Sudah Terealisasi 10,97 Persen, Jalan Tol Padang-Kapalo Hilalang Ditargetkan Beroperasi 2022

Sudah Terealisasi 10,97 Persen, Jalan Tol Padang-Kapalo Hilalang Ditargetkan Beroperasi 2022

Pemprov Sumbar bersama pihak terkait membahas pembangunan jalan tol di Sumbar dalam kegiatan FGD di Adinegoro Room Graha Pena Padang, Kamis (4/2/2021). (foto: Humas Pemprov Sumbar)

Langgam.id Jalan Tol Trans Sumatera Padang-Pekanbaru ruas Padang-Kapalo Hilalang ditargetkan bisa beroperasi pada 2022 nanti. Hal ini tentu bergantung dengan pembebasan lahan masyarakat di proyek tersebut.

Pimpinan PT Hutama Karya Sumbar Marthen Robert Singal mengatakan, persoalan pembebasan lahan menjadi kendala utama lambatnya pengerjaan proyek jalan tol Padang-Sicincin-Kapalo Hilalang yang terbentang sepanjang 36,6 kilometer.

Ia menambahkan, hampir sebagian besar lahan merupakan tanah ulayat. Sejak diresmikan pembangunannya tiga tahun lalu oleh Presiden Joko Widodo, progres pembebasan lahan jalan tol ini baru mencapai 10,97 persen atau sekitar 5,07 kilometer.

“Kalau untuk progres konstruksi baru mencapai 38,206 persen. Kalau untuk pengerjaan konstruksi ini kita tidak ada hambatan berarti,” ujarnya.

Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Sesi I yang diadakan Padang Ekspres Group di Adinegoro Room Graha Pena Padang, Kamis (4/2/2021) dalam rangkaian Hari Pers Nasional Tahun 2021. Diskusi itu mengangkat tema, “Solusi Percepatan Pembangunan Tol sebagai Infrastruktur Strategis Nasional di Sumbar”.

Marthen menyebut, jalan tol ini ditargetkan beroperasi pada 2022 nanti. Namun menurutnya, syaratnya proses bisa berjalan lancar adalah pembebasan lahan tuntas awal tahun ini.

“Kalau persoalan lahan tuntas di awal semester 2021 ini, maka kami bisa bekerja secara frontal dan cepat,” jelasnya.

Saat ini katanya, sudah selesai dilakukan beberapa tahapan. Mulai dari tahap inventarisasi kepemilikan lahan, kemudian tahap pengukuran. Sementara yang belum itu adalah tahap administrasi.

Ia menjelaskan, kendala penuntasan jalan tol ini terletak pada persoalan pembebasan lahan. Hal ini disebabkan karena hampir sebagian besar lahan yang dilewati merupakan tanah ulayat. Tanah di Sumbar itu ada kekuatannya, karena hampir 80 persen adalah tanah ulayat.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memastikan pembangunan jalan tol sebagai proyek strategis nasional terus dilakukan dan pasti akan diselesaikan oleh pemerintah.

“Pembangunan jalan tol prosesnya tetap jalan. Sebab ada disinformasi yang menyatakan berhenti dan uang habis,” ujarnya.

Menurutnya, PT Hutama Karya (HK) sebagaimana paparannya dalam FGD sudah menyatakan terus melakukan proses pembangunan sejak digroundbreaking Presiden Februari 2018.

“Semuanya all out termasuk tokoh masyarakat untuk pembangunan jalan tol ini. Pak Presiden pun saat groundbreaking juga sudah minta izin bangun jalan tol kepada tokoh masyarakat yang hadir waktu itu,” tuturnya.

Irwan mengakui, memang jika dibandingkan pembangunan di Pekanbaru lebih cepat. Proses pembebasan lahan dan ganti ruginya lebih cepat. Sedangkan di Sumbar sebagaimana disampaikan HK, sekitar 80 persen merupakan tanah kaum atau ulayat yang pemiliknya hingga ratusan orang, sehingga perlu dilakukan upaya persuasif. (Rahmadi/yki)

Baca Juga

Jalan Tol Pekanbaru-Padang seksi Padang-Sicincin sepanjang 36,6 Km yang menjadi jalan tol pertama di Sumatra Barat (Sumbar)
Libur Panjang Idul Adha, Trafik Tol Padang-Sicincin Naik 76,71 Persen pada 31 Mei
Pembangunan RDF di Padang Ancam Nasib Puluhan Pemulung di TPA Air Dingin
Siapkan PSEL Padang Raya, Pemprov Sumbar Gandeng 4 Kota Pasok Bahan Baku Sampah
Olah Sampah 1.000 Ton/Hari, Gubernur Sumbar Usulkan Percepat Pembangunan PSEL ke Menteri Lingkungan Hidup
Olah Sampah 1.000 Ton/Hari, Gubernur Sumbar Usulkan Percepat Pembangunan PSEL ke Menteri Lingkungan Hidup
Hari Raya Kurban, Pemprov Sumbar Salurkan 140 Sapi dan 33 Kambing
Hari Raya Kurban, Pemprov Sumbar Salurkan 140 Sapi dan 33 Kambing
Satpol PP dan Damkar Diminta Kawal Program Strategis Pemprov Sumbar
Satpol PP dan Damkar Diminta Kawal Program Strategis Pemprov Sumbar
Pemprov Sumbar Intervensi Harga Cabai dan Bawang Lewat Gerakan Pangan Murah
Pemprov Sumbar Intervensi Harga Cabai dan Bawang Lewat Gerakan Pangan Murah