Sumbar Alami Deflasi 0,01 Persen Selama April 2021

BPS mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 di wilayah yang tedampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

Ilustrasi deflasi (Foto: pixabay)

Langgam.id Sumatra Barat (Sumbar) mengalami deflasi sebesar 0,01 persen pada April 2021. Angka ini merupakan agregat dari dua kota yaitu Padang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen dan Bukittinggi mengalami inflasi sebesar 0,19 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar Herum Fajarwati mengatakan, deflasi di Sumbar terjadi karena adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada dua kelompok pengeluaran.

“Yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,16 persen dan kelompok transportasi sebesar 0,06 persen,” ujar Herum dalam rilis BPS Sumbar, Senin (3/5/2021).

Ia menambahkan, bahwa kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,40 persen. Kemudian, kelompok pakaian dan alas kaki dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga masing-masing sebesar 0,14 persen.

Berikutnya, kelompok pendidikan sebesar 0,06 persen, kelompok kesehatan dan kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya masing-masing sebesar 0,02 persen. Serta,kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01 persen.

“Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar, serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan tidak mengalami perubahan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pada April 2021, Sumbar mengalami deflasi sebesar 0,01 persen atau terjadi penurunan IHK dari 105,38 pada Maret 2021 menjadi 105,37 pada April 2021. Laju tahun kalender Sumbar April 2021 mengalami inflasi sebesar 0,05 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 2,19 persen.

“Pada April 2021, Padang mengalami deflasi sebesar 0,05 persen atau terjadi penurunan IHK dari 105,39 pada Maret 2021 menjadi 105,34 pada April 2021. Laju tahun kalender Padang di April 2021 mengalami deflasi sebesar 0,04 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 2,22 persen,” bebernya.

Ia menyebutkan bahwa Bukittinggi terjadi inflasi sebesar 0,19 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 105,34 pada Maret 2021 menjadi 105,54 pada April 2021. Laju tahun kalender Bukittinggi April 2021 mengalami inflasi sebesar 0,69 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,88 persen.

Herum mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga dan memberikan andil besar terhadap deflasi selama April 2021 adalah cabai merah, mobil, ikan kembung/ikan gembung/ ikan banyar/ikan gembolo/ikan aso-aso.

Kemudian, bawang merah, petai, telur ayam ras, beras, cabai rawit, pengharum cucian/pelembut, tahu mentah dan beberapa komoditas lainnya.

Sementara itu terangnya, komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil besar terhadap inflasi Sumbar di April 2021 antara lain, daging ayam ras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, emas perhiasan, angkutan udara, minyak goreng, pepaya, jengkol, ayam hidup, cumi-cumi, anggur, dan beberapa komoditas lainnya.  (*/yki)

 

Baca Juga

Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
LBH Muhammadiyah Sumbar Sorot Pelaporan Feri Amsari, Singgung Ancaman Ruang Kebebasan Sipil
LBH Muhammadiyah Sumbar Sorot Pelaporan Feri Amsari, Singgung Ancaman Ruang Kebebasan Sipil
Kasus Balita Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Orang Tua Bakal Tempuh Jalur Hukum
Kasus Balita Meninggal di RSUP M Djamil Padang, Orang Tua Bakal Tempuh Jalur Hukum
Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara "Lelaki Cadangan" di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara “Lelaki Cadangan” di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Padang Berangkat 24 April 2026
Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Padang Berangkat 24 April 2026
25 Petugas Haji Embarkasi Padang Resmi Dilantik
25 Petugas Haji Embarkasi Padang Resmi Dilantik