Soal Kasus Pembacokan Yudha, Polisi: Keterangan Saksi Kunci Berubah-ubah

Soal Kasus Pembacokan Yudha

Remaja korban bacok OTK kritis di RS M. Djamil. (Foto: Dok. Pendamping)

Langgam.id – Pihak kepolisian masih menyelidiki kasus pembacokan yang dialami seorang remaja bernama Yudha Pratama Putra. Remaja 16 tahun yang dibacok dengan celurit, dilakukan Orang Tak Kenal (OTK) di kawasan Bypass, Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar), Minggu 17 Mei 2020 subuh.

Kasus ini tengah diproses jajaran Polsek Pauh. Sejumlah saksi telah diperiksa untuk dimintai keterangan, termasuk saksi kunci, yaitu rekanan Yudha yang saat bersama Yudha di lokasi kejadian, yaitu Fikri.

Kapolsek Pauh AKP Anton Luther mengatakan, total saksi yang telah diperiksa sebanyak 4 orang. Pihaknya meminta waktu, untuk segera mungkin mengungkap para pelaku. Termasuk motif di balik peristiwa pembacokan tersebut.

“Proses penyelidikan terhadap pelaku masih berjalan. InsyaAllah, dalam beberapa hari ke depan kami bisa mengungkap semuanya,” ujar Anton saat dihubungi Langgam.id, Kamis (21/5/2020).

Ia menduga, kasus pembacokan itu bukanlah aksi pembegalan. Sebab, semua barang yang dimiliki korban sama sekali tidak diambil para pelaku yang diketahui mengendarai sebanyak empat unit sepeda motor.

Baca Juga: Remaja Korban Bacok OTK Kritis di RSUP M Djamil, Butuh Biaya Rp50 Juta

“Jadi bukan kasus pembegalan. Kami duga, dari keterangan saksi-saksi, terutama rekannya yang ada di lokasi. Dia melihat empat sepeda motor berhenti, lalu mereka turun dan mengejar korban. Ada beberapa dugaan, kemungkinan juga korban pernah bersiteru dengan pihak para pelaku,” jelasnya.

Dijelaskan Anton, ada beberapa keterangan dari saksi Fikri yang selalu berubah-ubah. Namun ia enggan membeberkan, dan meminta semua pihak untuk bersabar, agar kasus itu segera diproses dan pelaku secepatnya terungkap.

“Ada perubahan keterangan Fikri (saksi kunci), tapi saya tidak bisa jelaskan. Kami berharap Fikri ini memberikan keterangan yang jujur. Keterangan yang diberikan, tapi setelah kami cek ke lokasi kejadian, ada yang tidak benar, ini masih dalam penyelidikan kami,” ungkap Anton.

Baca Juga: Kasus Pembacokan Yudha yang Koma di RSUP M Djamil Padang Diduga Bukan Aksi Begal

Anton menegaskan, peristiwa ini tidak ada indikasi perencanaan dengan sengaja. Namun ia menduga, kasus pembacokan tersebut mengarah ke aksi tawuran. “Ada hal-hal yang berbaur tawuran, dugaan kami sementara seperti itu,” katanya. (Irwanda/ZE)

Baca Juga

Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
Dua Bocah Tenggelam di Pantai Ujung Karang Padang Belum Ditemukan, Basarnas Perluas Pencarian
KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre
Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka
Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka
Kasubag Umum Politeknik Negeri Padang (PNP), Fajri Arianto, memberikan keterangan kasus kematian seorang mahasiswa PNP. (Langgam.id/ Irwanda S)
Mahasiswa PNP Diduga Bunuh Diri di Kos Disebut Tertutup, Pihak Kampus: Seminggu Tak Bisa Dihubungi!