Sungai Meluap, Puluhan Rumah di Kabupaten Solok Terendam Banjir

Curah hujan yang cukup tinggi, membuat air sungai yang ada di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, meluap

Banjir merendam rumah-rumah warga di Kabupaten Solok. [foto: BPBD Kabupaten Solok]

Langgam.id – Curah hujan yang cukup tinggi sejak siang, membuat air sungai yang ada di Nagari Aia Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, meluap pada Sabtu (8/1/2022).

Akibatnya, puluhan rumah warga yang ada di nagari tersebut terendam banjir sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Solok Armen mengatakan, air sungai yang meluap tersebut berasal dari Batang Hari yang bertemu dengan sungai dari Aia Dingin.

“Tinggi tanggul 4 meter, sedangkan tinggi air 5 meter. Lebih tinggi dari tanggul, sehingga air sungai melimpah sampai ke rumah masyarakat,” ujarnya saat dihubungi Langgam.id.

Armen menambahkan, ada tiga jorong yang terdampak banjir di Nagari Aia Dingin tersebut. Yaitu, Jorong Aia Dingin, Jorong Data, Jorong Batang Hari.

“Ada 21 rumah yang terendam banjir, 22 kepala keluarga (KK) dan 88 warga. Warga tidak ada yang mengungsi,” ucap Armen.

Ia mengungkapkan, banjir yang merendam rumah warga ada ketinggian airnya 1 meter hingga 1,5 meter. Akibatnya, alat rumah tangga tidak bisa diamankan.

“Kemudian, juga ada dinding rumah warga yang jebol, saat ini sedang diinventarisir,” bebernya.

Banjir ini terang Armen, sempat membuat jalan nasional juga ikut terendam banjir. Akibatnya, jalan nasional tersebut tidak bisa dilewati kendaraan karena banjir.

“Kini banjir sudah susut, jalan nasional sudah dilewati oleh kendaraan sejam yang lalu,” tutur Armen saat dihubungi sekitar pukul 21.07 WIB, Sabtu (8/1/2022).

Untuk penanganan banjir ini katanya, BPBD Kabupaten Solok menurunkan petugas tim reaksi cepat (TRC) ke lapangan.

“Selain itu, juga ada dari Tagana, masyarakat, dan TNI/Polri. Mana tahu ada warga yang perlu dievakuasi,” sebutnya.

Baca juga: Pemprov Sumbar Tolak Usulan Pencopotan Ketua DPRD Solok Dodi Hendra

Saat ini terang Armen, petugas BPBD masih di lapangan karena ada pembersihan jalan dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran (damkar).

Mobil damkar diturunkan untuk menyemprot sarana umum atau rumah masyarakat yang perlu disemprot akibat banjir.


Dapatkan update berita terbaru setiap hari dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Nagari Salareh Aia, Palembayan, Kabupaten Agam enam bulan pascabencana galodo.
Potret Nagari Salareh Aia Setelah Enam Bulan Dilanda Galodo
Langgam.id-cerah berawan
Cuaca Idul Adha 2026 di Sumbar Diprediksi Cerah, Sebagian Cerah Berawan
salah satu penghuni huntara Kapalo Koto menjemput air untuk kebutuhan harian.
Harap-Harap Cemas Menanti Hunian yang Dijanjikan
Kondisi huntara di Kapalo Kota, Kota Padang.
Setengah Tahun Pascabencana, Penghuni Huntara Kota Padang Krisis Air Bersih
Rakit darurat untuk penyeberangan masyarakat di Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Jembatan di sungai tersebut terdampak saat bencana banjir November 2025. Ghafar
Centang Parenang Setengah Tahun Penanggulangan Bencana Sumbar
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf
Heboh Mobil Dinas Dipakai Istri ke Kampus, Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf