Sitiung Mengajar, Cara Mahasiswa KKN Unand 2026 Edukasi Kesehatan Sejak Dini di Dharmasraya

Potret Program Sitiung Mengajar yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Reguler 1 di Dharmasraya. (FOTO: Istimewa)

Potret Program Sitiung Mengajar yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Reguler 1 di Dharmasraya. (FOTO: Istimewa)

Langgam.id – Program Sitiung Mengajar yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Reguler 1 periode 2026 menjadi salah satu upaya konkret mendorong peningkatan kesadaran pendidikan kesehatan sejak usia dini.

Kegiatan itu dilaksanakan di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, dengan menyasar siswa sekolah dasar dan menengah pertama.

Melalui Sitiung Mengajar, mahasiswa KKN Unand terjun langsung ke tiga sekolah, yakni SDN 01 Sitiung, SDN 06 Sitiung, dan SMPN 02 Sitiung. Program ini dilaksanakan secara intensif pada 13, 21, dan 23 Januari 2026, dengan fokus utama pada pembentukan kebiasaan pola hidup sehat bagi peserta didik.

Pelaksanaan Sitiung Mengajar dirancang menyesuaikan usia dan tingkat pemahaman siswa. Materi yang diberikan meliputi edukasi cuci tangan yang benar, pemahaman area privasi tubuh, serta pengenalan HIV/AIDS secara proporsional dan edukatif. Seluruh materi dikemas agar mudah dipahami serta relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menggunakan metode pembelajaran interaktif dan komunikatif. Penyampaian materi dilakukan melalui pemaparan sederhana, diskusi dua arah, simulasi, hingga permainan edukatif. Pendekatan ini bertujuan agar siswa lebih aktif berpartisipasi serta tidak merasa jenuh selama proses pembelajaran berlangsung.

Wakil Kepala SMPN 02 Sitiung, Sandra Sari Saputri, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Sitiung Mengajar. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN Universitas Andalas memberikan nilai tambah bagi siswa dalam memperoleh pengetahuan di luar pembelajaran formal.

“Sosialisasi ini sangat bagus. Semakin banyak ilmu yang diberikan dari berbagai pihak, maka hasilnya akan semakin baik bagi peserta didik,” ujarnya.

Edukasi cuci tangan dalam program Sitiung Mengajar bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat guna mencegah penyebaran penyakit sejak dini. Sementara itu, materi area privasi tubuh diberikan untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap batasan diri serta upaya pencegahan kekerasan dan pelecehan. Adapun pengenalan HIV/AIDS disampaikan dengan penekanan pada pentingnya menjaga kesehatan dan menghindari perilaku berisiko.

Pihak sekolah di Kecamatan Sitiung menyambut baik pelaksanaan Sitiung Mengajar. Guru dan tenaga pendidik menilai kegiatan ini mampu melengkapi pembelajaran di sekolah, khususnya pada aspek pendidikan kesehatan dan pembentukan karakter yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam kurikulum.

Melalui Sitiung Mengajar, mahasiswa KKN Reguler 1 Unand berharap dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi siswa. (Laporan Nabella Agustia/Siti Nayla Az-zahra)

Baca Juga

UNAND jadi Penerima, CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa 5.000 Euro untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra
UNAND jadi Penerima, CCEP Indonesia Salurkan Beasiswa 5.000 Euro untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatra
219 Pengurus IKA FK UNAND Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
219 Pengurus IKA FK UNAND Periode 2026–2030 Resmi Dilantik
Mengubah Potensi Menjadi Nilai: Dari UMKM hingga Jamu Sehat, Jalan Baru Kemandirian Ekonomi Nagari Parambahan
Mengubah Potensi Menjadi Nilai: Dari UMKM hingga Jamu Sehat, Jalan Baru Kemandirian Ekonomi Nagari Parambahan
UNAND Luncurkan Aplikasi SIPANDA Dorong Digitalisasi Arsip
UNAND Luncurkan Aplikasi SIPANDA Dorong Digitalisasi Arsip
Fenomen tanah amblas (sinkhole) terjadi di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Lereng Gunung Sago,
Kata Guru Besar UNAND Soal Fenomena Sinkhole di Limapuluh Kota
Kasus dugaan korupsi pengadaan alat laboratrium Universitas Andalas (Unand) menimbulkan kerugian negara mencapai Rp3,571 miliar
MMB Unand Raih Akreditasi Pertama, Langkah Awal Membangun Ilmu Kebencanaan yang Relevan