putri mereka tersebut.</p>
<p>Misalnya, seorang anak yang suka bersosialisasi dan anak yang lebih memilih bermain sendiri tentunya memiliki cara yang beda untuk mengajarinya.</p>
<p>Hal ini juga akan membuat orang tua lebih mudah untuk mendekatkan diri kepada anak, sehingga anak akan lebih tenang saat berada dengan kedua orang tuanya.</p>
<h2>Tidak Membuat Anak Terkejut</h2>
<p>Anak anak biasanya akan cenderung menangis saat mereka terkejut. Oleh karena itu, cobalah untuk bersikap tenang saat anak terjadi sesuatu pada anak. Misalnya saat mereka jatuh, jangan berteriak dan gegabah untuk mendekatinya, namun dekati ia secara perlahan dan ucapkan hal yang positif.</p>
<p>Teriakan dari orang tua akan membuatnya semakin takut dan cemas, sehingga wajar saja mereka akan langsung menangis setelah itu.</p>
<h2>Memperhatikan Lingkungan</h2>
<p>Anak anak akan cenderung meniru saat melihat sesuatu hal yang baru oleh mereka. Oleh karena itu cobalah untuk memperhatikan lingkungan anak.</p>
<p>Biasanya saat mereka melihat teman sebaya sering menangis untuk hal yang biasa, secara spontan hal tersebut juga akan membuat mereka terpengaruh.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/jangan-tidur-dengan-lampu-menyala-ini-5-bahayanya/">Jangan Tidur dengan Lampu Menyala, Ini 5 Bahayanya</a></strong></p>
<p>Tak hanya itu, perhatikan juga tayangan dari televisi yang di tonton oleh anak, dimana orang tua harus bertanggung jawab untuk memberikan penjelasan terkait hal yang boleh ditiru dan juga tidak.</p>
<p>Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan oleh orang tua, untuk mendidik anak agar tidak memiliki sifat cengeng dalam dirinya</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/3-tips-yang-bisa-dilakukan-orang-untuk-mendidik-anak-yang-bersifat-cengeng/">3 Tips yang Bisa Dilakukan Orang untuk Mendidik Anak yang Bersifat Cengeng</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">129903</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kerap Bentak Anak, Ini 5 Dampak Buruk yang Dapat Terjadi</title>
		<link>https://langgam.id/kerap-bentak-anak-ini-5-dampak-buruk-yang-dapat-terjadi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Putri Radila]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2021 00:00:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=116333</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Setiap orang tua memiliki cara masing-masing dalam mendidik dan mendisiplinkan buah hatinya. Ada yang menggunakan cara halus, namun ada pula dengan cara keras, seperti membentak anak. Beberapa orang tua beranggapan bahwa menegur anak dengan cara membentaknya akan membuat anak lebih mudah menurut. Namun ternyata hal itu, justru akan memberikan dampak yang buruk terhadap diri anak. Anak yang kerap mendapat bentakan dari orang tuanya akan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang menutup diri. Hal itu juga dapat mempengaruhi emosi sang anak saat tumbuh dewasa dan membuatnya menjadi pribadi yang pemarah dan tidak percaya diri. Tak hanya itu dirangkum dari beberapa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kerap-bentak-anak-ini-5-dampak-buruk-yang-dapat-terjadi/">Kerap Bentak Anak, Ini 5 Dampak Buruk yang Dapat Terjadi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211; </strong>Setiap orang tua memiliki cara masing-masing dalam mendidik dan mendisiplinkan buah hatinya. Ada yang menggunakan cara halus, namun ada pula dengan cara keras, seperti membentak anak.</p>
<p>Beberapa orang tua beranggapan bahwa menegur anak dengan cara membentaknya akan membuat anak lebih mudah menurut. Namun ternyata hal itu, justru akan memberikan dampak yang buruk terhadap diri anak.</p>
<p>Anak yang kerap mendapat bentakan dari orang tuanya akan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang menutup diri. Hal itu juga dapat mempengaruhi emosi sang anak saat tumbuh dewasa dan membuatnya menjadi pribadi yang pemarah dan tidak percaya diri.</p>
<p>Tak hanya itu dirangkum dari beberapa sumber, berikut beberapa dampak buruk yang akan dialami anak jika orang tua kerap bentak anak.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/ini-5-posisi-tahi-lalat-yang-dianggap-datangkan-keberuntungan/">Ini 5 Posisi Tahi Lalat yang Dianggap Datangkan Keberuntungan</a></strong></p>
<h2>Kurang Percaya Diri</h2>
<p><img data-recalc-dims="1" fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-116338" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak4-Langgam.id_.jpg?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="800" height="475" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak4-Langgam.id_.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak4-Langgam.id_.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak4-Langgam.id_.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak4-Langgam.id_.jpg?resize=750%2C445&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Hal ini bisa terjadi karena anak takut melakukan kesalahan yang membuat orang tuanya marah. Anak tidak akan berani melakukan hal baru karena menganggap bahwa dirinya tidak akan mampu melakukan hal tersebut.</p>
<p>Hal itu semakin diperkuat dengan rasa takut akan kembali dibentak oleh orang tuanya jika melakukan kesalahan.</p>
<h2>Merasa Tidak Disayang</h2>
<p><img data-recalc-dims="1" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-116340" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak6-Langgam.id_.jpg?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="800" height="475" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak6-Langgam.id_.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak6-Langgam.id_.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak6-Langgam.id_.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak6-Langgam.id_.jpg?resize=750%2C445&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Bentakan bisa diartikan sebagai salah satu luapan emosi yang dilakukan oleh seseorang. Anak yang kerap dibentak oleh orang tuanya akan menganggap bahwa dirinya tidak disayang atau dicinta.</p>
<p>Bahkan ada pula anak yang akan menganggap orang tuanya sebagai musuh lantaran merasa diperlakukan tidak baik dengan cara dibentak.</p>
<h2>Membuat Anak Depresi</h2>
<p><img data-recalc-dims="1" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-116336" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak2-Langgam.id_.jpg?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="800" height="475" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak2-Langgam.id_.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak2-Langgam.id_.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak2-Langgam.id_.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak2-Langgam.id_.jpg?resize=750%2C445&amp;ssl=1 750w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Beberapa penelitan menjelaskan bahwa anak yang tumbuh dengan didikan keras, seperti bentakan dari orang tua akan rentan mengalami depresi.</p>
<p>Pasalnya, anak akan mudah merasa cemas karena mendapat perlakukan yang kurang baik dari orang tuanya. Perasaan cemas ini jika terus berlanjut dapat mengganggu kesehatan mental sang anak.</p>
<h2>Tidak Konsentrasi Belajar</h2>
<p><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-116335" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak1-Langgam.id_.jpg?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="800" height="475" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak1-Langgam.id_.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak1-Langgam.id_.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak1-Langgam.id_.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak1-Langgam.id_.jpg?resize=750%2C445&amp;ssl=1 750w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Rasa cemas dan takut yang dirasakan setelah dibentak oleh orang tua, membuat anak akan kehilangan konsentrasinya, terutama pada saat belajar.</p>
<p>Hal ini dikarenakan otak mendeteksi adanya ancaman karena perubahan suasana yang berbeda di sekitar anak. Perasaan cemas juga dapat meningkatkan kerja jantung, dan membuat anak sulit untuk berkonsentrasi.</p>
<h2>Mudah Marah</h2>
<p><img data-recalc-dims="1" loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter size-full wp-image-116339" src="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak5-Langgam.id_.jpg?resize=800%2C475&#038;ssl=1" alt="Lampiran Gambar" width="800" height="475" srcset="https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak5-Langgam.id_.jpg?w=800&amp;ssl=1 800w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak5-Langgam.id_.jpg?resize=300%2C178&amp;ssl=1 300w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak5-Langgam.id_.jpg?resize=768%2C456&amp;ssl=1 768w, https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2021/07/Ilustrasi-orang-tua-bentak-anak5-Langgam.id_.jpg?resize=750%2C445&amp;ssl=1 750w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p>Kebanyakan anak menjadikan orang tua sebagai contoh utama dalam menjalani kehidupan. Tak sedikit, anak yang tumbuh dari didikan yang keras akan memiliki pribadi yang mudah emosi saat dewasa kelak.</p>
<p>Sebab, mereka akan meniru perilaku yang pernah dilakukan orang tuanya semasa kecil.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kerap-bentak-anak-ini-5-dampak-buruk-yang-dapat-terjadi/">Kerap Bentak Anak, Ini 5 Dampak Buruk yang Dapat Terjadi</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">116333</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/66 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-21 13:43:07 by W3 Total Cache
-->