Sepablock Semen Padang Dinilai Jadi Solusi Huntap Tahan Bencana di Sumbar

Langgam.id — Inovasi konstruksi lokal Sepablock yang dikembangkan PT Semen Padang dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat (Sumbar).

Dengan sistem bata interlock yang saling mengunci, Sepablock memungkinkan proses pembangunan dinding dilakukan lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Teknologi ini dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan huntap yang harus dilakukan secara cepat, efisien, namun tetap memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan.

Hal itu disampaikan Sekretaris BPBD Provinsi Sumbar Ilham Wahab dalam dialog Bercerita Bencana yang disiarkan RRI Pro 1 Padang, Selasa (5/5/2026). Dialog tersebut mengangkat tema “Sepablock, Inovasi Konstruksi Lokal untuk Hunian Tetap Tahan Bencana di Sumbar”.

Menurut Ilham, kebutuhan huntap meningkat setelah bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025. Pemerintah harus menyediakan hunian bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat.

Untuk penanganan rumah rusak berat, terdapat tiga skema, yakni relokasi terpadu, relokasi mandiri, dan pembangunan kembali di lokasi semula atau in situ.

Khusus relokasi mandiri dan pembangunan in situ, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan stimulan sebesar Rp60 juta untuk setiap unit rumah.

Namun, kata Ilham, anggaran tersebut cukup terbatas jika pembangunan dilakukan menggunakan metode konvensional.

“Dengan kondisi saat ini, tentu anggaran Rp60 juta cukup menantang untuk membangun rumah layak huni. Karena itu, diperlukan inovasi yang mampu menyesuaikan dengan keterbatasan anggaran, tetapi tetap memenuhi standar huntap,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah mendorong penggunaan teknologi konstruksi yang mampu menghasilkan hunian tahan gempa dengan biaya yang lebih terjangkau. Salah satunya melalui penggunaan Sepablock.

Ilham mengatakan, berdasarkan diskusi dengan PT Semen Padang, Sepablock menggunakan sistem bata interlock yang membuat blok bangunan dapat saling mengunci. Sistem tersebut membuat proses pemasangan lebih sederhana dan cepat.

“Produk ini menjadi terobosan penting bagi kita di Sumbar,” katanya.

Menurutnya, Sepablock juga menjadi kebanggaan karena merupakan inovasi lokal yang dikembangkan PT Semen Padang. Ia berharap teknologi tersebut tidak hanya dimanfaatkan di Sumbar, tetapi juga dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia yang memiliki risiko bencana tinggi.

“Selama ini, mencari tipe bangunan yang sesuai dengan dana stimulan memang tidak mudah. Dengan adanya Sepablock, diharapkan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana bisa menjadi lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager of Production Building Integrated Product PT Semen Padang Yelmi Arya Putra menjelaskan, Sepablock dirancang menggunakan sistem modular yang menyerupai susunan Lego.

Setiap blok diproduksi dengan tingkat presisi tertentu sehingga dapat langsung dirakit di lapangan tanpa proses konstruksi yang rumit.

“Pembangunan dinding menggunakan Sepablock ibarat menyusun Lego. Blok sudah disiapkan, tinggal dirangkai oleh tukang. Ini membuat proses pembangunan jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pemasangan dinding menggunakan Sepablock dapat berlangsung hampir dua kali lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Keunggulan tersebut menjadi penting dalam pembangunan huntap pascabencana yang membutuhkan percepatan.

Selain menghemat waktu, Sepablock juga telah melalui proses pengujian dan pengembangan sejak pertama kali dirintis pada 2019. Produk tersebut kemudian mulai dikomersialisasikan pada 2023, salah satunya untuk segmen perumahan subsidi.

“Kami tidak langsung melepas produk ke pasar. Ada proses panjang berupa pengujian dan penyempurnaan agar produk ini benar-benar siap digunakan dan diterima masyarakat,” katanya.

Yelmi mengatakan, Sepablock juga dinilai kompetitif untuk pembangunan rumah tipe 36 dengan anggaran terbatas. Dengan bantuan stimulan Rp60 juta, masyarakat diharapkan tetap dapat memperoleh hunian yang layak, aman dan nyaman.

Sistem modular tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi penghuni. Perubahan tata ruang, seperti menambah atau memindahkan dinding, dapat dilakukan tanpa proses konstruksi yang kompleks.

“Konsepnya adalah rumah yang dapat bertumbuh sesuai kebutuhan penghuninya,” ujarnya.

Sepablock sendiri telah digunakan di sejumlah daerah di Sumbar. Di antaranya Pasaman Barat, Kabupaten Solok dan Sijunjung untuk pembangunan perumahan subsidi.

Di Pasaman Barat, pembangunan perumahan berbasis Sepablock telah memasuki proyek kelima sejak 2023. Secara keseluruhan, ratusan unit rumah telah dibangun oleh mitra pengembang menggunakan teknologi tersebut.

Untuk pembangunan huntap, Sepablock juga telah diterapkan dalam sejumlah proyek, di antaranya Huntap Kadin Indonesia di Kampung Talang, Pauh, Kota Padang dan Huntap Terpadu Yayasan Buddha Tzu Chi di Lubuk Minturun.

Selain itu, BNPB tengah membangun enam unit huntap mandiri sebagai proyek percontohan di Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam dan Kabupaten Limapuluh Kota.

Proyek tersebut saat ini berada pada tahap penyelesaian akhir dan diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat terkait penerapan teknologi Sepablock dalam pembangunan hunian pascabencana.

BNPB juga telah melakukan peninjauan terhadap rumah contoh berbasis Sepablock. Dari hasil peninjauan, struktur bangunan dinilai kokoh dan memenuhi standar kelayakan hunian.

Meski memiliki potensi untuk diterapkan secara luas, kesiapan produksi dan distribusi menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan Sepablock, khususnya jika digunakan untuk pembangunan huntap dalam jumlah besar.

PT Semen Padang menyatakan siap mendukung program pembangunan huntap dengan memastikan ketersediaan Sepablock serta pasokan semen.

Pengembangan Sepablock menjadi bagian dari upaya PT Semen Padang menghadirkan solusi konstruksi yang lebih aplikatif, tidak hanya memproduksi bahan baku bangunan.

Dengan dukungan pemerintah, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya, Sepablock diharapkan dapat mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat terdampak bencana sekaligus menjadi alternatif konstruksi yang dapat diterapkan di daerah rawan bencana lainnya. (*)

Baca Juga

PT Semen Padang Raih Penghargaan Kemenaker Berkat Komitmen Cegah HIV/AIDS di Tempat Kerja
PT Semen Padang Raih Penghargaan Kemenaker Berkat Komitmen Cegah HIV/AIDS di Tempat Kerja
Masyarakat Puncak Labuang Limau Manis Apresiasi Bantuan Betonisasi dari Semen Padang
Masyarakat Puncak Labuang Limau Manis Apresiasi Bantuan Betonisasi dari Semen Padang
113 Tukang di Solok Dibekali Ilmu Konstruksi, Semen Padang: Tukang adalah Tulang Punggung Pembangunan
113 Tukang di Solok Dibekali Ilmu Konstruksi, Semen Padang: Tukang adalah Tulang Punggung Pembangunan
Pakar UNAND: SEPABLOCK Semen Padang Cocok untuk Bangunan di Daerah Rawan Gempa
Pakar UNAND: SEPABLOCK Semen Padang Cocok untuk Bangunan di Daerah Rawan Gempa
Bangun Lebih 1.000 Huntap di Sumbar, Semen Padang Bekali 36 Tukang Keahlian Pasang SEPABLOCK
Bangun Lebih 1.000 Huntap di Sumbar, Semen Padang Bekali 36 Tukang Keahlian Pasang SEPABLOCK
Gubernur Mahyeldi Antusias Gali Keunggulan SEPABLOCK PT Semen Padang
Gubernur Mahyeldi Antusias Gali Keunggulan SEPABLOCK PT Semen Padang