<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Mikroplastik Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/mikroplastik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/mikroplastik/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 Jul 2025 06:38:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Mikroplastik Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/mikroplastik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Mikroplastik Di Perarian Nusantara : Saatnya Mencontoh Swedia Dari Level Daerah</title>
		<link>https://langgam.id/mikroplastik-di-perarian-nusantara-saatnya-mencontoh-swedia-dari-level-daerah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2025 06:38:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Palanta]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=229941</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh : Aldhy Darza Yustika Pencemaran mikroplastik di Indonesia bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan sudah menjadi masalah lintas sektor yang menyentuh kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan sumber daya alam. Penelitian LIPI pada 2021 menunjukkan bahwa hampir semua perairan di Indonesia, termasuk Danau Toba, Laut Jawa, hingga Selat Makassar, telah tercemar mikroplastik dalam berbagai bentuk. Namun, penanganannya masih terlalu tersentralisasi dan belum terimplementasi kuat di tataran daerah. Padahal, solusi jangka panjang sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah. Negara seperti Swedia telah membuktikan bahwa keberhasilan pengelolaan mikroplastik justru dimulai dari kebijakan lokal yang konsisten dan terintegrasi. Swedia menerapkan sistem decentralized waste</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mikroplastik-di-perarian-nusantara-saatnya-mencontoh-swedia-dari-level-daerah/">Mikroplastik Di Perarian Nusantara : Saatnya Mencontoh Swedia Dari Level Daerah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Oleh : Aldhy Darza Yustika</strong><strong></strong></p>



<p>Pencemaran mikroplastik di Indonesia bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan sudah menjadi masalah lintas sektor yang menyentuh kesehatan, ekonomi, dan keberlanjutan sumber daya alam. Penelitian LIPI pada 2021 menunjukkan bahwa hampir semua perairan di Indonesia, termasuk Danau Toba, Laut Jawa, hingga Selat Makassar, telah tercemar mikroplastik dalam berbagai bentuk. </p>



<p>Namun, penanganannya masih terlalu tersentralisasi dan belum terimplementasi kuat di tataran daerah. Padahal, solusi jangka panjang sangat bergantung pada peran aktif pemerintah daerah. Negara seperti Swedia telah membuktikan bahwa keberhasilan pengelolaan mikroplastik justru dimulai dari kebijakan lokal yang konsisten dan terintegrasi.</p>



<p>Swedia menerapkan sistem <em>decentralized waste management</em>, di mana setiap pemerintah kota dan daerah memiliki wewenang besar untuk mengelola limbah, termasuk plastik. Mereka menjalankan skema <em>Extended Producer Responsibility</em>&nbsp;(EPR) dan memperkuat pemilahan sampah sejak dari rumah tangga. Misalnya, Kota Malmö dan Gothenburg memiliki sistem daur ulang berbasis wilayah, yang mengatur pemilahan, pengumpulan, dan pengolahan sampah secara mandiri dan efisien. Pendekatan lokal ini tidak hanya mengurangi limbah plastik, tetapi juga mencegah mikroplastik masuk ke lingkungan melalui sistem pengolahan air dan limbah yang terintegrasi.</p>



<p>Di Indonesia, sebagian daerah sebenarnya sudah mulai mengembangkan kebijakan pengurangan plastik. Kota Denpasar, misalnya, telah melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai sejak 2019 melalui Perwali No. 36 Tahun 2018. Surabaya dan Banjarmasin juga menerapkan kebijakan serupa. Namun, langkah-langkah ini masih terbatas pada plastik makro dan belum menyentuh aspek mikroplastik yang tersembunyi namun berbahaya. Salah satu tantangan terbesar di tataran daerah adalah belum adanya regulasi spesifik terkait mikroplastik, serta kurangnya kapasitas pemantauan dan teknologi pengolahan limbah halus.</p>



<p>Pemerintah daerah memiliki potensi besar untuk menjadi pelopor pengendalian mikroplastik, asalkan ada political will, dukungan regulasi, dan keterlibatan komunitas. Regulasi daerah bisa mencakup pelarangan produk rumah tangga yang mengandung mikroplastik (seperti sabun dan kosmetik), kewajiban pemisahan sampah organik dan anorganik, serta pembangunan fasilitas pengolahan limbah cair yang mampu menyaring partikel mikro. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan LSM sangat penting untuk riset lokal dan sosialisasi kepada masyarakat.&nbsp;Sehingga anggaran yang ada pada pemerintah itu dapat dialokasikan dengan dampak yang lebih nyata</p>



<p>Penting pula untuk menanamkan literasi lingkungan sejak dini di sekolah-sekolah daerah. Swedia, misalnya, mewajibkan pendidikan lingkungan hidup dalam kurikulum dasar, yang menjadi fondasi kesadaran ekologis warga negaranya. Hal serupa bisa dilakukan oleh dinas pendidikan di tingkat kabupaten atau kota, sehingga generasi muda tidak hanya tahu bahaya mikroplastik, tetapi juga terdorong untuk menjadi agen perubahan.&nbsp;Begitupula dengan Mahasiswa yang sudah memiliki basis keilmuan terkait hal itu dapat diberdayakan dengan maksimal, sekaligus menjadi lahan praktikum bagi mereka untuk menerapkan keilmuanya secara berdampak kepada Nusa dan Bangsa.</p>



<p>Sebagai negara maritim, Indonesia tidak bisa lagi menunda tindakan. Mikroplastik bukan hanya merusak ekosistem laut, tapi juga masuk ke rantai makanan manusia. Jika pemerintah daerah terus menunggu langkah dari pusat, maka kita akan kehilangan waktu berharga untuk menyelamatkan lingkungan lokal yang menjadi penopang hidup warganya. </p>



<p>Sudah saatnya pemda menjadi penggerak utama, bukan sekadar pelaksana kebijakan nasional. Belajar dari Swedia, pendekatan lokal yang berbasis data, teknologi terjangkau, dan partisipasi publik terbukti lebih efektif dalam jangka panjang. Indonesia memiliki banyak potensi lokal, tinggal bagaimana daerah diberi ruang, sumber daya, dan kepercayaan untuk mengelola persoalan ini dari akarnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/mikroplastik-di-perarian-nusantara-saatnya-mencontoh-swedia-dari-level-daerah/">Mikroplastik Di Perarian Nusantara : Saatnya Mencontoh Swedia Dari Level Daerah</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">229941</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Paparkan Bahaya Mikroplastik yang Ditemukan di Sungai Kota Padang</title>
		<link>https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-paparkan-bahaya-mikroplastik-yang-ditemukan-di-sungai-kota-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 May 2022 11:55:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspedisi Sungai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan adanya mikroplastik dalam sungai di Padang. Langgam.id &#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan dua sungai utama di Kota Padang, Batang Arau dan Batang Kuranji tercemar mikroplastik. Bahkan, berdasarkan penelusuran tim ekspedisi, Batang Arau merupakan sungai yang paling parah terpapar mikroplastik di sepanjang pantai Barat Sumatra. Sementara, Batang Kuranji juga termasuk sungai yang terdapat kandungan mikroplastik cukup tinggi, 144 partikel mikroplastik dalam 100 liter airnya. Padahal, kata tim ekspedisi yang juga Direktur Eksekutif Ecological Observation &#38; Wetland Conservation (Ecoton), lembaga riset lahan basah dan lingkungan, Prigi</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-paparkan-bahaya-mikroplastik-yang-ditemukan-di-sungai-kota-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Paparkan Bahaya Mikroplastik yang Ditemukan di Sungai Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan adanya mikroplastik dalam sungai di Padang.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara menemukan dua sungai utama di Kota Padang, Batang Arau dan Batang Kuranji tercemar mikroplastik. Bahkan, berdasarkan penelusuran tim ekspedisi, Batang Arau merupakan sungai yang paling parah terpapar mikroplastik di sepanjang pantai Barat Sumatra.</p>
<p>Sementara, Batang Kuranji juga termasuk sungai yang terdapat kandungan mikroplastik cukup tinggi, 144 partikel mikroplastik dalam 100 liter airnya. Padahal, kata tim ekspedisi yang juga Direktur Eksekutif Ecological Observation &amp; Wetland Conservation (Ecoton), lembaga riset lahan basah dan lingkungan, Prigi Arisandi, air Batang Kuranji dijadikan bahan baku oleh PDAM Kota Padang.</p>
<p>Dalam diskusi yang diselenggarakan di sekretariat Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumbar, Jumat (13/5/2022), tim ekspedisi yang akan mengunjungi 68 sungai di seluruh Indonesia itu memaparkan bahaya mikroplastik bagi manusia dan biota air.</p>
<p>Menurut Prigi, ukuran mikroplastik yang seukuran plankton (kurang dari lima mm) dapat termakan oleh biota air seperti ikan. &#8220;Dan ikan akan berakhir dikonsumsi manusia, mikroplastik dalam ikan akan mengendap dalam tubuh manusia yang memakan ikan,&#8221; ujar Prigi, Jumat (13/5/2022).</p>
<p>Bahaya mikroplastik yang tidak kalah mencemaskan, sebut Prigi, yaitu sifatnya yang dapat mengikat pada molekul air. &#8220;Ukuran dan berat mikroplastik yang kecil bisa masuk ke siklus hidrologi dan nantinya dapat berpindah lewat perantara hujan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lalu, berdasarkan studi terbaru, ditemukan perpindahan mikroplastik ke lokasi yang minim aktivitas manusia, seperti di pegunungan bahkan di kutub utara.</p>
<p>Penerima penghargaan <a href="https://www.goldmanprize.org/recipient/prigi-arisandi/">Goldman Environmental Prize 2011 </a>yang disebut-sebut sebagai nobel pejuang lingkungan ini mengatakan, efek kontaminasi mikroplastik bagi manusia dapat memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Tidak hanya itu, efek mikroplastik juga dapat memicu penurunan IQ pada manusia.</p>
<p>&#8220;Secara kimiawi, dapat melepaskan zat-zat kimia dan menstransfernya dalam tubuh, seperti senyawa pengganggu hormon yang bisa mengganggu kehamilan, berat lahir kurang, asma dan kanker prostat,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Temuan Ecoton di sungai Bengawan Solo pada 2021 (lihat Ekspedisi 3 Sungai), ikan yang ada di muara sungai itu terkontaminasi mikroplastik. Mikroplastik yang mengendap dalam tubuh ikan itu berasal dari <em>polimer polyester</em> (PE).</p>
<p>&#8220;Ini adalah bahan yang digunakan untuk kemasan produk-produk kosmetik dan sabun pembersih,&#8221; ungkap Prigi.</p>
<p>Lalu, penelitian Ecoton pada 2021 terhadap 102 responden, lanjut Prigi, seluruhnya terkontaminasi mikroplastik. &#8220;Rata-rata dari temuan itu, terdapat 17,5 partikel mikroplastik,&#8221; paparnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/jadi-bahan-baku-pdam-air-batang-kuranji-padang-juga-tercemar-mikroplastik/">Jadi Bahan Baku PDAM, Air Batang Kuranji Padang Juga Tercemar Mikroplastik</a></strong></p>
<p>Prigi melanjutka, mikroplastik tidak hanya bisa tersebar lewat air atau makanan yang dikonsumsi manusia. Mengacu pada riset LIPI dalam rentang Maret 2018-Februari 2019, misalnya, udara di DKI Jakarta mengandung mikroplastik sebanyak 3-40 partikel/m2.</p>
<p>&#8220;Kondisi pencemaran ini dapat masuk melalui sistem pernapasan yang dibuktikan dengan adanya temuan mikroplastik pada paru-paru manusia,&#8221; katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-paparkan-bahaya-mikroplastik-yang-ditemukan-di-sungai-kota-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Paparkan Bahaya Mikroplastik yang Ditemukan di Sungai Kota Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Batang Arau Paling Tercemar di Pesisir Barat Sumatra, Walhi Sumbar Minta Segera Dipulihkan</title>
		<link>https://langgam.id/batang-arau-paling-tercemar-di-pesisir-barat-sumatra-walhi-sumbar-minta-segera-dipulihkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 May 2022 11:41:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Arau]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Arau Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspedisi Sungai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155579</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Batang Arau sungai paling terkontaminasi mikroplastik di Pesisir Barat Sumatra. Langgam.id &#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara mengungkapkan bahwa Batang Arau merupakan sungai yang paling terkontaminasi mikroplastik di pesisir barat Sumatra. Hal itu diketahui setelah tim menelusuri sejumlah sungai dari selatan di Provinsi Lampung, Bengkulu hingga Sumbar. &#8220;Sejauh ini di sini (Batang Arau-red) yang paling tinggi kandungan mikroplastiknya di pesisir barat Sumatra. 420 partikel mikroplastik ditemukan dalam 100 liter air,&#8221; ujar Peneliti Ecoton, Prigi Arisandi di Padang, Rabu (11/5/2022). Menanggapi temuan itu, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Sumbar Tommy Adam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/batang-arau-paling-tercemar-di-pesisir-barat-sumatra-walhi-sumbar-minta-segera-dipulihkan/">Batang Arau Paling Tercemar di Pesisir Barat Sumatra, Walhi Sumbar Minta Segera Dipulihkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Batang Arau sungai paling terkontaminasi mikroplastik di Pesisir Barat Sumatra.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara mengungkapkan bahwa Batang Arau merupakan sungai yang paling terkontaminasi mikroplastik di pesisir barat Sumatra. Hal itu diketahui setelah tim menelusuri sejumlah sungai dari selatan di Provinsi Lampung, Bengkulu hingga Sumbar.</p>
<p>&#8220;Sejauh ini di sini (Batang Arau-red) yang paling tinggi kandungan mikroplastiknya di pesisir barat Sumatra. 420 partikel mikroplastik ditemukan dalam 100 liter air,&#8221; ujar Peneliti Ecoton, Prigi Arisandi di Padang, Rabu (11/5/2022).</p>
<p>Menanggapi temuan itu, Kepala Divisi Advokasi dan Kampanye Walhi Sumbar Tommy Adam meminta adanya upaya pemulihan di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Arau. &#8220;Karena di sini banyak masyarakat yang menggantungkan hidup dari sungai,&#8221; ujar Tommy kepada <em>langgam.id</em>, Rabu (11/5/2022).</p>
<p>Tommy menilai, persoalan sampah di DAS Batang Arau bukan masalah baru dan sudah terjadi sejak lama. Namun, sampai saat ini, kata Tommy, pemerintah dan sejumlah dinas terkait belum mengeluarkan kebijakan untuk menyelamatkan Batang Arau.</p>
<p>&#8220;Harapan kita sejak lama yaitu pemerintah memprioritaskan penanganan timbulan sampah karena tidak hanya merusak keindahan sungai, tetapi juga berdampak pada kesehatan manusia,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dikatakan Tommy, Walhi Sumbar juga akan terus mendorong dan mengadvokasi agar Pemko Padang untuk segera mengeluarkan Perda soal larangan menggunakan plastik sekali pakai di tengah masyarakat.</p>
<p>&#8220;Walhi sudah mendorong Perda agar bisa mengakomodir sampah. Untuk DAS Batang Arau, sudah dilakukan koordinasi dengan DLH dan Dinas PU supaya jadi prioritas untuk dibersihkan,&#8221; ucapnya.</p>
<p>Namun, lanjut Tommy, kegiatan pembersihan sungai secara insidentil tidak akan menyelesaikan persoalan sampah di sungai itu. Katanya, harus ada kebijakan yang tegas dari sektor hilir hingga hulu, mulai dari pengurangan sampah, edukasi masyarakat dan penanganan oleh pemerintah.</p>
<p>&#8220;Batang Arau merupakan yang paling tercemar, mulai dari hulu hingga ke hilir, semua limbah rumah tangga berakhir di sungai itu. Kami melihat harus ada upaya serius pemulihan Batang Arau oleh pemerintah,&#8221; tegasnya.</p>
<h3>Pemko Padang Dinilai Gagal Kelola Sampah</h3>
<p>Sementara, Peneliti Senior Ecoton Prigi Arisandi menelusuri penyebab banyaknya masyarakat yang membuang sampah ke Batang Arau lantaran minimnya fasilitas yang disediakan pemerintah. &#8220;Pemkot Padang telah gagal dalam mengelola sampah yang dihasilkan warganya,&#8221; ujar Prigi.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/batang-arau-paling-tercemar-di-pesisir-barat-sumatra-walhi-sumbar-minta-segera-dipulihkan/">Batang Arau Paling Tercemar di Pesisir Barat Sumatra, Walhi Sumbar Minta Segera Dipulihkan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155579</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Minta Pemko Padang Buat Aturan Penggunaan Plastik Sekali Pakai</title>
		<link>https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-minta-pemko-padang-buat-aturan-penggunaan-plastik-sekali-pakai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 May 2022 06:36:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Arau Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspedisi Sungai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155530</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Tim Ekspedisi Sungai Nusantara minta Pemko Padang buat aturan penggunaan plastik sekali pakai. Langgam.id &#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara mendesak Pemerintah Kota Padang untuk segera membuat regulasi soal larangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Hal itu didasari atas temuan mikroplastik di Sungai Batang Arau, Kota Padang. Temuan Tim Ekspedisi Sungai Nusantara yang diinisiasi Ecoton di Batang Arau Padang, dari 100 liter air yang diambil, ada 420 partikel mikroplastik. Pengambilan sampel dan pengujian itu dilakukan pada Selasa (10/5/2022). “Kita juga mendeteksi keberadaan klorin (zat besi) dan fosfat (limbah laundry) yang sangat</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-minta-pemko-padang-buat-aturan-penggunaan-plastik-sekali-pakai/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Minta Pemko Padang Buat Aturan Penggunaan Plastik Sekali Pakai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Tim Ekspedisi Sungai Nusantara minta Pemko Padang buat aturan penggunaan plastik sekali pakai.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara mendesak Pemerintah Kota Padang untuk segera membuat regulasi soal larangan penggunaan sampah plastik sekali pakai. Hal itu didasari atas temuan mikroplastik di Sungai Batang Arau, Kota Padang.</p>
<p>Temuan Tim Ekspedisi Sungai Nusantara yang diinisiasi Ecoton di Batang Arau Padang, dari 100 liter air yang diambil, ada 420 partikel mikroplastik. Pengambilan sampel dan pengujian itu dilakukan pada Selasa (10/5/2022).</p>
<p>“Kita juga mendeteksi keberadaan klorin (zat besi) dan fosfat (limbah laundry) yang sangat tinggi,” ujar Peneliti Senior Ecoton, Prigi Arisandi.</p>
<p>Menurut Prigi, banyaknya sampah plastik di Batang Arau, menandakan Pemko Padang gagal dalam mengelola sampah. Di sisi lain, warga juga tidak dapat disalahkan secara sepihak, karena membuang sampah ke sungai.</p>
<p>Berdasarkan penelusuran tim ekspedisi, menurut Prigi, keberadaan bak sampah di sepanjang pemukiman di pinggiran Batang Arau tak memadai. Selain membuat regulasi, menurutnya, Pemko harus menyediakan fasiltas bak sampah agar warga tak membuang sampah ke sungai.</p>
<p>Selain mendesak ketegasan pemerintah, Prigi juga meminta produsen produk rumah tangga untuk mengelola sampah yang mereka hasilkan. “Perusahaan punya tanggung jawab untuk mengelola sampah dari produk yang mereka hasilkan agar tidak mencemari lingkungan,” ucap Prigi saat aksi bersama sejumlah aktivis lingkungan di Muara Batang Arau, Rabu (11/5/2022).</p>
<p>Kemudian, berdasarkan brand audit, Prigi juga menemukan lima perusahaan penyumbang sampah sachet terbanyak.</p>
<p>“Industri-industri besar membiarkan sampah residu yang tak bisa didaur ulang mencemari lingkungan, seperti Unilever, Indofood, Danone, Mayora dan Wings. Mereka harus men-redisain packaging produk agar tidak menyumbang plastik,” paparnya.</p>
<p>“Jadi PR besar tidak hanya melarang penggunaan plastik sekali pakai, tetapi juga mendorong perusahaan untuk mengurangi sachet sekali pakai,” imbuhnya.</p>
<p>Lalu, Prigi mengingatkan, bahwa sampah yang dibuang akan menjadi bumerang bagi manusia. Sebab, mikroplastik akan mengendap dalam tubuh manusia lewat ikan yang dikonsumsi.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/peneliti-temukan-420-partikel-mikroplastik-dalam-100-liter-air-batang-arau-padang/">Peneliti Temukan 420 Partikel Mikroplastik dalam 100 Liter Air Batang Arau Padang</a></strong></p>
<p>“Mikroplastik akan bermuara di lautan dan mengendap dalam ikan. Ikan akan dimakan sebagai sumber protein. Waspadalah. Waspadalah. Waspadalah,” katanya.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-minta-pemko-padang-buat-aturan-penggunaan-plastik-sekali-pakai/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Minta Pemko Padang Buat Aturan Penggunaan Plastik Sekali Pakai</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155530</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Peneliti Temukan 420 Partikel Mikroplastik dalam 100 Liter Air Batang Arau Padang</title>
		<link>https://langgam.id/peneliti-temukan-420-partikel-mikroplastik-dalam-100-liter-air-batang-arau-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 12:41:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Arau Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspedisi Sungai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Sampel Mikroplastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155496</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ditemukan 420 partikel mikroplastik dalam 100 liter air di Batang Arau, Kota Padang. Langgam.id -Tim ekspedisi Sungai Nusantara menemukan 420 partikel mikroplastik dalam 100 liter air di Sungai Batang Arau, Kota Padang. Partikel-partikel mikroplastik itu berukuran 1000-2.500 mikron dengan jenis fiber dan filamen. Pengambilan sampel dilakukan pada Selasa (10/5/2022) pukul 16.14 WIB. Selain tercemar mikroplastik, tim ekspedisi juga menemukan fakta bahwa kandungan zat besi di Batang Arau mencapai angka 0,45. “Ini tiga kali lipat di atas baku mutu kualitas air sungai,” ujar Peneliti Ecoton, Prigi Arisandi kepada awak media, Selasa</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peneliti-temukan-420-partikel-mikroplastik-dalam-100-liter-air-batang-arau-padang/">Peneliti Temukan 420 Partikel Mikroplastik dalam 100 Liter Air Batang Arau Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Ditemukan 420 partikel mikroplastik dalam 100 liter air di Batang Arau, Kota Padang.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>-Tim ekspedisi Sungai Nusantara menemukan 420 partikel mikroplastik dalam 100 liter air di Sungai Batang Arau, Kota Padang. Partikel-partikel mikroplastik itu berukuran 1000-2.500 mikron dengan jenis fiber dan filamen.</p>
<p>Pengambilan sampel dilakukan pada Selasa (10/5/2022) pukul 16.14 WIB. Selain tercemar mikroplastik, tim ekspedisi juga menemukan fakta bahwa kandungan zat besi di Batang Arau mencapai angka 0,45.</p>
<p>“Ini tiga kali lipat di atas baku mutu kualitas air sungai,” ujar Peneliti Ecoton, Prigi Arisandi kepada awak media, Selasa (10/5/2022).</p>
<p>Menurut  Prigi, fiber tersebut berasal dari textil atau polyester yang lepas tercabut dari plastik. Adapun filamen berasal dari pecahan kresek bening dan plastik sachet produk rumah tangga.</p>
<p>Saat mengambil sampel air di Sungai Batang Arau, tim ekpedisi juga memetakan sebaran sampah produk yang ada di sungai itu. &#8220;Dari audit brand yang kita lakukan, ada 38 jenis produk penyumbang mikroplastik di Batang Arau,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Dikatakan Prigi, krisis sampah plastik akan mencapai titik klimaks dalam tiga dekade ke depan. “Kajian mengatakan, di tahun 2050, jumlah sampah plastik di lautan akan lebih banyak dari jumlah ikan,” jelasnya.</p>
<p>Sementara itu, peneliti Ecoton lainnya yang juga ikut dalam ekspedisi Sungai Nusantara, Amiruddin Muttaqin menyebutkan, bahwa perusahaan harus bertanggung jawab dalam Pengurangan Sampah Oleh Produsen atau <em>Extended Producer Responsibility</em> (EPR).</p>
<p>Kata dia, produsen diharuskan untuk mengirimkan dokumen perencanaan pengurangan sampah dengan tujuan mencapai target pengurangan sampah oleh produsen sebesar 30 persen. “Produsen punya tanggung jawab atas kemasan atau barang yang diproduksinya,” ujar Amiruddin.</p>
<p>Terkait hal itu, sebut Amiruddin, juga telah ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 tentang Sampah Rumah Tangga. Dalam peraturan tersebut, disebutkan bahwa produsen wajib untuk bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan.</p>
<p>Mikroplastik yang mencemari air sungai, kata Amiruddin, sangat berbahaya bagi manusia dan dapat memicu kanker. Serpihan plastik akan tersebar di laut dan menyatu dengan ikan yang dikonsumsi manusia.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-uji-mikroplastik-di-batang-arau-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Uji Mikroplastik di Batang Arau Padang</a></strong></p>
<p>&#8220;Tidak hanya lewat air, mikroplastik juga bisa menyebar lewat udara dari hasil pembakaran sampah,&#8221; katanya.</p>
<p>Tidak hanya di Batang Arau, berdasarkan sejumlah penelitian yang dihimpun oleh Ecoton, sejumlah titik di sepanjang pantai Sumbar tercemar mikroplastik. Seperti di Pesisir Bungus Teluk Kabung, Batang Kuranji dan Pesisir Kota Pariaman.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/peneliti-temukan-420-partikel-mikroplastik-dalam-100-liter-air-batang-arau-padang/">Peneliti Temukan 420 Partikel Mikroplastik dalam 100 Liter Air Batang Arau Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155496</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Uji Mikroplastik di Batang Arau Padang</title>
		<link>https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-uji-mikroplastik-di-batang-arau-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nandito Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 May 2022 11:17:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Batang Arau Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Ekspedisi Sungai Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Mikroplastik]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai]]></category>
		<category><![CDATA[Uji Sampel Mikroplastik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155494</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hasil sementara pengecekan sample, diperkirakan Batang Arau mengandung mikroplastik. Langgam.id &#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara melakukan uji mikroplastik di Sungai Batang Arau, Kota Padang, Selasa (10/5/2022). Dari hasil pengecekan sampel air Batang Arau, tim ekspedisi mengindikasikan sungai itu mengandung mikroplastik. Dari pengecekan di lapangan, tim ekspedisi yang terdiri dari dua orang peneliti senior Ecoton, Prigi Arisandi dan Amiruddin Muttaqin menemukan banyaknya sampah plastik di Batang Arau. “Ada lebih kurang 40 merek produk dari hasil audit brand perusahaan yang tidak mengelola sampah produk mereka,” ujar Amiruddin. Menurut Amiruddin, perusahaan sebenarnya memiliki</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-uji-mikroplastik-di-batang-arau-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Uji Mikroplastik di Batang Arau Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Hasil sementara pengecekan sample, diperkirakan Batang Arau mengandung mikroplastik.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id </strong>&#8211; Tim Ekspedisi Sungai Nusantara melakukan uji mikroplastik di Sungai Batang Arau, Kota Padang, Selasa (10/5/2022). Dari hasil pengecekan sampel air Batang Arau, tim ekspedisi mengindikasikan sungai itu mengandung mikroplastik.</p>
<p>Dari pengecekan di lapangan, tim ekspedisi yang terdiri dari dua orang peneliti senior Ecoton, Prigi Arisandi dan Amiruddin Muttaqin menemukan banyaknya sampah plastik di Batang Arau.</p>
<p>“Ada lebih kurang 40 merek produk dari hasil audit brand perusahaan yang tidak mengelola sampah produk mereka,” ujar Amiruddin.</p>
<p>Menurut Amiruddin, perusahaan sebenarnya memiliki tanggung jawab agar sampah plastik tidak mencemari sungai. “Setiap perusahaan itu punya tanggung jawab mengelola sampah yang mereka hasilkan. Tapi selama ini selalu dibiarkan tanpa ada sanksi yang tegas,” ungkapnya.</p>
<p>Untuk melihat secara detail adanya kandungan mikroplastik di Batang Arau, kata Amiruddin, harus diuji di laboratorium.</p>
<p>&#8220;Nanti setelah ada hasil lab, baru akan kita ketahui seberapa tercemarnya sungai Batang Arau oleh mikroplastik,” jelasnya.</p>
<p>Batang Arau, sebut Amiruddin, merupakan sungai ke-15 yang dikunjungi dalam ekspedisi Sungai Nusantara. Dalam ekspedisi, mereka mengendarai sepeda motor dan akan meneliti kualitas air di 68 sungai yang tersebar di Sumatra hingga Papua.</p>
<p>Dari 15 sungai yang sudah diteliti, semuanya masuk dalam kategori tercemar. “Ada yang tercemar karena limbah plastik, pertambangan dan limbah kimia industri,” paparnya.</p>
<p>Diketahui, Ekspedisi Sungai Nusantara merupakan kegiatan yang diinisaisi oleh Ecoton, sebuah lembaga riset yang konsen terhadap konservasi lahan basah dan sungai. Sebelum ini, Ecoton juga melakukan ekspedisi 3 Sungai di Jawa yang berkolaborasi dengan WhatchDoc.</p>
<p>Amiruddin mengatakan, ekspedisi bertujuan untuk mendorong masyarakat menjaga sungai dan mendorong negara dalam menjaga lingkungan. Selain itu, ekspedisi Sungai Nusantara juga ingin melihatkan kepada pemerintah bahwa banyak sungai yang terkontaminasi mikroplastik.</p>
<p>“Kita ingin mikroplastik ini dimasukkan dalam baku mutu kualitas air sungai,” katanya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/ahli-hidrologi-asal-jerman-sebut-kualitas-air-batang-arau-padang-buruk-ini-sebabnya/">Ahli Hidrologi Asal Jerman Sebut Kualitas Air Batang Arau Padang Buruk, Ini Sebabnya</a></strong></p>
<p>Setelah melakukan uji mikroplastik di Batang Arau, Prigi Arisandi mengatakan akan melakukan aksi di atas Jembatan Siti Nurbaya. Dia mengajak masyarakat dan aktivis lingkungan untuk menyuarakan penyelamatan Batang Arau dari mikroplastik.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/tim-ekspedisi-sungai-nusantara-uji-mikroplastik-di-batang-arau-padang/">Tim Ekspedisi Sungai Nusantara Uji Mikroplastik di Batang Arau Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155494</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/63 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-09 01:57:07 by W3 Total Cache
-->