<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita BPOM Padang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bpom-padang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bpom-padang/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2026 22:28:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita BPOM Padang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bpom-padang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Pastikan Keamanan Pangan, BPOM Sidak di Pasar Pabukoan Imam Bonjol</title>
		<link>https://langgam.id/pastikan-keamanan-pangan-bpom-sidak-di-pasar-pabukoan-imam-bonjol/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 21:24:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=243715</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Memastikan keamanan pangan selama Ramadan, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Martin Suhendri, beserta jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pabukoan, Kamis (26/2/2026). Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Pabukoan Imam Bonjol yang berada di pusat Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan guna memastikan makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi masyarakat. Martin Suhendri menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan mengambil berbagai sampel pangan untuk diuji langsung menggunakan mobil laboratorium keliling. Selain pengujian, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pedagang</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pastikan-keamanan-pangan-bpom-sidak-di-pasar-pabukoan-imam-bonjol/">Pastikan Keamanan Pangan, BPOM Sidak di Pasar Pabukoan Imam Bonjol</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Memastikan keamanan pangan selama Ramadan, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, bersama Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang, Martin Suhendri, beserta jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Pabukoan, Kamis (26/2/2026).</p>



<p>Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pasar Pabukoan Imam Bonjol yang berada di pusat Kota Padang. Kegiatan ini merupakan bagian dari intensifikasi pengawasan pangan selama Ramadan guna memastikan makanan dan minuman yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.</p>



<p>Martin Suhendri menjelaskan, pengawasan dilakukan dengan mengambil berbagai sampel pangan untuk diuji langsung menggunakan mobil laboratorium keliling. Selain pengujian, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pedagang dan masyarakat terkait keamanan pangan.</p>



<p>“Sejauh ini kami telah melakukan pengawasan di sejumlah kota dan kabupaten dengan hasil pengujian yang memuaskan. Khusus di Kota Padang, kami menargetkan pengambilan sekitar 20 hingga 25 jenis sampel pangan selama Ramadan, dengan fokus pada makanan siap saji, termasuk takjil yang dijual di pusat keramaian,” ujarnya.</p>



<p>Martin juga mengingatkan masyarakat agar lebih cermat memilih pangan olahan melalui slogan Cek KLIK, yakni Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa. Ia pun turut mengimbau masyarakat mewaspadai ciri-ciri pangan yang diduga mengandung bahan berbahaya.</p>



<p>“Misalnya mie atau ikan yang tidak dihinggapi lalat sebagai indikasi mengandung formalin, makanan yang terlalu kenyal seperti karet yang diduga mengandung boraks, serta kerupuk berwarna merah muda mencolok dan berpendar yang diduga mengandung pewarna tekstil Rhodamin B,” tegasnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Martin mengungkapkan bahwa menjelang Lebaran, BBPOM di Padang juga akan melakukan pengawasan khusus terhadap paket parcel. Langkah ini bertujuan mencegah produk yang mendekati masa kedaluwarsa dimasukkan ke dalam kemasan parcel.</p>



<p>“Kami mengimbau pelaku usaha memastikan setiap produk dalam parcel memiliki masa kedaluwarsa minimal tiga minggu setelah Hari Raya Idulfitri. Ketentuan ini penting karena masyarakat umumnya tidak langsung mengonsumsi seluruh isi parcel saat Lebaran,” jelasnya.</p>



<p>Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyampaikan apresiasi atas langkah proaktif BBPOM di Padang yang rutin melakukan pengawasan pangan selama Ramadan.</p>



<p>“Kehadiran petugas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat membeli takjil dan kebutuhan Lebaran memberikan rasa aman bagi konsumen,” ujarnya.</p>



<p>Ia juga mengajak para pedagang untuk menjaga kualitas dan keamanan produk yang dijual agar kepercayaan masyarakat terhadap pangan yang beredar di Kota Padang tetap terjaga.</p>



<p>“Ini bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam melindungi masyarakat. Kita ingin memastikan warga merasa aman menikmati hidangan, terutama selama Ramadan hingga menjelang Lebaran ketika variasi makanan semakin banyak,” pungkasnya.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pastikan-keamanan-pangan-bpom-sidak-di-pasar-pabukoan-imam-bonjol/">Pastikan Keamanan Pangan, BPOM Sidak di Pasar Pabukoan Imam Bonjol</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">243715</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPOM Temukan Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SD di Gunung Sariak Padang</title>
		<link>https://langgam.id/bpom-temukan-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-sd-di-gunung-sariak-padang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2022 13:11:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan Massal]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Siswa Keracunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BPOM temukan penyebab keracunan pelajar SD di Gunung Sariak Padang. Langgam.id &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang menemukan adanya mikroba atau bakteri jahat pada bakso yang menyebabkan puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang keracunan. Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, hasil tersebut didapat setelah pihaknya memeriksa sampel bakso bakar yang menjadi penyebab keracunan di laboratorium mikrobiologi BPOM Padang selama delapan hari, sejak Selasa (11/1/2021). Ada tiga sampel yang diperiksa, kata Firdaus, yaitu sampel bakso, kecap dan saus yang digunakan untuk</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-temukan-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-sd-di-gunung-sariak-padang/">BPOM Temukan Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SD di Gunung Sariak Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="intro-text">
<p>Berita Padang &#8211; berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: BPOM temukan penyebab keracunan pelajar SD di Gunung Sariak Padang.</p>
</div>
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Padang menemukan adanya mikroba atau bakteri jahat pada bakso yang menyebabkan puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang keracunan.</p>
<p>Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, hasil tersebut didapat setelah pihaknya memeriksa sampel bakso bakar yang menjadi penyebab keracunan di laboratorium mikrobiologi BPOM Padang selama delapan hari, sejak Selasa (11/1/2021).</p>
<p>Ada tiga sampel yang diperiksa, kata Firdaus, yaitu sampel bakso, kecap dan saus yang digunakan untuk bakso bakar tersebut.</p>
<p>Sementara, di sampel kecap dan saus pihaknya tak menemukan adanya bakteri jahat.</p>
<p>&#8220;Hasil uji, kita menemukan ada pertumbuhan bakteri yang berbahaya di dalam bakso, yaitu <em>Staphylococcus Aureus</em> dan <em>E. Coli</em> (<em>Escherichia Coli</em>),&#8221; ujar Firdaus kepada Langgam.id, Rabu (19/1/2022).</p>
<p>Dijelaskan Firdaus, adanya bakteri <em>Staphylococcus Aureus</em> itu menandakan kurang bersihnya pengolahan bakso bakar. Sementara, adanya bakteri <em>E. Coli</em>, diduga pengaruh air yang digunakan untuk mengolah bakso.</p>
<p>Sehingga, lanjut Firdaus, wajar saja menimbulkan efek samping mual, muntah hingga pusing bagi mereka yang mengonsumsi bakso bakar tersebut.</p>
<p>&#8220;Sampel itu juga kita sudah serahkan ke Dinas Kesehatan Kota Padang untuk ditindaklanjuti, agar penjual atau pembuat baksonya dibina,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Diberitakan sebelumnya, keracunan massal pelajar SD di Gunung Sariak, Kota Padang itu terjadi, Selasa (11/1/2022).</p>
<p>Para pelajar dilaporkan mengalami gejala muntah, sakit perut hingga pusing sekitar pukul 09.00 WIB. Gejala itu muncul setelah mereka mengkonsumsi bakso bakar sejak pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Para pelajar yang keracuanan itu terdiri dari 30 orang, mulai dari kelas 1 hingga jelas 6 SD.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/sudah-pulih-semua-siswa-yang-keracunan-di-padang-kembali-sekolah/">Sudah Pulih, Semua Siswa yang Keracunan di Padang Kembali Sekolah</a></strong></p>
<p>Lalu, juga ada lima warga sekitar yang turut keracunan, termasuk seorang balita dan ibu hamil. Mereka semua sempat dirawat di RSUD dr. Rasyidin Padang dan kini sudah pulih.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-temukan-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-sd-di-gunung-sariak-padang/">BPOM Temukan Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SD di Gunung Sariak Padang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145704</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</title>
		<link>https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jan 2022 05:19:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144807</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba. &#8220;Dari hasil pemeriksaan kita di lapangan, dari gejala-gejala yang kita kumpulkan dan hasil diskusi kita dengan Dinas Kesehatan, ini mengarah ke mikroba,&#8221; ujar Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar dihubungi Langgam.id, Rabu (12/1/2022). Sebelumnya, Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan penyebab keracunan para siswa sekolah dasar tersebut. Yaitu, karena zat berbahaya seperti arsen dan sianida, atau karena mikroba atau bakteria jahat. Firdaus menyebut, sampel bakso bakar yang telah diterima pihaknya serta muntah dari beberapa orang pasien kini telah</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/">BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menduga penyebab keracunan puluhan siswa SDN 29 Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang karena mikroba.</p>
<p>&#8220;Dari hasil pemeriksaan kita di lapangan, dari gejala-gejala yang kita kumpulkan dan hasil diskusi kita dengan Dinas Kesehatan, ini mengarah ke mikroba,&#8221; ujar Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar dihubungi<em> Langgam.id</em>, Rabu (12/1/2022).</p>
<p>Sebelumnya, Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan penyebab keracunan para siswa sekolah dasar tersebut. Yaitu, karena zat berbahaya seperti arsen dan sianida, atau karena mikroba atau bakteria jahat.</p>
<p>Firdaus menyebut, sampel bakso bakar yang telah diterima pihaknya serta muntah dari beberapa orang pasien kini telah mulai diperiksa di laboratorium mikrobiologi BPOM Padang.</p>
<p>Artinya, menurut penuturan Firdaus, proses pengolahan bakso bakar oleh pedagang tersebut tidak higenis atau olahan bakso tidak disimpan dengan baik. Sehingga berkembangnya bakteri pada bakso, begitu juga saus dan kecap yang digunakan.</p>
<p>&#8220;Setidaknya kita membutuhkan waktu sekitar tujuh hingga 10 hari hingga hasilnya keluar. Karena di labor, sampel ini kita kembangkan dulu, kita lihat mikroba apa yang tumbuh baru dapat kita simpulkan,&#8221; jelas Firdaus.</p>
<p>Insiden keracunan ini terjadi pada Selasa (11/1/2022) kemarin. Para siswa tersebut mulai mengalami gejala muntah, sakit perut hingga pusing sekitar pukul 09.00 WIB setelah mengkonsumsi jajanan bakso bakar sejak pukul 07.00 WIB.</p>
<p>Setidaknya ada 30 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 SDN 29 itu yang keracunan. Selain itu, ada pula lima orang warga sekitar yang turut keracunan termasuk balita dan ibu hamil. Mereka semua sempat dirawat di RSUD Rasidin Padang.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/buntut-dugaan-keracunan-massal-siswa-irt-di-padang-berurusan-dengan-polisi/">Buntut Dugaan Keracunan Massal Siswa, IRT di Padang Berurusan dengan Polisi</a></strong></p>
<p>Sementara itu, K (34), penjual bakso bakar tersebut mengaku ia hanya sebagai penjual saja. Olahan bakso tersebut ia beli di kawasan Pasar Alai, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.</p>
<p>Ia menyebut, bahan yang ia beli hanya tinggal dibentuk menjadi bulat, ditusuk, dan direbus. Sebelum dijual, adonan tersebut ia simpan di frezer miliknya.</p>
<h4>—<br />Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bpom-duga-penyebab-keracunan-puluhan-siswa-di-padang-karena-mikroba/">BPOM Duga Penyebab Keracunan Puluhan Siswa di Padang karena Mikroba</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144807</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Kata BPOM Padang Soal Siswa SD Keracunan di Gunung Sarik</title>
		<link>https://langgam.id/kata-bpom-padang-soal-siswa-sd-keracunan-di-gunung-sarik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fuadi Zikri]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2022 09:29:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[Padang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatra Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=144740</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menerjunkan tim untuk menelusuri penyebab keracunan puluhan siswa dan warga di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (11/1/2022). Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menerima sampel berupa bakso bakar yang dicurigai jadi penyebab serta muntah pasien untuk diuji di laboratorium. &#8220;Sampel sudah kita terima tadi dan langsung kita uji di laboratorium, apa yang menjadi penyebab dari keracunan ini,&#8221; ujarnya kepada Langgam.id di SDN 29 Gunung Sarik saat meninjau sekolah siswa yang keracunan. Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan keracunan tersebut. Yaitu, keracunan zat berbahaya seperti</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-bpom-padang-soal-siswa-sd-keracunan-di-gunung-sarik/">Kata BPOM Padang Soal Siswa SD Keracunan di Gunung Sarik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menerjunkan tim untuk menelusuri penyebab keracunan puluhan siswa dan warga di Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Selasa (11/1/2022).</p>
<p>Kepala BPOM Padang, Firdaus Umar mengatakan, sejauh ini pihaknya telah menerima sampel berupa bakso bakar yang dicurigai jadi penyebab serta muntah pasien untuk diuji di laboratorium.</p>
<p>&#8220;Sampel sudah kita terima tadi dan langsung kita uji di laboratorium, apa yang menjadi penyebab dari keracunan ini,&#8221; ujarnya kepada <em>Langgam.id</em> di SDN 29 Gunung Sarik saat meninjau sekolah siswa yang keracunan.</p>
<p>Firdaus mengungkapkan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan keracunan tersebut. Yaitu, keracunan zat berbahaya seperti arsen, sianida dan lain sebagainya, dan atau akibat dari mikroba.</p>
<p>&#8220;Nah itu nanti yang kita lihat di labor, apakah karena karena zat berbahaya atau mikroba. Jika zat berbahaya, apa zatnya, jika mimikro, apa mikrobanya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Soal lama pengujian labornya, Firdaus menyebut tergantung dari penyebab keracunannya. Jika karena zat berbahaya, maka hasil labornya bisa cepat. Namun jika karena mikroba, akan sedikit lama.</p>
<p>&#8220;Jika zat berbahaya akan keluar hasilnya, zat apa yang menyebabkan keracunan tersebut. Jika mikroba, tentu kita kembangkan dulu, kita liat pertumbuhannya baru bisa tentukan mikroba apa, paling lama lima hari hingga satu minggu,&#8221; jelasnya.</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://langgam.id/diduga-keracunan-puluhan-siswa-sdn-29-gunung-sarik-padang-dilarikan-ke-rumah-sakit/">Diduga Keracunan, Puluhan Siswa SDN 29 Gunung Sarik Padang Dilarikan ke Rumah Sakit </a></strong></p>
<p>Selain uji laboratorium, Firdaus menambahkan, pihaknya juga menerjunkan tim lapangan untuk mengumpulkan informasi terkait keracunan tersebut. Seperti hal yang terpenting adalah gejala apa yang dialami para siswa.</p>
<p>&#8220;Kita cari, kita kembangkan, apa bahan yang digunakan untuk buat bakso, dimana dia beli bahan, bagaimana caranya buat bakso, kita kejar sampai ke sana untuk menentukan penyebab keracunan itu,&#8221; tuturnya.</p>
<h4>—<br />Dapatkan update <strong>berita terbaru</strong> setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/kata-bpom-padang-soal-siswa-sd-keracunan-di-gunung-sarik/">Kata BPOM Padang Soal Siswa SD Keracunan di Gunung Sarik</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">144740</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak Pasar Pabukoan di Padang, BPOM Periksa 11 Sampel Makanan</title>
		<link>https://langgam.id/sidak-pasar-pabukoan-di-padang-bpom-periksa-11-sampel-makanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2021 10:13:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar pabukoan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=99941</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) kedua di pasar pabukoan di Kota Padang. Sebanyak 11 sampel makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya telah dilakukan uji laboratorium. Kepala BPOM Padang Firdaus Umar mengatakan, pihaknya telah melakukan sidak pada Jumat (16/4/2021) lalu. Sidak dilakukan di dua lokasi penjualan pabukoan di Kota Padang, yaitu di kawasan Pasar Lubuk Buaya dan Pasar Ulak Karang. &#8220;Kalau di lokasi dekat Pasar Lubuk Buaya memang tidak terlalu banyak yang menjual pabukoan, di sana kita ambil enam sampel, enam itu yang kita duga mengandung bahan berbahaya,&#8221; katanya, Senin (19/4/2021). Ia menambahkan,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sidak-pasar-pabukoan-di-padang-bpom-periksa-11-sampel-makanan/">Sidak Pasar Pabukoan di Padang, BPOM Periksa 11 Sampel Makanan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong><a href="http://langgam.id">Langgam.id</a> &#8211;</strong> Badan Pengawas Obat dan Makanan (<a href="https://padang.pom.go.id/">BPOM</a>) telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) kedua di pasar pabukoan di Kota Padang. Sebanyak 11 sampel makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya telah dilakukan uji laboratorium.</p>
<p dir="ltr">Kepala BPOM Padang Firdaus Umar mengatakan, pihaknya telah melakukan sidak pada Jumat (16/4/2021) lalu. Sidak dilakukan di dua lokasi penjualan pabukoan di Kota Padang, yaitu di kawasan Pasar Lubuk Buaya dan Pasar Ulak Karang.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kalau di lokasi dekat Pasar Lubuk Buaya memang tidak terlalu banyak yang menjual pabukoan, di sana kita ambil enam sampel, enam itu yang kita duga mengandung bahan berbahaya,&#8221; katanya, Senin (19/4/2021).</p>
<p dir="ltr">Ia menambahkan, lokasi tersebut sebagian besar menjual makanan untuk berbuka, bukan takjil. Kemudian tim juga melakukan sidak ke Pasar Ulak Karang. Sebanyak lima sampel diambil di lokasi itu, sehingga total sudah ada 11 sampel yang diuji laboratorium.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Jadi totalnya ada 11 sampel sudah diuji dan semua hasilnya negatif atau tidak mengandung bahan berbahaya,&#8221; ujarnya.</p>
<p dir="ltr">Firdaus menjelaskan, makanan yang diambil sebagai sampel misalnya seperti jenis tahu. Hal ini karena tahu goreng misalnya sering ditambahkan bahan berbahaya.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Kemudian ada es tebak atau minuman yang terbuat dari bahan rumput laut. Kemudian minuman-minuman yang berwarna terang,&#8221; sebutnya.</p>
<p dir="ltr">Firdaus mengungkapkan, pihaknya juga akan melanjutkan pemeriksaan terhadap penjual makanan pabukoan di Kota Padang. Lokasi lainnya di Pasar Bandar Buat dan penjual pabukoan di sepanjang Jalan Khatib Sulaiman hingga ke alai dan Jalan Gajah Mada.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Sejauh ini berdasarkan pantauan dan pemeriksaan kita di Kota Padang masih aman,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Selain di Kota Padang sebut Firdaus, pihaknya juga melakukan pemeriksaan sampel di Padang Pariaman, seperti di Pasar Kurai Taji sebanyak 12 sampel dan Pasar Pariaman 18 sampel. Totalnya ada 30 sampel dan hasil uji laboratoriumnya masih aman. <strong>(Rahmadi/yki)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sidak-pasar-pabukoan-di-padang-bpom-periksa-11-sampel-makanan/">Sidak Pasar Pabukoan di Padang, BPOM Periksa 11 Sampel Makanan</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">99941</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Selama Ramadan, BPOM Padang Sisir 19 Titik Pasar Pabukoan di Sumbar</title>
		<link>https://langgam.id/selama-ramadan-bpom-padang-sisir-19-titik-pasar-pabukoan-di-sumbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2019 14:58:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<category><![CDATA[pasar pabukoan]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Raya Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=7224</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Selama Ramadan 1440 Hijriah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) penggunaan zat berbahaya dalam bahan makanan di 12 titik pasar pabukoan di sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar). Kepala Balai BPOM Padang Martin Suhendri mengatakan, hingga Ramadan berakhir, pihaknya menargetkan sidak di 19 titik pasar pabukoan. &#8220;Tinggal 7 titik lagi. Kawan-kawan masih bergerak di lapangan. Target sebelum puasa berakhir,&#8221; kata Martin di kantor Balai BPOM Padang, Selasa, (21/5/2019). BPOM Padang juga telah menemukan sejumlah pedagang yang menggunakan bahan makanan berbahaya. Diantaranya, di Kabupaten Padang Pariaman, pihaknya menemukan boraks di kerupuk nasi. Lalu di</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selama-ramadan-bpom-padang-sisir-19-titik-pasar-pabukoan-di-sumbar/">Selama Ramadan, BPOM Padang Sisir 19 Titik Pasar Pabukoan di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id-</strong> Selama Ramadan 1440 Hijriah, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) penggunaan zat berbahaya dalam bahan makanan di 12 titik pasar pabukoan di sejumlah daerah di Sumatra Barat (Sumbar).</p>
<p>Kepala Balai BPOM Padang Martin Suhendri mengatakan, hingga Ramadan berakhir, pihaknya menargetkan sidak di 19 titik pasar pabukoan. &#8220;Tinggal 7 titik lagi. Kawan-kawan masih bergerak di lapangan. Target sebelum puasa berakhir,&#8221; kata Martin di kantor Balai BPOM Padang, Selasa, (21/5/2019).</p>
<p>BPOM Padang juga telah menemukan sejumlah pedagang yang menggunakan bahan makanan berbahaya. Diantaranya, di Kabupaten Padang Pariaman, pihaknya menemukan boraks di kerupuk nasi. Lalu di Pesisir Selatan, ditemukan satu lokasi penggunaan rodamin. Sedangkan di Payakumbuh, ditemukan juga satu lokasi yaitu rodamin pewarna untuk delima.</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat, agar tidak membeli delima yang berwarna mencolok,&#8221; kata Martin.</p>
<p>Sementara itu, untuk wilayah Kota Padang diklaim tergolong bersih dari zat makanan berbahaya. Apalagi, Dinas Perdagangan Kota Padang sebelumnya juga telah mengumpulkan sejumlah pedagang untuk mensosialisasikan larangan penggunaan zat berbahaya pada makanan jelang Ramadan. <strong>(Rahmadi/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/selama-ramadan-bpom-padang-sisir-19-titik-pasar-pabukoan-di-sumbar/">Selama Ramadan, BPOM Padang Sisir 19 Titik Pasar Pabukoan di Sumbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7224</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Sidak Makanan ke Pasar Lubuk Buaya, Anggota DPR RI Tak Temukan Bahan Berbahaya</title>
		<link>https://langgam.id/sidak-makanan-ke-pasar-lubuk-buaya-anggota-dpr-ri-tak-temukan-bahan-berbahaya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 May 2019 08:37:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BPOM Padang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=7219</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Lubuk Buaya, Selasa, (21/5/2019). Dalam sidak yang turut didampingi Anggota DPR RI Komisi IX itu, juga dilakukan pengecekan kandungan makanan yang dijual para pedagang di mobil laboratorium milik BPOM Padang. Sidak ini dilakukan dalam rangka pengawasan pangan yang beredar selama Ramadan dan Idul Fitri 1440 Hijriah. Dari hasil sidak itu, petugas tidak menemukan bahan makanan berbahaya. Baik pewarna makanan, atau pun zat pengawet. &#8220;Tidak ditemukan bahan berbahaya. Mungkin ini karena aktifnya BPOM Padang melakukan pemeriksaan, pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat,&#8221; kata Anggota Komisi IX DPR RI</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sidak-makanan-ke-pasar-lubuk-buaya-anggota-dpr-ri-tak-temukan-bahan-berbahaya/">Sidak Makanan ke Pasar Lubuk Buaya, Anggota DPR RI Tak Temukan Bahan Berbahaya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id-</strong> Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar Lubuk Buaya, Selasa, (21/5/2019). Dalam sidak yang turut didampingi Anggota DPR RI Komisi IX itu, juga dilakukan pengecekan kandungan makanan yang dijual para pedagang di mobil laboratorium milik BPOM Padang.</p>
<p>Sidak ini dilakukan dalam rangka pengawasan pangan yang beredar selama Ramadan dan Idul Fitri 1440 Hijriah. Dari hasil sidak itu, petugas tidak menemukan bahan makanan berbahaya. Baik pewarna makanan, atau pun zat pengawet.</p>
<p>&#8220;Tidak ditemukan bahan berbahaya. Mungkin ini karena aktifnya BPOM Padang melakukan pemeriksaan, pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat,&#8221; kata Anggota Komisi IX DPR RI asal Sumbar Suir Syam.</p>
<p>Menurut mantan Wali Kota Padang Panjang itu, Sumbar termasuk aman dari makanan berbahaya. Sebab, belum satu pun ditemui bahan-bahan pengawet maupun pewarna yang berbahaya dai beberapa tempat yang telah disambangi.</p>
<p>&#8220;Tadi di tes langsung di mobil laboratorium. Ada sampel dari pewarna dan pengawet, seperti kerupuk, ikan kering yang biasanya dipakai pengawet dan cendol, semua aman,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, Kepala BPOM Padang Martin Suhendri mengatakan, sedikitnya, 20 sampel yang biasanya diduga mengandung bahan berbahaya diambil dalam sampel pengecekan saat sidak. Namun, semuanya menunjukkan hasil negatif. Pihaknya berharap, agar Anggota Komisi IX DPR RI tetap mengawal anggaran BPOM seperti biasa. Sebab, pengawasan rutin tidak bisa dilakukan tanpa anggaran yang memadai.</p>
<p>&#8220;Ekspektasi masyarakat Sumbar terhadap BPOM Padang sudah tinggi. Adanya beberapa pengaduan, adanya permintaan pengurusan registrasi, dan sertifikasi pangan melalui program Si Jempol. Kalau pun dipotong jangan signifikan agar program kami tetap berjalan dengan baik,&#8221; tuturnya. <strong>(Rahmadi/RC)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/sidak-makanan-ke-pasar-lubuk-buaya-anggota-dpr-ri-tak-temukan-bahan-berbahaya/">Sidak Makanan ke Pasar Lubuk Buaya, Anggota DPR RI Tak Temukan Bahan Berbahaya</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">7219</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/73 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-08 07:22:04 by W3 Total Cache
-->