Suara Generasi Z: Kekuatan Tersembunyi di Pemilu 2024

Suara Generasi Z: Kekuatan Tersembunyi di Pemilu 2024

Hazel Rezkiana Silvin. (Foto: Dok. Pribadi)

Dalam beberapa bulan mendatang, pemilihan umum di Indonesia tahun 2024 akan kembali berlangsung. Pemilihan ini bukan hanya tentang acara demokrasi tetapi juga pertunjukan peran penting generasi Z dalam menentukan masa depan negara. Seperti yang diketahui di lingkungan sekitar kita, bahwa sudah cukup banyak generasi Z yang telah memiliki hak suara karena beberapa dari usia mereka telah mencukupi untuk ikut terlibat dalam pemilihan umum 2024.

Dikutip dari Republika, berdasarkan penuturan dari Betty Epsilon Idroos, Komisoner KPU RI, 46.800.161 orang, atau 22,85 persen dari pemilih, adalah generasi Z. Sebaliknya, 66.822.389 orang, atau 33,60 persen dari pemilih, termasuk dalam kelompok generasi milenial, yang merujuk pada orang-orang yang lahir antara tahun 1980 dan 1994. Secara keseluruhan, ada 113.622.550 pemilih dari generasi Z dan milenial, yang menyumbang 56,45 persen dari jumlah pemilih.

Meskipun jumlah pemilih dari generasi milenial lebih unggul daripada pemilih generasi Z, tidak menutup kemungkinan bahwa pengaruh pilihan suara generasi Z pada pemilihan umum 2024 akan menjadi kunci determinan perubahan politik yang signifikan. Lalu mengapa hak suara dari generasi Z bisa sangat berpengaruh pada pemilu 2024 nantinya, terutama dalam memilih calon presiden 2024?

Generasi Z tumbuh dan berkembang di era di mana teknologi dan informasi memiliki peran sentral dalam kehidupan sehari-harinya. Dengan berdampingan dengan era tersebutlah generasi Z menjadi generasi yang sangat aktif di media sosial dan dalam konteks pemilu 2024, generasi Z menggunakan media sosial untuk menyuarakan pendapat mereka, mendukung atau menentang berbagai masalah yang dianggap penting.

Generasi Z adalah pilar masyarakat digital Indonesia. Melalui jejaring sosial seperti Instagram, Twitter, TikTok, dan YouTube, mereka dapat memengaruhi opini publik. Generasi Z memiliki kemampuan untuk membentuk diskusi politik dan mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap calon presiden melalui konten yang inovatif dan kreatif. Mereka dapat menghasilkan konten visual dan fakta yang menarik melalui kreasi digital seperti video dan meme.

Generasi Z memiliki kemampuan untuk menyampaikan pesan politik yang mempengaruhi dan memotivasi anggota generasi mereka untuk terlibat dalam proses pemilihan presiden melalui inovasi dan kreativitas mereka. Selain itu, generasi Z sering kali tertarik pada isu-isu global seperti perubahan iklim, perdamaian, dan keadilan sosial. Calon presiden yang memiliki rencana dan komitmen kuat terhadap isu-isu ini kemungkinan besar akan mendapatkan dukungan dari generasi Z.

Generasi Z juga dikenal sebagai generasi yang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang cepat berubah, dan mereka cenderung mencari pemimpin yang dapat beradaptasi dengan dinamika ini. Calon presiden yang menunjukkan fleksibilitas dan kemampuan untuk berinovasi dalam menghadapi tantangan masa kini akan lebih menarik bagi Generasi Z.

Setelah sebelumnya dibahas mengenai berpengaruhnya hak suara generasi Z dalam pemilu 2024, para calon pemimpin pastinya perlu mengetahui dan menyesuaikan dirinya dengan preferensi tipe pemimpin yang ideal menurut generasi Z. Generasi Z, sebagai kelompok yang tumbuh dalam era digital dan diwarnai oleh berbagai perubahan sosial, memiliki pandangan unik terkait dengan kualitas dan karakteristik yang diharapkan dari seorang pemimpin.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan CSIS pada tahun 2022, beberapa tipe pemimpin yang ideal dan diminati generasi Z diantaranya:

  1.  Pemimpin yang jujur dan tidak korupsi

Maraknya kasus korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, generasi Z menyadari bahwa korupsi dapat memiliki dampak yang signifikan pada kesejahteraan masyarakat. Dana publik yang disalahgunakan atau dirampas oleh tindakan korupsi dapat berdampak negatif pada penyediaan layanan publik dan pengembangan infrastruktur. Kekecewaan geenrasi Z terhadap kejadian-kejadian ini dapat memicu dorongan untuk mendukung pemimpin yang tidak terlibat dalam praktik korupsi. Dalam menghadapi maraknya kasus korupsi, generasi Z mungkin merasa bahwa perubahan sistemik diperlukan. Dukungan mereka terhadap pemimpin yang jujur mungkin merupakan bagian dari dorongan untuk mengubah budaya korupsi yang mungkin ada di beberapa lapisan pemerintahan.

  • Pemimpin yang merakyat dan sederhana

Pemimpin yang merakyat dan sederhana dapat lebih mudah membuat keterwakilan dan keterhubungan emosional dengan berbagai lapisan masyarakat. Generasi Z cenderung mencari pemimpin yang dapat memahami dan meresapi kebutuhan, harapan, dan tantangan yang dihadapi oleh berbagai kelompok dalam masyarakat, termasuk kebutuhan generasi Z. Pemimpin yang sederhana dan merakyat dapat dianggap sebagai simbol kesetaraan dan keadilan. Generasi Z, yang sering kali peka terhadap ketidaksetaraan sosial, dapat melihat pemimpin seperti ini sebagai agen perubahan yang berpotensi mengatasi disparitas dalam masyarakat.

  • Pemimpin yang mampu membuat perubahan

Generasi Z menginginkan pemimpin yang yang mampu membuat perubahan karena generasi Z hidup di tengah-tengah tantangan global seperti perubahan iklim, ketidaksetaraan, dan krisis kesehatan. Mereka menginginkan pemimpin yang tidak hanya menyadari tantangan-tantangan ini tetapi juga bersedia dan mampu mengambil langkah-langkah untuk membuat perubahan yang  positif melalui kebijakan dan program kerja yang akan dirancang nanti.

  • Pemimpin yang tegas dan berwibawa

Pemimpin yang tegas dinilai sebagai pemimpin yang tidak akan ragu dalam membuat keputusan dan mereka dapat bertindak dengan tegas untuk mencapai tujuan tertentu. Dan pemimpin yang berwibawa memiliki kemampuan untuk memahami kebutuhan orang lain, generasi Z menginginkan pemimpin yang mau mendengarkan aspirasi masyarakat dengan baik dan dapat memperlakukan orang-orang dengan rasa hormat.

  • Pemimpin yang memiliki prestasi atau kinerja positif ketika memimpin

Generasi z menilai suatu calon pemimpin berdasarkan dari rekam jejak mereka saat memimpin di jabatan sebelumnya. Rekam jejak pemimpin menjadi salah satu faktor kunci dalam menentukan apakah seseorang dianggap sebagai pemimpin yang dapat dipercaya dan layak untuk diikuti oleh Generasi Z. Calon pemimpin yang dapat memberikan bukti konkrit mengenai keberhasilan atau kegagalan kebijakan, tindakan, atau proyek yang pernah mereka pimpin akan lebih dihargai

Generasi Z sebagai generasi yang suaranya akan mendominasi pemilu 2024 bersama dengan generasi milenial, diharapkan memiliki jiwa partisipasi dan kesadaran berpolitik yang profesional. Generasi Z diharapkan untuk tidak hanya berdiskusi politik di media sosial saja, tetapi juga ikut terlibat dalam proses pemilu. Termasuk pendaftaran pemilih, partisipasi dalam kampanye, dan tentu saja memberika suara di hari pemilihan. Generasi z juga diharapkan menilai calon pemimpinnya berdasarkan integritas dan catatan kinerjanya bukan hanya sekadar retorika atau citra media. Semoga pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar dan semoga calon presiden yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugasnya dengan amanah sesuai visi misinya.

*Penulis: Hazel Rezkiana Silvin (Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Andalas)

Tag:

Baca Juga

Kenalkan Program 'Kembali ke Surau', Hendri Septa Ingin Lanjutkan Pembinaan Karakter Siswa Pasca Ramadan
Kenalkan Program 'Kembali ke Surau', Hendri Septa Ingin Lanjutkan Pembinaan Karakter Siswa Pasca Ramadan
Sekda Dharmasraya, Adlisman menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah turut membantu kesuksesan penyelenggaraan kegiatan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 1445
Kegiatan Ramadan Berjalan Sukses, Sekda Dharmasraya Ucapkan Terima Kasih
Dua pelaku pencurian yang pada medio Maret 2024 lalu berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Payakumbuh pada Senin (15/4/2024) sekitar pukul
Kupak Rumah Warga, Dua Pria Diringkus Polres Payakumbuh
Sekda Dharmasraya, Adlisman mengatakan akan menindak tegas PNS yang tidak mengikuti Apel Gabungan ataupun tidak masuk di hari pertama kerja.
Pemkab Dharmasraya Tindak Tegas PNS yang Tak Hadir di Hari Pertama Kerja Pascalebaran
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah OPD Pemprov Sumatra Barat usai libur Lebaran 1445
Pascalibur Lebaran, Tingkat Kehadiran Pegawai Pemprov Sumbar 98 Persen
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Padang Pariaman, memprakirakan kondisi cuaca sepekan ke depan di Sumatra Barat akan diwarnai
BMKG Prakirakan Sumbar Diguyur Hujan Lebat Disertai Petir Sepekan ke Depan