Suara Gen Z dalam Partisipasi Politik

Suara Gen Z dalam Partisipasi Politik

Fransiska Vazyabilla (Foto: Dok. Pribadi)

Siapa yang tidak kenal dengan Generasi Z atau biasa dikenal dengan Gen Z yang tumbuh di era digital dengan akses informasi yang mudah dan teknologi yang melimpah. Gen Z merupakan sebutan untuk individu-individu yang terlahir antara pertengatahan tahun 1990 hingga 2010. Dengan segala kemudahan yang didapat oleh Gen Z ini mereka juga dikenal dengan generasi yang memiliki kepedulian tinggi tergadap isu-isu sosial dan politik.

Partisipasi politik? Ini bukanlah kata-kata yang aneh untuk kalangan Gen Z, di mana partisipasi politik merupakan keterlibatan seseorang dalam politik. Partisipasi politik dan Gen Z merupakan hal yang cukup penting dan harus diperhatika dalam negara ini. Pemerintah tentu harus mengenali lebih dalam karakteristik dari Gen Z ini, agar mampu mendorong mereka untuk berperan dan ikut serta menjadi bagian dari partisipasi politik.

Partisipasi politik dari Gen Z ini akan sangat berpengaruh terhadap masa depan bangsa kita. Suara-suara yang mereka keluarkan dalam demo bukanlah hal yang sia-sia, ada tanggung jawab yang mereka pikul sebagai generasi perubahan yang akhirnya membentuk mereka menjadi lebih rasional dan kritis.

Gen Z sendiri memiliki tren unik dalam berpartisipasi dengan politik yang cukup banyak menyita perhatian Gen Z. Mereka lebih memperhatikan dan memfokuskan partisipasi pada aksi yang konkrit dan membangun kontribusi melalui gerakan sosial dan kampanye online.

Jika Gen Z tertarik dengan isu politik yang berkembang, maka mereka akan lebih memilih peduli dengan menggunakan saluran digital sebagai sarana untuk menyebarkan suara mereka. Ini tentu akan lebih efektif karena hampir sebagian orang di Indonesia menggunakan media online, entah itu digunakan untuk belajar atau hanya sekedar mencari hiburan dan pelarian.

Selain dalam penyebaran isu, Gen Z ini juga aktif dalam pemilihan umum. Dimana sebagian dari Gen Z itu sudah memiliki hak suara dalam pemilu yang membuat mereka menjadi sasaran dan fokus utama pemerintah untuk meningkatkan suara dalam pemilihan umum. Dengan tingginya rasa peduli terhadap isu-isu politik, maka Gen Z akan lebih menyadari pentingnya suara mereka dalam pemilihan. Selain itu, mereka juuga mampu mempengaruhi keputusan politik melalui hak suara mereka.

Selain hal diatas, Gen Z juga memiliki suara partisipasi politik dengan berbagai kegiatan unjuk rasa, kampanye, dan kegiatan sukarela yang ramai di gaungkan oleh mereka. Isu-isu yang dibahas dalam kegiatan Gen Z biasanya lebih berfokus pada keadilan sosial, kesetaraan gender, dan masih banyak lagi. Sangat sering kita lihat para Gen Z yang melakukan aksi unjuk rasa pada pemerintah. Ini bukan hanya sekedar untuk terlihat keren di dunia luar, namun ini merupakan salah satu kontribusi partisipasi mereka dalam politik Indonesia.

Informasi yang beredar bukanlah hal yang ditelan mentah, melainkan akan mengalami pengolahan dan disaring dengan sangat kritis oleh Gen Z. Apalagi mengenai permasalahan politik yang tidak diherankan lagi jika banyak mengandung hoax yang berisi berita palsu dan propaganda yang menyebabkan kesalahpahaman dalam masyarakat. Gen Z ketika mendapatkan informasi maka  mereka akan menganalisisnya dengan kritis, mencari informasi-informasi lain yang mendukung data yang ditemukan tersebut. Itulah kenapa Gen Z sulit untuk ditipu dengan berbagai hoax yang beredar.

Gen Z juga dianggab sebagai pendorong perubaha dalam politik. Pandangan mereka akan isu-isu yang berkembang dan sikap mereka dalam menyikapi isu tersebut membuat pendapat mereka dipertimbangkan dalam politik. Hal ini membuktikan bahwa Gen Z punya suara dan peran yang sangat penting dalam politik, partisipasi Gen Z bukan hanya melalui pemilu, namun lebih luas dari itu. Sikap mereka yang memperlihatkan progresif inilah yang mempu mempengaruhi agenda politik sehingga pandangan mereka menjadi penting.

Dengan segala teknologi yang seakan sengaja memanjakan Gen Z, setiap sudut dari politik sangat mudah dijangkau oleh mereka. Bukan lagi hal yang aneh saat banyak postingan yang bertebaran tentang partai politik yang ada di sosial media saat ini. Pemilu 2024 nanti tentu menjadi ajang yang sangat baik untuk Gen Z dalam menyuarakan suaranya untuk bangsa.

Media sosial yang menjadi ajang belajar dan rekreasi bagi sebagian orang akan memungkinkan Gen Z saling berinterksi dengan orang-orang yang memiliki pandangan yang sama dengan mereka dalam hal politik dan isu yang disukai atau diminati. Bahkan untuk mengorganisir kampanye dan bergabung dalam erakan politik mampu dilakukan Gen Z dengan teknologi yang berbau digital.

Partisipasi Gen Z ini sangatlah penting, apalagi dalam politik, karena dengan keberadaan mereka mampu membuat perubahan dan mempengaruhi pengambilan keputusan dalam politik. Partisipasi politik dan suara dari Gen Z ini mampu membuat dorongan dari kalangan-kalangan lain untuk aktif memberikan suara mereka dalam pemilu atau kegiatan lainnya yang  mendukung politik itu sendiri.

Pengetahuan mereka akan teknologi dan penggunaannya yang tepat akan mampu membangun partisipasi dilingkungannya dan dunia sosial. Bukan hanya kemampuan dalam teknologi dan kemudahan informasi, pikiran kritis dan progresif yang dimiliki oleh Gen Z ini telah banyak membuat perubahan dalam partisipasi masyarakat mengenai politik.

Banyaknya pengaruh yang dibangun oleh Gen Z dalam politik tentu akan sangat menyita perhatian pemerintah. Suara mereka akan sangat penting untuk menentukan arah dan bentuk masa depan bangs ini. Karena itulah, sebagai bagian dari bangsa, sebagai bagian dari pemuda yang terlahir di tanah nusantara, kita harus lebih memperhatikan lagi semua yang terjadi. Isu-isu yang berkembang jadikanlah sebagai cambukan untuk menemukan dan mengulik lebih dalam lagi pembahasan tersebut.

* Penulis : Fransiska Vazyabilla (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Andalas)

Baca Juga

Inovasi Digital: Transformasi Ekonomi Budaya melalui Media Online
Inovasi Digital: Transformasi Ekonomi Budaya melalui Media Online
Transformasi Identitas Budaya Era Digital: Kajian Media dan Pengaruhnya
Transformasi Identitas Budaya Era Digital: Kajian Media dan Pengaruhnya
Lebaran Sudah Berakhir, Apakah Kita Sudah Sepenuhnya Saling Memaafkan?
Lebaran Sudah Berakhir, Apakah Kita Sudah Sepenuhnya Saling Memaafkan?
Campur Tangan Humas dan Media Menunjang Perputaran Ekonomi dalam Masyarakat
Campur Tangan Humas dan Media Menunjang Perputaran Ekonomi dalam Masyarakat
Pelanggaran HAM oleh Penegak Hukum: Luka Perih yang Merusak Kepercayaan Publik
Pelanggaran HAM oleh Penegak Hukum: Luka Perih yang Merusak Kepercayaan Publik
Implementasi Pembelajaran Budaya Alam Minangkabau Guna Melestarikan Budaya & Kearifan Lokal Sumatera Barat
Implementasi Pembelajaran Budaya Alam Minangkabau Guna Melestarikan Budaya & Kearifan Lokal Sumatera Barat