Siswi SMP 24 Padang Diingatkan Pentingnya 6 Langkah Pemeriksaan Payudara Sendiri

Langgam.id - Sebanyak 34 siswi SMPN 24 Kota Padang mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan payudara guna mendeteksi kanker payudara sejak dini. Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan salah satu langkah antisipasi kanker sejak dini.

Boby Febri Krisdianto, dosen Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (Unand) mengungkapkan pendapatnya di sebuah acara pelatihan yang dilaksanakan di SMPN 24 Kota Padang pada tanggal 13 agustus 2022.

Menurutnya, SADARI merupakan salah satu langkah deteksi dini kanker payudara yang langkah-langkahnya cukup sederhana. Pemeriksaan payudara sendiri ini sebaiknya rutin dilakukan sebulan sekali setiap selesai siklus menstruasi.

Pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) juga salah satu cara yang sederhana untuk mendeteksi dini  kanker payudara secara mandiri. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan mengenai kanker payudara membuatnya bersama tim dosen lain yaitu, Sidaria dan Tiurmaida Simandalahi untuk terjun langsung untuk memberikan pencerahan akan kasus penyakit ini ke masyarakat.

“Ada 6 langkah yang perlu diingat dan dipraktikan dalam melakukan SADARI," ujarnya.

Pertama, SADARI sebaiknya dilakukan dengan berdiri atau duduk menghadap lurus ke cermin. Kelainan yang menjadi penanda kanker pada payudara adalah ketidaksimetrisan payudara antara bagian kanan dan kiri, iritasi, bengkak , kerutan yang menyerupai kulit jeruk dan puting yang masuk ke arah dalam.

"Sedangkan untuk langkah kedua, angkat kedua lengan ke atas agar dapat melihat kelainan pada payudara di bagian bawah. Setelah itu untuk langkah ketiga, kedua tangan perlu diletakkan kedua tangan di pinggang dengan posisi otot dada berkontraksi agar dapat lebih mudah memperhatikan kelainan pada payudara,” ujar Tiurmaida Simandalahi, salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Adapun, untuk langkah selanjutnya adalah meraba payudara dengan jari-jari tangan. Raba payudara dengan tangan kanan untuk memeriksa payudara sebelah kiri, dan gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara sebelah kanan dengan salah satu tangan diangkat melewati kepala. Rapatkan jari-jari kemudian raba payudara dengan gerakan melingkar searah jarum jam dari arah luar ke dalam hingga berakhir pada puting.

Langkah ke lima adalah menekan pada bagian puting untuk mengetahui apakah ada cairan yang keluar atau tidak.

Terakhir, adalah memeriksa kelainan pada ketiak dan leher. Langkah ini bertujuan untuk meraba kelainan pada pada kelenjar getah bening di ketiak, sekitar tulang selangka dan di bawah leher. Kemudian, angkat lengan melewati kepala dan lakukan perabaan dengan tangan lainnya pada daerah ketiak secara perlahan dan rasakan apakah ada benjolan atau kelainan lainnya.

"Kemudian arahkan jari-jari ke area bawah leher dan tulang selangka, lakukan perabaan yang sama di area tersebut. Lakukan langkah ini pada sisi lainnya,” kata Tiurmaida sambil mendemonstrasikan langkah-langkah SADARI secara sistematis.

Di samping itu, Boby juga memberikan keterangan bahwa alasan dari timnya memilih metode demonstrasi dalam mengajarkan praktik SADARI dibanding metode lain karena metode demonstrasi merupakan metode yang mudah dimengerti oleh remaja.

"Metode demonstrasi juga akan lebih menarik remaja SMPN 24 Kota Padang karena tidak hanya mendengarkan, tetapi juga dapat melihat secara langsung peristiwa yang terjadi bahkan remaja dapat menirukan secara langsung  didepan kelas," katanya.

Metode demonstrasi adalah metode yang menggunakan benda, alat, ataupun bahan-bahan informasi yang dapat memberikan gambaran secara nyata. Dalam memperkuat informasi yang diberikan audiens bisa mempraktekkan secara langsung teknik yang diajarkan.

Penggunaan benda atau alat dapat memudahkan setiap audiens dalam memahami materi yang disampaikan. Pada kegiatan pelatihan ini alat demonstrasi yang digunakan adalah manekim setengah badan sehingga pemateri dan peserta dapat mempraktikannya secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, dosen Unand itu dibantu oleh beberapa mahasiswa Unand yaitu Natasyah, Vebby Fitri Nur’arita, Muhammad Nabil Khaini dan Annisa Rahma Yuni.

Bertempat di Ruang Laboratorium SMPN 24 Padang, mereka menyampaikan materi dengan cara yang menyenangkan kepada 34 siswi di sekolah tersebut.

Di akhir pertemuan Boby Febri Krisdianto , ketua pelaksana kegiatan, menekankan bahwa apabila dalam pemeriksaan, payudara memiliki benjolan, harus diketahui berapa banyak benjolan yang teraba beserta lokasinya.

Bulan berikutnya, harus diperhatikan apakah terdapat perubahan ukuran maupun bentuk benjolan tersebut dibandingkan dengan bulan seblumnya.

Jika ada cairan dari putting yang tampak seperti darah atau nanah, pada ibu yang tidak menyusui, maka harus segera menemui petugas kesehatan untuk memeriksakan diri lebih lanjut. Melalui Pendidikan Kesehatan tentang kanker payudara sejak dini, diharapkan dapat menurunkan insiden terjadinya kasus kanker payudara di Sumatera Barat.

--

Ikuti berita Sumatra Barat hari ini, terbaru dan terkini dari Langgam.id.  Anda bisa bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update di tautan https://t.me/langgamid atau mengikuti Langgam.id di Google News pada tautan ini.

 

 

Baca Juga

Content Creator For Business : Strategi Efektif Membangun Brand Awareness
Content Creator For Business : Strategi Efektif Membangun Brand Awareness
TANAH ULAYAT TOL PADANG-PEKANBARU
Wacana Penghapusan Insentif Guru Dalam Model Fungsi Utilitas
Tingkatkan Kualitas Program Siaran Televisi di Sumbar, KPI Pusat Sambangi Unand
Tingkatkan Kualitas Program Siaran Televisi di Sumbar, KPI Pusat Sambangi Unand
Raih Cumlaude, Bupati Dharmasraya Resmi Menyandang Gelar Magister Administrasi Publik dari Unand
Raih Cumlaude, Bupati Dharmasraya Resmi Menyandang Gelar Magister Administrasi Publik dari Unand
Menguatkan Petani untuk Adaptif dengan Perubahan Iklim
Menguatkan Petani untuk Adaptif dengan Perubahan Iklim
Daun Sungkai Punya Aktivitas Anti Kanker, Efektif untuk Pengobatan Alternatif
Daun Sungkai Punya Aktivitas Anti Kanker, Efektif untuk Pengobatan Alternatif