Sejarawan Unand Minta Tugu Linggarjati Dikembalikan dengan Desain Lebih Baik

Sejarawan Unand Minta Tugu Linggarjati Dikembalikan dengan Desain Lebih Baik

Para pengendara melintas di jembatan Tabing yang selesai dibangun akhir 2020 lalu. Sebelumnya di dekat jembatan ini terdapat Tugu Linggarjati. (Foto: Istimewa)

Langgam.id-Sejarawan Univesitas Andalas (Unand) Gusti Asnan menyayangkan hilangnya ornamen sejarah Tugu Linggarjati di kawasan Tabing, Kota Padang. Tugu tersebut diharapkan kembali dibangun dengan desain yang lebih baik.

Gusti Asnan menjelaskan bahwa pembangunan monumen dan tugu adalah bagian dari public history dan preservasi sejarah. Tugu adalah bagian sejarah yang direkonstruksi untuk kepentingan non akademis atau untuk masyarakat.

“Dengan tugu itu, kita memelihara sejarah sehingga orang tahu bahwa tugu itu menjaga ingatan kolektif kita bahwa dulu pernah terjadi peristiwa sejarah di negeri kita ini,” katanya, Rabu (3/1/2021).

Ia mengungkapkan, Tugu Linggarjati merupakan bagian dari sejarah perang kemerdekaan Indonesia. Yaitu  Perjanjian Linggarjati oleh petinggi di Jakarta yang merupakan konsesi dengan Belanda. Perjanjian itu mengakibatkan daerah Indonesia berkurang.

Baca juga: Pemko Padang Bangun Kembali Tugu Linggarjati Akhir Februari

Ia menjelaskan, sebelumnya 100 persen negeri ini dikuasai Indonesia. Namun akibat perjanjian itu terpaksa sebagian wilayah diberikan kepada Belanda. Kota Padang, pusat kota ke arah tugu tersebut yang berada di Tabing, Lubuk Begalung, dan Bungus Teluk Kabung menjadi kekuasaan Belanda.

“Tugu itu sangat penting sekali artinya, itu bagian dari perkembangan sejarah dan itu preservasi sejarah, pembangunan monumen adalah merawat ingatan sejarah. Kita pernah merelakan daerah kita kepada Belanda, kalau kita abaikan berarti kita mengabaikan sejarah kita,” ujarnya.

“Saat ini memang seringkali kita abai dengan sejarah sendiri. Berbeda dengan sejumlah negara lain. Salah satu contohnya adalah negara China, adalah negara yang banyak menjaga ingatan sejarahnya. Paling banyak mereka membangun monumen monumen sejarah,” ungkap Gusti Asnan.

Ia mengatakan, penghilangan tugu merupakan suatu kesalahan yang besar. Bukti abainya dengan sejarah. Padahal perlu direkonstruksi, kalau perlu dibangun dengan lebih baik dibandingkan yang lama.  Dibuat narasi-narasi singkat sejarah di tugu tersebut.

“Kalau mau buat lagi jangan tanggung-tanggung, kapan perlu buat semacam historical side, atau taman sejarah dibuat disitu, kalau kemaren kan agak kecil,” katanya.

Menurutnya, dibuat dengan desain yang besar, seperti tugu di Simpang Haru. Kalau perlu dibuat fasilitas lain, sehingga pembangunannya bisa mewakili Tugu Linggarjati yang lain yaitu yang ada di Lubuk Begalung, dan Bungus Teluk Kabung.

“Tugu Linggarjati ini ada tiga di Padang, yang dua ini kan agak terabaikan, jadi kalau yang di Tabing dibuat, maka jangan tanggung-tanggung, buat yang lebih representatif,” katanya. (Rahmadi/yki)

Baca Juga

Pemko Padang Libatkan IMM Dorong Transformasi Digital dan Regenerasi Kepemimpinan
Pemko Padang Libatkan IMM Dorong Transformasi Digital dan Regenerasi Kepemimpinan
Pemko Palu Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Bencana di Padang
Pemko Palu Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Bencana di Padang
Sebanyak 209 unit hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang akhir November lalu akan dibangun di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah,
209 Unit Huntap Bakal Dibangun di Balai Gadang Padang, Pengerjaan Dimulai 26 Januari
Pembebasan Lahan Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pj Sekda Padang: Pemko Komit Percepat Prosesnya
Pembebasan Lahan Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pj Sekda Padang: Pemko Komit Percepat Prosesnya
Berdiri Sejak 1841, Pemko Padang Bakal Revitalisasi Klenteng See Hien Kiong
Berdiri Sejak 1841, Pemko Padang Bakal Revitalisasi Klenteng See Hien Kiong
Pemko Padang bersama stakeholder terkait berencana akan mengalirkan air ke saluran irigasi Gunung Nago untuk mengatasi krisis air
Pemko Padang Bakal Alirkan Air ke Irigasi Gunung Nago Atasi Krisis di Kuranji dan Pauh