Sopir Truk Mengeluh: Berbulan-bulan Solar Langka di Padang

Berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Pemprov Sumbar bentuk tim pengawasan solar di tengah masyarakat guna merespon kelangkaan solar.

Antrean kendaraan di salah satu SPBU di Kota Padang. [foto: Nandito Putra]

Berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini: Para sopir mengaku, situasi sulitnya mendapatkan solar sudah berlangsung berbulan-bulan.

Langgam.id – Sopir truk angkutan barang mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar biosolar di Padang. Mereka terpaksa mengantre selama berjam-jam di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU demi mendapat bahan bakar subsidi tersebut.

Para sopir mengaku, situasi sulitnya mendapatkan bahan bakar itu sudah berlangsung berbulan-bulan. Kekhawatiran itu bertambah-tambah, mengingat bulan Ramadan tinggal menghitung hari.

Pantauan langgam.id di sejumlah SPBU di Kota Padang pada Jumat (25/3/2022), terlihat antrean truk mengular di sepanjang bahu jalan. Antrean itu didominasi oleh truk CPO dan angkutan barang.

Riko (38), salah satu sopir truk mengatakan, bahwa dia antre sejak pukul 11.00 WIB di SPBU Pisang di Jalan Bypass KM 6. Riko mengatakan, saat ini dirinya mendapati bahwa stok solar baru datang pukul 14.00 WIB tadi.

“Sudah lama seperti ini, kita sebagai sopir tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu lama,” katanya kepada langgam.id.

Riko juga menyayangkan bahwa kondisi ini seakan dibiarkan berlarut-larut oleh pemerintah. Ia khawatir, menjelang Ramadan ini, kondisi serupa tidak kunjung membaik.

“Kalau bulan puasa tetap seperti ini, sulit sekali rasanya. Belum lagi kebutuhan harian yang terus meningkat,” kata Riko.

Sopir truk pengangkut pupuk subsidi ini mengatakan bahwa dirinya tidak punya pilihan bahan bakar selain biosolar. Sebab, akomodasi dari perusahaan hanya memberikan uang untuk beli biosolar.

“Kalau mau cepat bisa isi dexlite, itu kan harganya lebih tinggi, sedangkan dari induk semang hanya beri uang untuk biosolar,” katanya.

Riko menuturkan bahwa sulitnya dapat biosolar hampir terjadi merata di seluruh SPBU di Sumbar. Untuk antisipasi kehabisan bahan bakar dalam perjalanan, Riko coba mengatasinya dengan menyetok tiga jeriken solar.

Ia menyebutkan bahwa perusahaan tempatnya bekerja memberi akomodasi sebesar Rp2 juta untuk sekali trip pulang pergi. Uang itu, sudah termasuk untuk beli bahan bakar.

“Saya hanya dapat Rp800 ribu sekali trip, Rp1,2 juta untuk bahan bakar. Isitilahnya lepas makan saja. Tidak bisa untuk menyimpan,” sebut dia.

Di SPBU Aia Pacah, juga terlihat antrean truk mengular di sepanjang bahu jalan. Antrean itu didominasi truk CPO dan angkutan barang.

Hal serupa juga dialami Hamdan (43). Sopir truk CPO ini sudah antre sejak pukl 10.00 WIB di SPBU Air Pacah. Hingga menjelang sore, gilirannya mengisi bahan bakar belum kunjung tiba.

“Sama saja, di Riau juga antre berjam-jam,” kata Hamdan.

Hamdan mengungkapkan, peraturan hanya membolehkan pengisian bahan bakar maksimal Rp650 ribu. Sehingga, dirinya harus mengisi bahan bakar sebanyak 4 kali pulang pergi, Pekanbaru-Padang.

“Waktu banyak habis di jalan saja. Uang transportasi kita tetap segitu, tidak ada penambahan,” keluhnya.

Menurut Pengawas SPBU Aia Pacah, Zulhedi, kelangkaan bio solar sudah berlangsung dua bulan ini. Zulhedi mengatakan, kuota biosolar di SPBU tersebut tetap normal.

“Kapasitas kita untuk biosolar 16 kiloliter sehari. Tidak ada penambahan dan pengurangan,” katanya.

Baca juga: Solar Langka, Ini Daerah dengan Jumlah SPBU Terbanyak dan Tersedikit di Sumbar

Zulhedi tidak tahu persis penyebab sulitnya sopir truk memperoleh biosolar. “Ini juga terjadi di banyak SPBU lainnya,” kata dia.

Dapatkan update berita Padang – berita Sumbar terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca Juga

Banjir bandang merendam pemukiman wawrga di Kota Padang, Jumat (28/11/2025). BPBD
Bencana Picu Inflasi Sumbar Melambung Tinggi
Presiden Prabowo saat meninjau pembangunan Huntara untuk korban banjir di Kabupaten Agam.
Pemerintah Bangun 750 Huntara untuk Korban Banjir Sumbar
Jaime Giraldo pemain baru Semen Padang
Jaime Giraldo Resmi Gabung ke Semen Padang FC
Wali Kota Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Eselon II, Zia Ul Fikri Jabat Kepala BPKD
Wali Kota Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Eselon II, Zia Ul Fikri Jabat Kepala BPKD
Banjir bandang di Nagari Batang Pisang, Jorong Pasa, Nagari Maninjau, Kabupaten Agam Jumat dini hari (2/1/2026).
Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Akses Lubuk Basung–Bukittinggi Terputus
Pelunasan Biaya Haji di Sumbar Tahap 1 Capai 75 Persen
Pelunasan Biaya Haji di Sumbar Tahap 1 Capai 75 Persen