<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita BKSDA Pasaman Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bksda-pasaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bksda-pasaman/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 13 Dec 2024 04:00:05 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita BKSDA Pasaman Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bksda-pasaman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>Terjebak di Kolam, BKSDA Sumbar Evakuasi Tapir Langka di Pasbar</title>
		<link>https://langgam.id/terjebak-di-kolam-bksda-sumbar-evakuasi-tapir-langka-di-pasbar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Dec 2024 03:26:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[Tapir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=217947</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Wilayah I Pasaman, yang berlokasi di Lubuk Sikaping, berhasil mengevakuasi seekor satwa langka yang dilindungi jenis tapir yang masuk ke dalam kolam Balai Benih Ikan (BBI) Sukomananti, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kamis (12/12/2024). Kepala BKSDA Sumbar Wilayah I Pasaman, Ade Putra, menjelaskan bahwa laporan terkait keberadaan satwa tersebut diterima BKSDA Sumbar Wilayah I Pasaman pada pukul 09.30 WIB. Sesampainya di lokasi BBI Pasbar, proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam. “Setelah menerima laporan, kami segera berangkat dari Lubuk Sikaping. Awalnya, kami berasumsi bahwa tapir ini tidak terlalu agresif sehingga</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/terjebak-di-kolam-bksda-sumbar-evakuasi-tapir-langka-di-pasbar/">Terjebak di Kolam, BKSDA Sumbar Evakuasi Tapir Langka di Pasbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Wilayah I Pasaman, yang berlokasi di Lubuk Sikaping, berhasil mengevakuasi seekor satwa langka yang dilindungi jenis tapir yang masuk ke dalam kolam Balai Benih Ikan (BBI) Sukomananti, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kamis (12/12/2024).</p>



<p>Kepala BKSDA Sumbar Wilayah I Pasaman, Ade Putra, menjelaskan bahwa laporan terkait keberadaan satwa tersebut diterima BKSDA Sumbar Wilayah I Pasaman pada pukul 09.30 WIB. Sesampainya di lokasi BBI Pasbar, proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam.</p>



<p>“Setelah menerima laporan, kami segera berangkat dari Lubuk Sikaping. Awalnya, kami berasumsi bahwa tapir ini tidak terlalu agresif sehingga penangkapan bisa dilakukan menggunakan jaring seperti biasa. Namun, lokasi berupa area berbahan semen cukup membahayakan bagi satwa tersebut. Oleh karena itu, kami harus mengubah strategi evakuasi,” ujar Ade.</p>



<p>Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati setelah tim menemukan adanya bekas luka pada tubuh tapir. Hal ini mengindikasikan bahwa satwa pemalu yang biasanya menjauh dari manusia ini kemungkinan merasa terancam oleh keramaian di sekitarnya.</p>



<p>Lebih lanjut, Ade menambahkan bahwa tapir dewasa tersebut, yang diperkirakan berusia 10 tahun dengan jenis kelamin betina, akan dibawa ke kantor BKSDA untuk observasi.</p>



<p>“Jika diperlukan perawatan lebih lanjut, maka kami akan melakukan rehabilitasi terlebih dahulu. Jika sudah layak dilepasliarkan, maka satwa ini akan dilepas di wilayah konservasi,” ungkapnya.</p>



<p>Ade juga mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam proses evakuasi.</p>



<p>“Meskipun berlangsung beberapa jam, evakuasi satwa ini berjalan kondusif berkat kerja sama berbagai pihak seperti Dinas Peternakan dan Perkebunan Pasbar, Dinas Perikanan Pasbar, Dinas Kominfo, TNI, hingga masyarakat sekitar. Kami masih mengkaji penyebab satwa ini turun ke masyarakat, apakah karena ancaman dari habitatnya atau faktor lain seperti gangguan lingkungan,” tambahnya.</p>



<p>Sementara itu, Irat (37), yang memiliki warung di sekitar kolam, menceritakan kronologi awal mengetahui keberadaan tapir yang masuk ke dalam kolam BBI Sukomananti. Sekitar pukul 06.30 WIB, pemilik kebun jagung di dekat kolam, Bapak Ucok (50), memberitahunya. Ia segera meminta suaminya, Bapak Utia Rahmad (37), untuk melihat hewan yang awalnya disangka beruang.</p>



<p>“Karena sepertinya tapir itu tidak buas, suami saya langsung masuk ke dalam kolam untuk melepas air yang membuat hewan tersebut hampir tenggelam. Awalnya kami sempat takut karena sebelumnya tidak pernah melihat wujud hewan ini. Sambil mengeringkan kolam, kami juga segera melapor ke petugas BBI setempat,” jelasnya. (*/Fs)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/terjebak-di-kolam-bksda-sumbar-evakuasi-tapir-langka-di-pasbar/">Terjebak di Kolam, BKSDA Sumbar Evakuasi Tapir Langka di Pasbar</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">217947</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Harimau di Pasbar Tidak Terlihat Lagi Usai Beberapa Hari Pengusiran</title>
		<link>https://langgam.id/harimau-di-pasbar-tidak-terlihat-lagi-usai-beberapa-hari-pengusiran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2022 03:00:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Pasaman Barat]]></category>
		<category><![CDATA[Headline]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=145971</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Harimau sumatera yang viral mengadang ekskavator di Pasaman Barat (Pasbar) tidak terlihat lagi usai dilakukan pengusiran beberapa hari. Sementara pembangunan jalan di lokasi munculnya harimau langsung dihentikan. Kepala  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Ardi Andono mengatakan pihaknya langsung ke lokasi usai video harimau beredar pada Selasa (22/1/2022). Tim melakukan pengusiran dengan menggunakan meriam spiritus untuk menghalau harimau agar masuk lebih jauh ke dalam hutan. Berdasarkan pengecekan lapangan yang dilakukan oleh BKSDA Sumbar kejadian tersebut berada di PT. Sinar Halomoan, Pasaman Barat, pada hari Senin 17 Januari 2022 pukul 12.00 WIB. Saat itu ekskavator tersebut</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-di-pasbar-tidak-terlihat-lagi-usai-beberapa-hari-pengusiran/">Harimau di Pasbar Tidak Terlihat Lagi Usai Beberapa Hari Pengusiran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Harimau sumatera yang viral mengadang ekskavator di Pasaman Barat (Pasbar) tidak terlihat lagi usai dilakukan pengusiran beberapa hari. Sementara pembangunan jalan di lokasi munculnya harimau langsung dihentikan.</p>
<p dir="ltr">Kepala  Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Ardi Andono mengatakan pihaknya langsung ke lokasi usai video harimau beredar pada Selasa (22/1/2022). Tim melakukan pengusiran dengan menggunakan meriam spiritus untuk menghalau harimau agar masuk lebih jauh ke dalam hutan.</p>
<p dir="ltr">Berdasarkan pengecekan lapangan yang dilakukan oleh BKSDA Sumbar kejadian tersebut berada di PT. Sinar Halomoan, Pasaman Barat, pada hari Senin 17 Januari 2022 pukul 12.00 WIB. Saat itu ekskavator tersebut sedang memperbaiki jalan perkebunan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Setelah kejadian tersebut ekskavator ditarik dan pengerjaan jalan telah dihentikan, sesuai keterangan dari Humas PT. Sinar Halomoan,&#8221; katanya, Sabtu (22/1/2022).</p>
<p dir="ltr">Tim BKSDA Sumbar tiba pada tiba sehari setelahnya yaitu Selasa (18/1/2022) pukul 14.00 WIB.  Tim melakukan koordinasi dengan Nagari, Polsek Lembah Melintang, identifikasi lokasi, pengecekan jejak, pemasangan kamera jebak, dan wawancara.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/bksda-rencana-usir-harimau-yang-muncul-di-pasbar-pakai-meriam/">BKSDA Rencana Usir Harimau yang Muncul di Pasbar Pakai Meriam</a></strong></p>
<p dir="ltr">Dari hasil identifikasi, diketahui lokasi tersebut berada di Area Penggunaan Lainnya (APL) yang berupakan plasma PT. Sinar Halomoan dengan jarak 1,5 kilometer dari Hutan Lindung yang dikelola KPHL Pasaman Raya dan termasuk dalam bentang landscape Panti-Batang Gadis.</p>
<p dir="ltr">Kemudian diketahui, perekam video adalah Saing Siregar, (33 tahun) dan Fahmi Batubara (18 tahun) dan diposting oleh Dedi Lubis (45 tahun) di akun facebooknya.</p>
<p dir="ltr">Tim BKSDA Sumbar telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Daerah bupati dan wali Nagari, Kepolisian dan manajemen perkebunan serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar untuk melakukan langkah-langkah penyelamatan.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Langkah diambil seperti menghentikan kegiatan pembersihan jalan, melakukan penggiringan dengan menggunakan meriam karbit selama tiga hari,&#8221; katanya.</p>
<p dir="ltr">Dari hasil pemantauan pada tanggal 18 s.d 20 Januari 2022, harimau tersebut tidak muncul lagi. Begitu juga dengan jejaknya tidak ditemukan sehingga kemungkinan besar telah berpindah ke hutan lindung. Pengusiran juga masih berlanjut hingga beberapa hari ke depan.</p>
<p dir="ltr">Diketahui sebelumnya, viral harimau muncul di di Jorong Situak, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat. Harimau direkam dari atas ekskavator saat petugas sedang bekerja.</p>
<p dir="ltr">Dalam video memperlihatkan kondisi sekitar berupa hutan. Sementara harimau tampak tenang ketika direkam.</p>
<p dir="ltr"><strong>Baca Juga: <a href="https://langgam.id/bksda-catat-populasi-harimau-sumatera-di-sumbar-tinggal-120-ekor/">BKSDA Catat Populasi Harimau Sumatera di Sumbar Tinggal 120 Ekor</a></strong></p>
<p dir="ltr">Ada 2 slide video yang beredar. Pada slide pertama, tampak harimau tersebut sedang duduk. Sementara di slide kedua, harimau berjalan meninggalkan lokasi.</p>
<p>—</p>
<h4>Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram <strong>Langgam.id News Update</strong>, caranya klik <a href="https://t.me/langgamid" rel="nofollow">https://t.me/langgamid</a>, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.</h4>
<p>The post <a href="https://langgam.id/harimau-di-pasbar-tidak-terlihat-lagi-usai-beberapa-hari-pengusiran/">Harimau di Pasbar Tidak Terlihat Lagi Usai Beberapa Hari Pengusiran</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">145971</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BKSDA dan Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Tulang Harimau di Pasaman Barat</title>
		<link>https://langgam.id/bksda-dan-polisi-ringkus-2-pelaku-penjual-tulang-harimau-di-pasaman-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Irwanda Saputra]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Aug 2021 05:23:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[Harimau Sumatra]]></category>
		<category><![CDATA[Jual Beli Tulang Harimau]]></category>
		<category><![CDATA[Pasaman Barat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=123427</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id &#8211; Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) bersama pihak kepolisian menangkap dua pelaku yang disinyalir memperdagangkan tulang harimau sumatra di Kabupaten Pasaman Barat. Para pelaku diketahui D (46) dan FN (54). Pengungkapan kasus ini dilakukan tim gabungan pada Jumat (20/8/2021). Menurut Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, dari penangkapan pelaku, disita 80 tulang belulang harimau sumatra. &#8220;Satu set tulang belulang harimau sumatra ini disimpan pelaku dalam tas,&#8221; kata Ardi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/8/2021). Ia mengungkapkan, awalnya tim gabungan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi jual beli bagian tubuh satwa dilindungi di salah satu kafe</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-dan-polisi-ringkus-2-pelaku-penjual-tulang-harimau-di-pasaman-barat/">BKSDA dan Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Tulang Harimau di Pasaman Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id &#8211;</strong> Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) bersama pihak kepolisian menangkap dua pelaku yang disinyalir memperdagangkan tulang harimau sumatra di Kabupaten Pasaman Barat. Para pelaku diketahui D (46) dan FN (54).</p>
<p>Pengungkapan kasus ini dilakukan tim gabungan pada Jumat (20/8/2021). Menurut Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, dari penangkapan pelaku, disita 80 tulang belulang harimau sumatra.</p>
<p>&#8220;Satu set tulang belulang harimau sumatra ini disimpan pelaku dalam tas,&#8221; kata Ardi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/8/2021).</p>
<p>Ia mengungkapkan, awalnya tim gabungan mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi jual beli bagian tubuh satwa dilindungi di salah satu kafe di Pasaman Barat.</p>
<p>&#8220;Dari hasil interogasi, diketahui pelaku akan menjual satu set tulang itu. Dan apabila berhasil, akan dilanjutkan dengan jual beli bagian tubuh satwa berupa dua lembar kulit harimau,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Dari pengakuan, kata Ardi, bagian tubuh satwa yang dilindungi ini telah dimiliki pelaku sejak empat bulan belakangan. Mereka akan menjual dengan harga yang telah disepakati.</p>
<p>&#8220;Kami melakukan pengembangan dengan membawa pelaku ke tempat penyimpanan dua lembar kulit harimau di sebuah rumah. Namun ternyata teman pelaku yang menyimpan kulit harimau tersebut telah melarikan diri,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selanjutnya, pelaku bersama barang bukti dibawa ke Polres Pasaman Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan.</p>
<p>Pelaku disangka melanggar Pasal 21 ayat 2 huruf d Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya. Sanksi ancaman pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.</p>
<p>Ardi mengatakan, pihaknya akan melakukan pendalaman terkait asal usul barang bukti yang disita. Mengingat pertengahan Juli 2021, pihaknya sempat mengevakuasi seekor harimau dari lokasi perkebunan dan masih berusia muda.</p>
<p>Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan barang bukti ini memiliki keterkaitan kekerabatan dengan harimau yang dievakuasi itu sebelumnya. Tim gabungan masih akan terus mengembangkan keterlibatan para pelaku lainnya dalam jaringan perdagangan satwa dilindungi tersebut.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-dan-polisi-ringkus-2-pelaku-penjual-tulang-harimau-di-pasaman-barat/">BKSDA dan Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Tulang Harimau di Pasaman Barat</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">123427</post-id>	</item>
		<item>
		<title>BKSDA Pasaman Lepasliarkan Satwa Langka Jenis Binturong</title>
		<link>https://langgam.id/bksda-pasaman-lepasliarkan-seekor-binturong-setelah-tertangkap-warga/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Rahmadi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2020 09:22:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BKSDA Pasaman]]></category>
		<category><![CDATA[Satwa Langka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=82007</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Resort Pasaman, melepasliarkan satwa langka dan dilindungi jenis Binturong. Hewan dengan nama latin Arctictis Binturong ini dilepas di kawasan hutan cagar alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman. Satwa tersebut ditemukan dan diserahkan oleh salah seorang warga bernama Yopi pada Rabu (16/12/2020). Ia warga Tanjung Medan, Nagari Petok Selatan Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar. Lepasliar dilakukan oleh petugas BKSDA Jumat (18/12/2020). Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Rusdiyan P Ritonga mengatakan, binturong adalah jenis hewan mamalia dari keluarga musang yang memiliki ekor panjang dan tubuh yang besar. &#8220;Panjang tubuhnya mencapai 60 cm hingga 95</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-pasaman-lepasliarkan-seekor-binturong-setelah-tertangkap-warga/">BKSDA Pasaman Lepasliarkan Satwa Langka Jenis Binturong</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://langgam.id"><strong>Langgam.id</strong></a>-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat (Sumbar) Resort Pasaman, melepasliarkan satwa langka dan dilindungi jenis Binturong. Hewan dengan nama latin Arctictis Binturong ini dilepas di kawasan hutan cagar alam Rimbo Panti, Kabupaten Pasaman.</p>
<p dir="ltr">Satwa tersebut ditemukan dan diserahkan oleh salah seorang warga bernama Yopi pada Rabu (16/12/2020). Ia warga Tanjung Medan, Nagari Petok Selatan Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, Sumbar. Lepasliar dilakukan oleh petugas BKSDA Jumat (18/12/2020).</p>
<p dir="ltr">Kepala Resort Pasaman BKSDA Sumbar, Rusdiyan P Ritonga mengatakan, binturong adalah jenis hewan mamalia dari keluarga musang yang memiliki ekor panjang dan tubuh yang besar.</p>
<p dir="ltr">&#8220;Panjang tubuhnya mencapai 60 cm hingga 95 cm, serta panjang ekor mencapai 50 cm hingga 90 cm. Berat binturong antara 6 kg sampai 14 kg, bahkan hingga mencapai 20 kg,&#8221; katanya, Sabtu (19/12/2020).</p>
<p dir="ltr">Ciri-ciri binturong adalah memiliki bulu atau rambut yang lebih panjang dan kasar dengan warna hitam kecokelatan. Disertai taburan uban keputih-putihan atau kemerah-merahan yang merupakan salah satu pembedanya dengan musang.</p>
<p dir="ltr">Selain itu, ekornya yang dapat berfungsi sebagai kaki kelima untuk berpegangan pada dahan-dahan pohon. Serta memiliki organ berupa penis palsu (pseudo-penis) pada binturong betina.</p>
<p dir="ltr">Hewan masuk dalam kategori nokturnal, yaitu aktif pada malam hari. Binturong sering menghabiskan waktunya berada diatas pohon, namun sesekali juga turun ke tanah.<strong>(Rahmadi/Ela)</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/bksda-pasaman-lepasliarkan-seekor-binturong-setelah-tertangkap-warga/">BKSDA Pasaman Lepasliarkan Satwa Langka Jenis Binturong</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">82007</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/55 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-04-04 10:12:20 by W3 Total Cache
-->