Langgam.id – Sungai di Saniang Baka, Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, kembali meluap, Jumat (2/1/2025). Video yang beredar di media sosial, debit air yang deras dan meluap menghanyutkan sejumlah rumah.
Jorong Gobah di Saniang Baka juga banjir akibat meluapnya sungai.
Sementara Bupati Solok, Jon Firman Pandu Selasa kemarin meninjau sejumlah titik rawan banjir di Kecamatan Junjung Sirih dan Kecamatan X Koto Singkarak. Peninjauan dilakukan menyusul curah hujan tinggi yang kembali memicu naiknya debit sejumlah sungai dan menggenangi permukiman warga, di Nagari Saning Baka kecamatan X Koto Singkarak, kemudian Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih.
Sejumlah sungai yang sebelumnya meluap saat banjir November lalu kembali menunjukkan peningkatan debit air sejak Selasa siang di Nagari Muaro Pingai dan Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih, Bupati Jon Firman Pandu meninjau langsung aliran sungai yang melintas di tengah pemukiman masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Khairul, Camat Junjung Sirih, perangkat nagari, serta tokoh masyarakat setempat.
Bupati Jon Firman Pandu mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Kabupaten Solok.
“Cuaca hidrometeorologi di Solok masih tinggi berdasarkan informasi BMKG. Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama di wilayah Muaro Pingai, Saniang Bakar, Koto Sani, dan Paninggahan, untuk tetap waspada dan berhati-hati,” ujar Jon Firman Pandu.
Ia menegaskan, pemerintah daerah terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan keselamatan warga dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Kami hadir di lapangan bersama BPBD, camat, wali nagari, dan tokoh masyarakat. Pemerintah daerah siap membantu masyarakat, dan kita semua diminta untuk tetap sabar menghadapi kondisi ini,” tambahnya.
Diketahui, intensitas hujan yang tinggi sejak Selasa pagi menyebabkan debit air di sejumlah sungai kembali meningkat dan berpotensi meluap ke kawasan permukiman.(*/Yh)






