Langgam.id – Tujuh hari setelah banjir dan longsor melanda Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatra Barat lebih dari 500 rumah di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan masih belum mendapat pasokan air bersih akibat terputusnya dua titik jaringan PDAM.
Kepala Pelaksana BPBD Pessel, Armen mengatakan pasokan listrik di wilayah terdampak telah kembali menyala sejak Rabu (14/10/2026). Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, Dinas Bina Marga Cipta Karya telah mengerahkan mobil tangki air sambil menunggu perbaikan jaringan PDAM.
“Lebih dari 500 sambungan rumah belum mendapatkan pasokan air bersih karena ada dua titik pipa PDAM yang terputus,” kata Armen, Jumat (16/10/2026).
Di Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, pembersihan pasca bencana masih berlangsung dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, Satpol PP dan masyarakat.
“Petugas membersihkan 12 sekolah, tujuh kantor pemerintah, empat masjid serta rumah warga yang terdampak banjir dan longsor,” ujarnya.
Armen mengatakan, tim juga telah menjangkau Nagari Sako yang sebelumnya terisolasi. Di nagari tersebut, ditemukan satu bangunan TK dan PAUD yang mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan.
“Warga membutuhkan sembako, pakaian, perlengkapan bayi seperti pampers, dan peralatan rumah tangga karena banyak barang mereka hilang akibat banjir,” ujarnya.
Selain memenuhi kebutuhan warga, kata Armen juga pemerintah melanjutkan penanganan infrastruktur.
“Sejumlah titik longsor telah dibersihkan, tetapi jalan amblas sepanjang sekitar 100 meter masih memerlukan penanganan lanjutan,” ujar Armen.
Armen menyebut Batang Tapan dan Batang Sako sebagai aliran sungai yang perlu mendapat perhatian dalam upaya mengurangi risiko banjir susulan.
“Pengamanan kedua sungai itu diperlukan agar luapan air tidak kembali mengancam warga di kawasan sekitarnya,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pessel telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari sejak 11 Oktober 2026.
Penanganan diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, pembersihan fasilitas umum, pemulihan infrastruktur serta pengurangan risiko bencana susulan di wilayah terdampak. (fix)






