Sekolah Tatap Muka di Padang, Belajar Diarahkan pada Kegiatan Ekstrakurikuler

Sekolah tatap muka padang, sekolah padang

Sekolah tatap muka di SMPN 34 Padang [Afdal/Langgam.id]

Langgam.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang tetap melakukan sekolah tatap muka meski masih berstatus PPKM level 4

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Padang Arfian mengatakan, keputusan melanjutkan sekolah tatap muka ini berdasarkan rapat dengan SKPD Pemko Padang menyikapi intruksi Mendagri.

Hanya saja, kegiatan para siswa di sekolah lebih diarahkan pada kegiatan vaksin covid-19 dan kegiatan ekstrakulikuler.

“Dalam bentuk membersihkan lingkungan sekolah, kegiatan olahraga untuk meningkatkan imun anak-anak dan lainnya,” kata Arfian dalam keterangannya, Rabu (6/10/2021).

Ia mengatakan, Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang juga akan betul-betul mengawasi penerapan protokol kesehatan di sekolah.

Jika nantinya ditemukan siswa atau guru yang terkonfirmasi positif covid-19, maka belajar tatap muka akan diberhentikan sementara waktu.

“Kita berharap tidak ada klaster-klaster covid-19 di sekolah nanti,” ungkapnya.

Untuk itu ia mengingatkan para siswa dan selalu mematuhi protokol kesehatan saat di sekolah.

Ia menekankan, pembelajaran tatap muka di sekolah dengan jumlah siswa dibatasi 50 persen dan siswa juga wajib vaksin.

Baca juga: Kebijakan Berubah-ubah, Pemko Padang Pastikan Sekolah Tatap Muka Tetap Berjalan

“Siswa yang dibolehkan belajar tatap muka di sekolah, apabila siswa bersangkutan sudah divaksin covid-19,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Kota Padang Amrizal Rengganis menegaskan sekolah tatap muka tetap berjalan seperti biasa.

Hal tersebut berbeda dengan kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang yang menunda pembelajaran tatap muka berdasarkan Surat Edaran (SE) 421.1/6985/Dikbud/Dikdas.01/2021.

“Kita memang sedang mencoba melakukan sekolah tatap muka di Padang, tapi kalau ada peserta didik yang ingin secara daring juga silahkan,” ujarnya dalam siaran persnya Selas (5/10/2021).

Terkait dengan beredarnya SE tersebut, Amrizal menyebutkan akan menelusurinya. Dinas Pendidikan dan  Kebudayaan diminta untuk mencabut surat edaran tersebut.

“Kita sudah minta melalui Kepala Disdikbud untuk mencabutnya kembali,” ujarnya.

Baca Juga

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Limapuluh Kot Safni-Ahlul Badrito Resha unggul hitung cepat. Paslon nomor urut tiga itu mengungguli bupati petahana Safaruddin.
Demo Kemendagri, Massa Desak Sanksi Bupati Limapuluh Kota Buntut Skandal VCS
Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Padang Tiba di Madinah
Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Padang Tiba di Madinah
Gandeng Ombudsman, Kemenhaj Sumbar Buka Layanan Pengaduan Jemaah Haji
Gandeng Ombudsman, Kemenhaj Sumbar Buka Layanan Pengaduan Jemaah Haji
Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata
Keluarga Bayi Meninggal Bakal Polisikan RSUP M Djamil Padang dan Petugas Terlibat, Berharap Sanksi Pidana hingga Perdata
Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja
Dirut RSUP M Djamil Padang Janji Transparan Soal Kasus Balita Meninggal, Sebut Tim Sedang Bekerja
RSUP M Djamil Padang
Kasus Bayi Meninggal di RSUP M Djamil Padang: Hasil Audit hanya Dilaporkan ke Kemenkes, Tak Diumumkan