<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Berita Bahasa Minang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<atom:link href="https://langgam.id/tag/bahasa-minang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://langgam.id/tag/bahasa-minang/</link>
	<description>Berita Terkini - Berita Terbaru - Berita Hari Ini</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Nov 2025 06:42:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://i0.wp.com/langgam.id/wp-content/uploads/2019/01/cropped-langgam-512a.png?fit=32%2C32&#038;ssl=1</url>
	<title>Berita Bahasa Minang Terbaru Hari Ini &#8211; Langgam.id</title>
	<link>https://langgam.id/tag/bahasa-minang/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">159480384</site>	<item>
		<title>FBTI Tingkat SMP se Sumbar, Menghidupkan Bahasa Minang di Kalangan Generasi Muda</title>
		<link>https://langgam.id/fbti-tingkat-smp-se-sumbar-menghidupkan-bahasa-minang-di-kalangan-generasi-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Nov 2025 03:39:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=238239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id – Puncak kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat berlangsung di Gedung Engku Syafei, BBPMP Sumatera Barat, Selasa (12/11). Kegiatan yang dikemas dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SMP se-Sumatera Barat itu menempatkan Kota Payakumbuh sebagai juara umum setelah meraih lima kemenangan dari lima lomba yang dipertandingkan. Festival ini merupakan rangkaian panjang program revitalisasi bahasa daerah yang telah dimulai sejak Mei melalui Bimbingan Teknis Guru Utama di 18 kabupaten dan kota. Lima bentuk lomba disiapkan untuk menghidupkan kembali Bahasa Minangkabau di kalangan generasi muda, yakni manulih carito, bacarito, manulih dan mambaco pantun, badendang,</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fbti-tingkat-smp-se-sumbar-menghidupkan-bahasa-minang-di-kalangan-generasi-muda/">FBTI Tingkat SMP se Sumbar, Menghidupkan Bahasa Minang di Kalangan Generasi Muda</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><strong>Langgam.id</strong> – Puncak kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang digelar Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat berlangsung di Gedung Engku Syafei, BBPMP Sumatera Barat, Selasa (12/11). Kegiatan yang dikemas dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat SMP se-Sumatera Barat itu menempatkan Kota Payakumbuh sebagai juara umum setelah meraih lima kemenangan dari lima lomba yang dipertandingkan.</p>



<p>Festival ini merupakan rangkaian panjang program revitalisasi bahasa daerah yang telah dimulai sejak Mei melalui Bimbingan Teknis Guru Utama di 18 kabupaten dan kota. Lima bentuk lomba disiapkan untuk menghidupkan kembali Bahasa Minangkabau di kalangan generasi muda, yakni manulih carito, bacarito, manulih dan mambaco pantun, badendang, serta bapidato.</p>



<p>Setiap kabupaten dan kota mengirim satu wakil untuk tiap cabang lomba. Sepekan sebelumnya, untuk tingkat SD, Kabupaten Pasaman juga menorehkan prestasi dengan empat kemenangan, dua di antaranya meraih posisi utama.</p>



<p>Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat, Rahmat S.Ag., M.Hum, menyebut para peserta festival bukan hanya sekadar mengikuti perlombaan, tetapi memikul peran lebih besar. “Anak-anak yang tampil di FTBI bukan sekadar peserta lomba, tetapi juga duta bahasa ibu bagi masa depan Sumatera Barat. Mereka akan mewakili provinsi ini di ajang FTBI Tingkat Nasional di Jakarta,” ujarnya.</p>



<p>Sebelum lomba dimulai, panitia menggelar wicara publik menghadirkan Rahmat, budayawan Yusrizal KW, dan akademisi Dr. Syamdani. Kegiatan dipandu Ketua Tim Kerja Pemodernan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, Fitria Dewi, M.Hum. Dalam sambutannya, Fitria menekankan pentingnya menghargai bahasa daerah sebagai identitas budaya. “Melalui festival ini, kita tidak hanya merayakan bahasa sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol warisan budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujarnya.</p>



<p>Sebelum pengumuman pemenang, Dewan Juri diberi kesempatan menyampaikan evaluasi. Dari lima juri, sedikitnya muncul dua catatan penting untuk peningkatan penyelenggaraan festival pada masa mendatang.</p>



<p>Juri badendang, Jawahir, menilai sebagian peserta belum memahami hakikat dendang Minangkabau. Ia menilai ada kecenderungan memperumit bentuk dendang yang seharusnya sederhana. “Ini diterjemahkan dari tembang tradisi. Jadi, yang tidak mengikuti juklak dan juknis tidak bisa kami nilai,” katanya. Untuk memperjelas, ia pun mencontohkan dendang Banda Sapuluah di hadapan peserta. “Mudah, kan?” ujarnya.</p>



<p>Catatan lebih tajam disampaikan juri bacarito, S. Metron Masdison. Ia mengungkapkan adanya peserta yang sejatinya layak menjadi pemenang utama namun didiskualifikasi karena ketidaktelitian pendamping dalam membaca dan memahami petunjuk teknis. “Sayang sekali. Jika anak ini tampil di Jakarta, ia akan mendapat sambutan meriah. Saya jamin,” kata sutradara Ranah PAC tersebut.</p>



<p>Metron juga menyoroti proses seleksi tingkat kabupaten dan kota yang dinilai belum seragam. “Ada daerah yang melakukan seleksi, ada yang menggunakan sistem penunjukan, bahkan ada yang tidak mengirim peserta. Padahal Balai Bahasa datang dengan program untuk memajukan budaya Minangkabau,” ujarnya.</p>



<p>Festival Tunas Bahasa Ibu digadang menjadi wadah regenerasi penutur bahasa ibu yang mampu menjaga keberlanjutan Bahasa Minangkabau di tengah derasnya arus pergeseran bahasa. Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa berharap bibit-bibit muda yang tampil dapat menjadi jembatan pelestarian bahasa daerah di masa mendatang.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/fbti-tingkat-smp-se-sumbar-menghidupkan-bahasa-minang-di-kalangan-generasi-muda/">FBTI Tingkat SMP se Sumbar, Menghidupkan Bahasa Minang di Kalangan Generasi Muda</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">238239</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Meminangkan Perantau Minang</title>
		<link>https://langgam.id/meminangkan-perantau-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Donny Syofyan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 May 2023 12:52:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Alam Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Minangkabau]]></category>
		<category><![CDATA[Perantau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=181601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Baru-baru ini saya berbelanja di kawasan Springvale, sebeuah suburb (kecamatan) di pinggiran kota Melbourne. Springvale dikenal sebagai kampung Vietnam sebab ia merupakan kawasan yang disediakan oleh pemerintah Australia bagi para pengungsi Vietnam yang melarikan diri dari negerinya ketika pecah perang Vietnam puluhan tahun silam. Di sebuah toko, saya mendengar salah seorang pelayan tokoh, seorang gadis muda, melayani pelanggannya yang sudah tua dengan berbahasa Vietnam. Tak lama kemudian, ia berganti dengan pelanggan lain, yang kebetulan seorang kulit putih, dengan bahasa Inggris ala penutur asli. Begitu pelanggan kedua ini berlalu, saya menghampiri gadis pelayan sambil menanyakan barang yang hendak saya beli. Dalam kesempatan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/meminangkan-perantau-minang/">Meminangkan Perantau Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Baru-baru ini saya berbelanja di kawasan Springvale, sebeuah <em>suburb</em> (kecamatan) di pinggiran kota Melbourne. Springvale dikenal sebagai kampung Vietnam sebab ia merupakan kawasan yang disediakan oleh pemerintah Australia bagi para pengungsi Vietnam yang melarikan diri dari negerinya ketika pecah perang Vietnam puluhan tahun silam. </p>



<p>Di sebuah toko, saya mendengar salah seorang pelayan tokoh, seorang gadis muda, melayani pelanggannya yang sudah tua dengan berbahasa Vietnam. Tak lama kemudian, ia berganti dengan pelanggan lain, yang kebetulan seorang kulit putih, dengan bahasa Inggris ala penutur asli.</p>



<p>Begitu pelanggan kedua ini berlalu, saya menghampiri gadis pelayan sambil menanyakan barang yang hendak saya beli. Dalam kesempatan ini, saya bertanya, “<em>Do you speak Vietnamese to Vietnamese men? I’m just curious</em>&nbsp;(Apakah kamu selalu berbicara bahasa Vietnam dengan orang Vietnam? Sekadar ingin tahu). Ia menjawab, “<em>We never speak English with Vietnamese. Even we speak Vietnamese at home</em>&nbsp;(Kami tak pernah ngomong bahasa Inggris dengan orang Vietnam bahkan di rumah sekalipun).</p>



<p>Bagi saya, ini adalah sebuah peristiwa budaya membikin <em>shock</em>&nbsp;meski peristiwa hanyalah sebuah jepretan, bukan berdasarkan riset yang serius dan teruji. Bagaimana tidak, si gadis yang sangat mungkin generasi ketika warga Vietnam di sebuah negeri asing masih menjaga budayanya dengan tetap berbahasa Vietnam sesama warganya. Pada saat yang sama, pikiran saya langsung melayang ke ranah Minang khususnya dan Tanah Air secara umum bagaimana para orang tua tak lagi hirau anak-anaknya yang tidak bisa berbahasa lokal. Untuk di kampung halaman, bahasa Minang masih bisa dipertahankan sebab komunikasi dilakukan dengan bahasa Minang alih-alih bahasa Indonesia dalam keseharian.</p>



<p>Hal berbeda terjadi di kalangan perantau Minang. Sudah bukan rahasa lagi kebanyakan generasi ke-2 dan ke-3 perantau Minang tidak lagi memahami dan mampu bercakap-cakap dengan bahasa Minang. Sebagai misal, tak terhitung lagi artis-artis ibu kota berdarah Minang yang menghiasi dunia hiburan di Tanah Air yang tak bisa berbahasa Minang. Nama-nama seperti Nikita Willy, Bunga Citra Lestari, Marshanda, Afgan, Tika Bravani, Tasya Kamila, Laudya Chyntia Bella, Nagita Slavina, Natasha Rizky dan Nina Zatulini adalah sedikit dari sekian selebriti Tanah Air berdarah Minang yang tidak bisa lagi berbahasa Minang. Sebagainnya berdarah campuran. Pengecualin bisa diberikan kepada sedikit artis, di antaranya Melanie Putria dan Nirina Zubir. Meski lahir di rantau, keduanya masih fasih berbahasa Minang.</p>



<p><strong>Bahasa Minang sebagai Pintu</strong><strong></strong></p>



<p>Kita tidak menafikan kiprah perantau ke kampung halaman. Sudah tidak terhitung bantuan material yang diberikan ke ranah maupun terbentuknya perkumpulan orang-orang Minang di rantau. Kelompok Sulit Air Sepakat (SAS) sudah terkenal dimana-mana. Bahkan di Melbourne, para perantau Minang mendirikan organisasi bernama Minang Saiyo. Namun sisi terlemah perantau Minang adalah mentransfer kemampuan berbahasa Minang ke anak-anak dan para cucunya. Menjaga bahasa Minang, adalah pintu masuk untuk menjaga identitas dan kebudayaan Minang itu sendiri. Memang terkesan sederhana, tapi kemampuan anak-anak berbahasa Minang di rantau bakal mendorong mereka untuk mencintai adat-istiadat, pulang kampung mengunjungi daerah yang menjadi asal-usulnya, berkontribusi lebih intens ke kampung halaman, dan lain-lain.</p>



<p>Dengan mengajarkan anak-anak berbahasa Minang di rantau, mereka mula mengenal adat istiadat, tradisi, dan hasrat terhadap budaya Minang. Melalui bahasa Minang, sejarah dan gaya hidup masyarakat Minang bakal diwariskan dengan cara yang sarat nuansa. Seorang anak gadis Minang di rantau tidak akan memodifikasi pakaian adat Minang, misalnya dengan memperlihatkan bagian dada bagi anak daro dalam acara perhelatan ketika ia memakai adat istiadat Minang yang erat kaitannya dengan Islam. Ada kenyamanan tertentu ketika masuk rumah makan Padang dan memesan makanan dalam bahasa Minang. Dalam banyak hal, bahasa Minang menjadi sentral untuk merasakan ‘<em>sense’</em>&nbsp;keminangan tersebut.</p>



<p>Ada banyak alasan mengapa anak-anak Minang tidak lagi menggunakan bahasa Minang sebagai bahasa orang tuanya. Dalam banyak kasus, orang-rang Minang mendorong anak-anak mereka untuk hanya berbicara bahasa Indonesia, atau bahasa daerah dimana mereka berada. Mereka tidak ingin anak-anak mereka menghadapi masalah bila tak mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Bukankah orang Minang dituntut adaptif, dima bumi dipijak di sinan langik dijunjuang. Dalam kasus lain, anak-anak ini menolak untuk berbicara bahasa ibu mereka karena takut diejek di sekolah. Atau memang orang tua tidak menurunkan bahasa Minang ke anak-anaknya sama sekali.</p>



<p>Tak kalah penting, berbicara dengan bahasa Minang, atau bahasa ibu secara umum, sebenarnya menyampaikan pesan ke dalam hati, bukan sekadar pikiran. Bahasa adalah produk interaktif. Ia harus diucapkan dan ditafsirkan oleh yang lain. Nelson Mandela mengakui betapa kuatnya interaksi sehari-hari ini. Ia mengatakan, &#8220;<em>If you talk to a man in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in his language, that goes to his heart</em>” (Jika Anda berbicara dengan seorang pria dalam bahasa yang ia pahami, pesan itu masuk ke dalam pikirannya. Jika Anda berbicara dengannya dengan bahasanya, ia masuk ke hatinya).</p>



<p>Bahasa bergema di hati penuturnya. Ini memungkinkan kita terhubung dengan asal usul dan leluhur kita. Bahasa juga memberi kita rasa kemasyarakatan dengan orang-orang yang tidak kita kenal tetapi mungkin memiliki pengalaman hidup yang serupa. Kehilangan itu berarti kehilangan diri kita sendiri. Karenanya, ketidakmampuan berbahasa Minang adalah awal dari kehilangan jati diri sebagai orang Minang, sekecil apapun. Bila ingin meminangkan kembali orang Minang, teruatama di perantauan, saatnya mendorong keluarga-kelaurga urang awak untuk merawat dan menurunkan kemampuang bahasa Minang ini kepada anak-anak dan cucunya.</p>



<p><strong>*Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas</strong></p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/meminangkan-perantau-minang/">Meminangkan Perantau Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">181601</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Pernah Tinggal di Solok, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Masih Fasih Berbahasa Minang</title>
		<link>https://langgam.id/pernah-tinggal-di-solok-wakapolri-komjen-gatot-eddy-masih-fasih-berbahasa-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2022 11:27:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Gatot Eddy Pramono]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten Solok]]></category>
		<category><![CDATA[Wakapolri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=155655</guid>

					<description><![CDATA[<p>Langgam.id- Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono lahir dan sempat tinggal di Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar). Meskipun hanya sebentar menetap di Sumbar, ia masih fasih berbahasa Minang. Ia membuktikan masih bisa berbahasa Minang, saat berpantun dalam peresmian Masjid Hj Alisma Alius di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Selasa (10/5/2022). Komjen Gatot mengatakan, masyarakat Sumbar dikenal dengan pantunnya. Ia berpantun untuk mengucapkan salam kepada para tamu yang hadir di acara peresmian masjid tersebut. Berikut pantun Minang Komjen Gatot: Ambiak rambutan pakai galah rambutan masak masuak ka goni ambo unjuakkan salam jo sambah sambah taunjuak ka urang rami Ka Payakumbuah naik oto</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pernah-tinggal-di-solok-wakapolri-komjen-gatot-eddy-masih-fasih-berbahasa-minang/">Pernah Tinggal di Solok, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Masih Fasih Berbahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Langgam.id-</strong> Wakapolri <a href="https://langgam.id/tag/gatot-eddy-pramono/">Komjen Pol Gatot Eddy Pramono</a> lahir dan sempat tinggal di Kabupaten Solok, Sumatra Barat (Sumbar). Meskipun hanya sebentar menetap di Sumbar, ia masih fasih berbahasa Minang.</p>
<p>Ia membuktikan masih bisa berbahasa Minang, saat berpantun dalam peresmian Masjid Hj Alisma Alius di Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Selasa (10/5/2022).</p>
<p>Komjen Gatot mengatakan, masyarakat Sumbar dikenal dengan pantunnya. Ia berpantun untuk mengucapkan salam kepada para tamu yang hadir di acara peresmian masjid tersebut.</p>
<p>Berikut pantun Minang Komjen Gatot:</p>
<p><em>Ambiak rambutan pakai galah</em><br />
<em>rambutan masak masuak ka goni</em><br />
<em>ambo unjuakkan salam jo sambah </em><br />
<em>sambah taunjuak ka urang rami</em></p>
<p><em>Ka Payakumbuah naik oto</em><br />
<em>painyo malam sanayan</em><br />
<em>sambuiklah salam dari ambo</em><br />
<em>untuak saluruah tamu undangan</em></p>
<p>Komjen Gatot mengaku bisa berbahasa Minang, karena lahir di Kabupaten Solok, Sumbar pada 1965. Tepatnya di Sukarami.</p>
<p>&#8220;Pak waka bisa minang?. Kenapa gak bisa bahasa Minang. Saya itu lahir di bawah kaki Gunung Talang, Sukarami,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia mengatakan, juga menetap selama 7 tahun di Kabupaten Solok. Kemudian dia baru pindah ke Pekanbaru, Riau. <a href="https://langgam.id/cerita-wakapolri-komjen-gatot-eddy-lahir-dan-tinggal-di-kaki-gunung-talang-solok/"><strong>Baca Juga: Cerita Wakapolri Komjen Gatot Eddy Lahir dan Tinggal di Kaki Gunung Talang Solok</strong></a></p>
<p>&#8220;Saya 7 tahun di Solok,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Masjid Hj Alisma Alius didirikan Mantan Kepala mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Komjen Pol (Purn) Suhardi Alius. Nama masjid itu merupakan nama ibu dari Suhardi Alius.</p>
<p>Masjid megah ini dibangun sejak November 2021. Masjid yang berlokasi di jalan lintas Padang-Solok bisa dimanfaatkan warga sekitar dan para musafir untuk beribadah dan beristirahat.</p>
<p>Kata Gatot, masjid ini bukti bakti Suhardi Alius kepada orang tuanya. Suhardi juga dinilai peduli dengan kampung halamannya Kabupaten Solok.</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/pernah-tinggal-di-solok-wakapolri-komjen-gatot-eddy-masih-fasih-berbahasa-minang/">Pernah Tinggal di Solok, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Masih Fasih Berbahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">155655</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arti Kata &#8220;Titiak&#8221; Hingga &#8220;Tunduak&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</title>
		<link>https://langgam.id/arti-kata-titiak-hingga-tunduak-dalam-kamus-bahasa-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2020 23:05:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kamus Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Hide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77599</guid>

					<description><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti titiak, tobaik, tokok, toloang, topeang, tuduah, tungkuih, tunjuak, tuneh, tunduak masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini. . Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang. Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;ti.tiak&#8221; hingga kata &#8220;tun.duak&#8221;: . 1. ti.tiak: titik contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;tando titiak&#8221; (tanda titik) . 2. to.baik: tobat contoh penggunaan dalam</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-titiak-hingga-tunduak-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Titiak&#8221; Hingga &#8220;Tunduak&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti <em>titiak, tobaik, tokok, toloang, topeang, tuduah, tungkuih, tunjuak, tuneh, tunduak </em>masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini.<br />
.<br />
Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang.</p>
<p>Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;<em>ti.tiak&#8221;</em> hingga kata <em>&#8220;tun.duak&#8221;:</em></p>
<p>.</p>
<p>1. ti.tiak: titik<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tando titiak&#8221;</em> (tanda titik)</p>
<p>.<br />
2. to.baik: tobat<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ambo nio tobaik&#8221;</em> (saya mau tobat)<br />
.<br />
3. to.kok: pukul<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>tokok sakali lai</em><em>&#8220;</em> (pukul sekali lagi)</p>
<p>.<br />
4. to.loang: tolong<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;toloang angkekan ko ciek&#8221;</em> (tolong angkatkan ini)</p>
<p>.<br />
5. to.peang: topeng<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;sia nan mamakai topeang tu?&#8221;</em> (siapa yang memakai tepung itu?)<br />
.<br />
6. tu.duah: tuduh<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;ambo lah kanai tuduah se<i>&#8220;</i> (saya kena tuduh saja)<br />
.<br />
7. tung.kuih: bungkus<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tungkuih se jo plastik&#8221;</em> (bungkus saja dengan plastik)<br />
.<br />
8. tun.juak: tunjuk<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tunjuakan ma urang nyo&#8221;</em> (tunjukkan mana orangnya)<br />
.<br />
9. tu.neh: tunas<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tunehnyo lai ado?</em><em>&#8220;</em> (apa tunasnya ada?)</p>
<p>.</p>
<p>10. tun.duak: tunduk<br />
contoh penggunaan dalam kalimat: <em>&#8220;nyo lai tunduak ka ambo ma&#8221; </em>(dia tunduk kepada saya)<br />
.</p>
<p>Sumber: Kamus Minangkabau-Indonesia 1985 (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) dan Kamus Bahasa Minangkabau- Indonesia Balai Bahasa Padang tahun 2009 (Departemen Pendidikan Nasional)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-titiak-hingga-tunduak-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Titiak&#8221; Hingga &#8220;Tunduak&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77599</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arti Kata &#8220;Tibo&#8221; Hingga &#8220;Tirih&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</title>
		<link>https://langgam.id/arti-kata-tibo-hingga-tirih-dalam-kamus-bahasa-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2020 23:04:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kamus Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Hide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77598</guid>

					<description><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti tibo, tido, tidua, tigo, tikuih, tikuluak, timbo, timbua, tipih, tirih masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini. . Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang. Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;ti.bo&#8221; hingga kata &#8220;ti.rih&#8221;: . 1. ti.bo: datang contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;bilo tibo?&#8221; (kapan datang?) . 2. Ti.do: tidak ada contoh penggunaan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tibo-hingga-tirih-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tibo&#8221; Hingga &#8220;Tirih&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti <em>tibo, tido, tidua, tigo, tikuih, tikuluak, timbo, timbua, tipih, tirih </em>masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini.<br />
.<br />
Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang.</p>
<p>Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;<em>ti.bo&#8221;</em> hingga kata <em>&#8220;ti.rih&#8221;:</em></p>
<p>.</p>
<p>1. ti.bo: datang<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;bilo tibo?&#8221;</em> (kapan datang?)</p>
<p>.<br />
2. Ti.do: tidak ada<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tido di ambo&#8221;</em> (tidak ada sama saya)<br />
.<br />
3. ti.dua: tidur<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>inyo lah tatidua se</em><em>&#8220;</em> (dia sudah tertidur saja)</p>
<p>.<br />
4. ti.go: tiga<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ado tigo buah&#8221;</em> (ada tiga buah)</p>
<p>.<br />
5. ti.kuih: tikus<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ado tikuih&#8221;</em> (ada tikus)<br />
.<br />
6. ti.ku.luak: selendang<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>pakai se tikuluak</em><i>&#8220;</i> (pakai saja selendang)<br />
.<br />
7. tim.bo: timba<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;timbo jo gayuang&#8221;</em> (timba dengan gayung)<br />
.<br />
8. tim.bua: timbul<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;lai tumbuanyo?&#8221;</em> (apakah timbul?)<br />
.<br />
9. ti.pih: tipis<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tipih karatehnyo lai</em><em>&#8220;</em> (kertasnya terlalu tipis)</p>
<p>.</p>
<p>10. ti.rih: bocor<br />
contoh penggunaan dalam kalimat: <em>&#8220;atoknyo tirih&#8221; </em>(atapnya bocor)<br />
.</p>
<p>Sumber: Kamus Minangkabau-Indonesia 1985 (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) dan Kamus Bahasa Minangkabau- Indonesia Balai Bahasa Padang tahun 2009 (Departemen Pendidikan Nasional)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tibo-hingga-tirih-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tibo&#8221; Hingga &#8220;Tirih&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77598</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arti Kata &#8220;Tembok&#8221; Hingga &#8220;Tiado&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</title>
		<link>https://langgam.id/arti-kata-tembok-hingga-tiado-dalam-kamus-bahasa-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2020 23:03:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kamus Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Hide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77596</guid>

					<description><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti tembok, tempang, tempo, tengak, tenggek, tenggi, tenjak, tenju, tenteang, tiado masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini. . Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang. Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;tem.bok&#8221; hingga kata &#8220;ti.ado&#8221;: . 1. tem.bok: dinding contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;cat tembok&#8221; (cat dinding) . 2. tem.pang: tidak lurus contoh penggunaan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tembok-hingga-tiado-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tembok&#8221; Hingga &#8220;Tiado&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti <em>tembok, tempang, tempo, tengak, tenggek, tenggi, tenjak, tenju, tenteang, tiado </em>masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini.<br />
.<br />
Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang.</p>
<p>Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;<em>tem.bok&#8221;</em> hingga kata <em>&#8220;ti.ado&#8221;:</em></p>
<p>.</p>
<p>1. tem.bok: dinding<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;cat tembok&#8221;</em> (cat dinding)</p>
<p>.<br />
2. tem.pang: tidak lurus<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tempang lataknyo&#8221;</em> (letaknya tidak lurus)<br />
.<br />
3. tem.po: libur<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>bilo tempo karajo?</em><em>&#8220;</em> (kapan libur kerja?)</p>
<p>.<br />
4. te.ngak: bodoh<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tegak paja tu mah&#8221;</em> (dia itu bodoh)</p>
<p>.<br />
5. teng.gek: tengger<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;buruang tu batenggek di ateh atok&#8221;</em> (burung itu bertengger di atap rumah)<br />
.<br />
6. teng.gi: tinggi<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>kurang tenggi kayunyo</em><i>&#8220;</i> (kayunya kurang tinggi)<br />
.<br />
7. ten.jak: pincang<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;jalannyo agak tenjak&#8221;</em> (jalannya agak pincang)<br />
.<br />
8. ten.ju: tinju<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ditenjunyo ambo&#8221;</em> (dia meninju saya)<br />
.<br />
9. ten.teang: jinjing<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tenteang lah asoi tu ciek</em><em>&#8220;</em> (jinjing plastik itu agak satu buah)</p>
<p>.</p>
<p>10. ti.a.do: tiada<br />
contoh penggunaan dalam kalimat: <em>&#8220;tiado na paduli&#8221; </em>(tiada yang peduli)<br />
.</p>
<p>Sumber: Kamus Minangkabau-Indonesia 1985 (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) dan Kamus Bahasa Minangkabau- Indonesia Balai Bahasa Padang tahun 2009 (Departemen Pendidikan Nasional)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tembok-hingga-tiado-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tembok&#8221; Hingga &#8220;Tiado&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77596</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arti Kata &#8220;Tataruang&#8221; Hingga &#8220;Teloh&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</title>
		<link>https://langgam.id/arti-kata-tataruang-hingga-teloh-dalam-kamus-bahasa-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2020 23:02:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kamus Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Hide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77565</guid>

					<description><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti tataruang, taruih, taun, tea, teba, tekek, tekoang, tele, teleang, teloh masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini. . Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang. Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;ta.ta.ruang&#8221; hingga kata &#8220;te.loh&#8221;: . 1. ta.ta.ruang: tersandung contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;ambo tataruang dek batu disitu tadi&#8221; (tadi saya tersandung batu disana)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tataruang-hingga-teloh-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tataruang&#8221; Hingga &#8220;Teloh&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti <em>tataruang, taruih, taun, tea, teba, tekek, tekoang, tele, teleang, teloh </em>masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini.<br />
.<br />
Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang.</p>
<p>Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;<em>ta.ta.ruang&#8221;</em> hingga kata <em>&#8220;te.loh&#8221;:</em></p>
<p>.</p>
<p>1. ta.ta.ruang: tersandung<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ambo tataruang dek batu disitu tadi&#8221;</em> (tadi saya tersandung batu disana)</p>
<p>.<br />
2. ta.ruih: lurus/tidak berhenti-henti<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;taruih se sampai rumah tu&#8221;</em> (lurus saja hingga rumah itu)<br />
.<br />
3. ta.un: tahun<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>iko taun bara?</em><em>&#8220;</em> (ini tahun berapa?)</p>
<p>.<br />
4. te.a: agak bodoh/umpatan<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;urang tea mah&#8221;</em> (orang yang agak bodoh)</p>
<p>.<br />
5. te.ba: bertebaran<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;bateba se di lantai&#8221;</em> (bertebaran saja dilantai)<br />
.<br />
6. te.kek: pukul<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>ditekeknyo kapalo ambo</em><i>&#8220;</i> (dia memukul kepala saya)<br />
.<br />
7. te.koang: takaran<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;bara tekong ko?&#8221;</em> (berapa takarannya?)<br />
.<br />
8. te.le: bodoh/kurang akal<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tele ang mah!&#8221;</em> (kamu bodoh!)<br />
.<br />
9. te.leang: miring<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;garihnyo teleang</em><em>&#8220;</em> (garisnya miring)</p>
<p>.</p>
<p>10. te.loh: cadel<br />
contoh penggunaan dalam kalimat: <em>&#8220;inyo teloh dari ketek&#8221; </em>(dia sudah cadel dari kecil)<br />
.</p>
<p>Sumber: Kamus Minangkabau-Indonesia 1985 (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) dan Kamus Bahasa Minangkabau- Indonesia Balai Bahasa Padang tahun 2009 (Departemen Pendidikan Nasional)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tataruang-hingga-teloh-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tataruang&#8221; Hingga &#8220;Teloh&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77565</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arti Kata &#8220;Tarang&#8221; Hingga &#8220;Taruang&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</title>
		<link>https://langgam.id/arti-kata-tarang-hingga-taruang-dalam-kamus-bahasa-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2020 23:01:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kamus Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Hide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77550</guid>

					<description><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti tarang, taratik, tarawiah, tarika, tarimo, taromoih, tarompa, tarompet, taropoang, taruang masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini. . Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang. Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;ta.rang&#8221; hingga kata &#8220;ta.ruang&#8221;: . 1. ta.rang: terang contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;kurang tarang lampunyo&#8221; (lampunya kurang terang) . 2. ta.ra.tik: sopan contoh</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tarang-hingga-taruang-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tarang&#8221; Hingga &#8220;Taruang&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti <em>tarang, taratik, tarawiah, tarika, tarimo, taromoih, tarompa, tarompet, taropoang, taruang </em>masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini.<br />
.<br />
Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang.</p>
<p>Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;<em>ta.rang&#8221;</em> hingga kata <em>&#8220;ta.ruang&#8221;:</em></p>
<p>.</p>
<p>1. ta.rang: terang<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;kurang tarang lampunyo&#8221;</em> (lampunya kurang terang)</p>
<p>.<br />
2. ta.ra.tik: sopan<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;kurang taratik paja tu&#8221;</em> (dia kurang sopan)<br />
.<br />
3. ta.ra.wiah: tarawih<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>ambo pai sumbayang tarawiah dulu</em><em>&#8220;</em> (saya pergi shalat tarawih dulu)</p>
<p>.<br />
4. ta.ri.ka: setrika<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;baju ko aku ditarika lai&#8221;</em> (baju ini belum disetrika)</p>
<p>.<br />
5. ta.ri.mo: terima<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;alun ambo tarimo lai&#8221;</em> (belum saya terima)<br />
.<br />
6. ta.ro.moih: teromos<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>kurang angek aia di taromoih tu</em><i>&#8220;</i> (air yang diteromos itu kurang panas)<br />
.<br />
7. ta.rom.pa: sendal<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tarompa ambo ilang&#8221;</em> (sendal saya hilang)<br />
.<br />
8. ta.rom.pet: terompet<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;dima urang manjua tarompet?&#8221;</em> (dimana orang menjual terompet?)<br />
.<br />
9. ta.ro.poang: teropong<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;bisa dicaliak pakai taropoang nyo</em><em>&#8220;</em> (hanya bisa dilihat dengan teropong)</p>
<p>.</p>
<p>10. ta.ruang: terung<br />
contoh penggunaan dalam kalimat: <em>&#8220;bara taruang ko sakilo?&#8221; </em>(berapa terung ini satu kilo?)<br />
.</p>
<p>Sumber: Kamus Minangkabau-Indonesia 1985 (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) dan Kamus Bahasa Minangkabau- Indonesia Balai Bahasa Padang tahun 2009 (Departemen Pendidikan Nasional)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tarang-hingga-taruang-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tarang&#8221; Hingga &#8220;Taruang&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77550</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arti Kata &#8220;Takuruang&#8221; Hingga &#8220;Taranak&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</title>
		<link>https://langgam.id/arti-kata-takuruang-hingga-taranak-dalam-kamus-bahasa-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 23:10:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kamus Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Hide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77395</guid>

					<description><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti tangkurak, takuruang, tanun, tanyo, tapek, tapuang, taragak, tarago, taraja, taranak masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini. . Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang. Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;ta.ku.ruang&#8221; hingga kata &#8220;ta.ra.nak&#8221;: . 1. tang.kurak: tengkorak contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;tadi ado urang manamuan tangkurak&#8221; (tadi ada yang menemukan tengkorak) .</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-takuruang-hingga-taranak-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Takuruang&#8221; Hingga &#8220;Taranak&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti <em>tangkurak, takuruang, tanun, tanyo, tapek, tapuang, taragak, tarago, taraja, taranak </em>masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini.<br />
.<br />
Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang.</p>
<p>Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;<em>ta.ku.ruang&#8221;</em> hingga kata <em>&#8220;ta.ra.nak&#8221;:</em></p>
<p>.</p>
<p>1. tang.kurak: tengkorak<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tadi ado urang manamuan tangkurak&#8221;</em> (tadi ada yang menemukan tengkorak)</p>
<p>.<br />
2. ta.ku.ruang: terkurung<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ambo takuruang ujan&#8221;</em> (saya terkurung hujan?)<br />
.<br />
3. ta.nun: tenun<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>iko kain tanun</em><em>&#8220;</em> (ini kain tenun)</p>
<p>.<br />
4. ta.nyo: tanya<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ado yang ni batanyo?&#8221;</em> (ada yang ingin bertanya?)</p>
<p>.<br />
5. ta.pek: tepat<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ndak tapek sasaran do&#8221;</em> (tidak tepat sasaran)<br />
.<br />
6. ta.puang: tepung<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>agiah tapuang bia ancak</em><i>&#8220;</i> (beri tepung biar bagus)<br />
.<br />
7. ta.ra.gak: rindu<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ambo taragak nasi padang&#8221;</em> (saya rindu makan nasi padang)<br />
.<br />
8. ta.ra.go: sementara<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tarago inyo pai, istirahat wak dulu&#8221;</em> (sementara dia pergi kita istirahat dulu)<br />
.<br />
9. ta.ra.ja: terbiasa<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;inyo lah taraja babahaso minang</em><em>&#8220;</em> (dia sudah biasa berbahasa minang)</p>
<p>.</p>
<p>10. ta.ra.nak: ternak<br />
contoh penggunaan dalam kalimat: <em>&#8220;ambo nio mancaliak taranak dulu&#8221; </em>(saya pergi melihat ternak dulu)<br />
.</p>
<p>Sumber: Kamus Minangkabau-Indonesia 1985 (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) dan Kamus Bahasa Minangkabau- Indonesia Balai Bahasa Padang tahun 2009 (Departemen Pendidikan Nasional)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-takuruang-hingga-taranak-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Takuruang&#8221; Hingga &#8220;Taranak&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77395</post-id>	</item>
		<item>
		<title>Arti Kata &#8220;Tanggang&#8221; Hingga &#8220;Tangkelek&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</title>
		<link>https://langgam.id/arti-kata-tanggang-hingga-tangkelek-dalam-kamus-bahasa-minang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Admin Palanta]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2020 23:09:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kamus Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Bahasa Minang]]></category>
		<category><![CDATA[Hide]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://langgam.id/?p=77389</guid>

					<description><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti tanggang, tanggo, tangguak, tangguang, tangguli, tangih, tangka, tangkeh, tangkelek masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini. . Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang. Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;tang.gang&#8221; hingga kata &#8220;tang.kelek&#8221;: . 1. tang.gang: bergadang contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;jan bagadang juo&#8221; (jangan bergadang juga) . 2. tang.go: tangga contoh penggunaan</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tanggang-hingga-tangkelek-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tanggang&#8221; Hingga &#8220;Tangkelek&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>LanggamMinang- Sejumlah kata Bahasa Minang berawalan &#8220;t&#8221; seperti <em>tanggang, tanggo, tangguak, tangguang, tangguli, tangih, tangka, tangkeh, tangkelek </em>masih digunakan masyarakat Minang dalam percakapan sehari-hari hingga kini.<br />
.<br />
Sebagian kata yang digunakan dalam Bahasa Minang dekat dengan Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia, sehingga relatif lebih mudah dipahami oleh penutur Bahasa Indonesia ataupun Bahasa Melayu. Sebagian yang lain hanya dikenal dalam Bahasa Minang.</p>
<p>Berikut arti sejumlah kata tersebut menurut Kamus Bahasa Minang &#8211; Indonesia, dimulai dari kata &#8220;<em>tang.gang&#8221;</em> hingga kata <em>&#8220;tang.kelek&#8221;:</em></p>
<p>.</p>
<p>1. tang.gang: bergadang<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;jan bagadang juo&#8221;</em> (jangan bergadang juga)</p>
<p>.<br />
2. tang.go: tangga<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ma tanggonyo?&#8221;</em> (mana tangganya?)<br />
.<br />
3. tang.guak: menjaring<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>manangguak ikan?</em><em>&#8220;</em> (menjaring ikan)</p>
<p>.<br />
4. tang.guang: tanggung<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tangguang kalau ambo kasitu&#8221;</em> (tanggung kalau saya kesana)</p>
<p>.<br />
5. tang.guli: air gula<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tambah jo tangguli&#8221;</em> (tambah dengan air gula)<br />
.<br />
6. ta.ngih: tangis<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : &#8220;<em>apo nan batangihan?</em><i>&#8220;</i> (apa yang ditangisi?)<br />
.<br />
7. tang.ka: keras kepala<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;jan tangka juo&#8221;</em> (jangan keras kepala juga)<br />
.<br />
8. tang.keh: tangkas<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;tangkeh jo nyo kironyo&#8221;</em> (ternyata dia tangkas juga)<br />
.<br />
9. tang.kelek: sendal kayu<br />
contoh penggunaan dalam kalimat : <em>&#8220;ado nampak tangkelek ambo?</em><em>&#8220;</em> (ad liat sendal kayu saya?)</p>
<p>.</p>
<p>10. tang.kok: tangkap<br />
contoh penggunaan dalam kalimat: <em>&#8220;tangkok dih!&#8221; </em>(tangkap ya!)<br />
.</p>
<p>Sumber: Kamus Minangkabau-Indonesia 1985 (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa) dan Kamus Bahasa Minangkabau- Indonesia Balai Bahasa Padang tahun 2009 (Departemen Pendidikan Nasional)</p>
<p>The post <a href="https://langgam.id/arti-kata-tanggang-hingga-tangkelek-dalam-kamus-bahasa-minang/">Arti Kata &#8220;Tanggang&#8221; Hingga &#8220;Tangkelek&#8221; dalam Kamus Bahasa Minang</a> appeared first on <a href="https://langgam.id">Langgam.id</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">77389</post-id>	</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 26/87 objects using Redis
Page Caching using Disk: Enhanced 
Content Delivery Network Full Site Delivery via cloudflare
Fragment Caching 3/5 fragments using Redis

Served from: langgam.id @ 2026-06-07 22:01:43 by W3 Total Cache
-->