Segmen Angkola Sekitar Pasaman Masih Berpotensi Lepaskan Gempa 7,6 SR

BMKG mencatat terdapat sebanyak 13 kali gempa bumi terjadi di Sumatra Barat (Sumbar) dan sekitarnya selama periode 23-29 Mei 2025.

Ilustrasi gempa. [canva]

Langgam.id- Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa berkekuatan 6,2 magnitudo yang berpusat di Pasaman Barat terjadi akibat adanya pergesekan di sesar Sumatra segmen Angkola.

Berdasarkan prediksi BMKG, Dwikorita mengatakan bahwa segmen angkola memiliki potensi daya gempa hingga kekuatan maksimal 7,6 magnitudo.

“Kami mencatat segmen angkola mampu melepaskan energi dan membangkitkan gempa hingga kekuatan 7,6,” katanya saat konferensi pers secara daring, Jumat (25/2/2022).

“Hari ini masih 6,2 yang kita update menjadi 6,1. Artinya, belum sepenuhnya terlepas karena yang tertinggi energi yang dapat dilepaskan yaitu membangkitkan gempa dengan kekuatan 7,6,” ia melanjutkan.

Geolog Ade Edward menyebut, sesar Sumatra membentang sepanjang 1.900 km, yang dimulai dari Banda Aceh hingga Teluk Semangko di selatan Provinsi Lampung.

Edward menjelaskan dalam tulisan bertajuk Gempa Bumi Zona Patahan Sumatra, sesar Sumatra terbagi dalam 19 segmen.

“Dari 19 segmen patahan Sumatra, tujuh di antaranya terdapat di wilayah Sumatra Barat dan akan berdampak langsung terhadap masyarakat yang berada pada zon-zona rentan,” tulis Ade.

Tujuh segemen itu adalah segmen Sumpur, Barumun, Sianok, Sumani, Suliti, Siulak dan segmen Angkola.

Segmen Angkola, catat Ade, bermula di lembah Batang Toru, menyisir lembah sungai Batang Angkola dan Batang Gadis yang berada di wilayah Sumatra Utara. Sementara ujung selatan segmen ini berada di wilayah Sumatra Barat, tepatnya di lembah Batang Pasaman.

“Segmen ini panjangnya 160 km dengan potensi terkuat gempa maksimum adalah M 7,6 dengan kecepatan pergeseran 19 mm/tahun,” tulis Ade.

BMKG mencatat, sebelum gempa Pasaman, pergerakan lempeng di segmen angkola pernah melepaskan gempa dengan kekuatan cukup besar. seperti di tahun1987 di Kabupaten Tapanuli Selatan (6,4 SR), tahun 1873 (6,0 SR), tahun 1892 di Mandailing Natal (6,0 SR).

Selanjutnya, gempa di Padangsidimpuan 9 September 2006 (5,2 SR) dan Muara Sipongi, Mandailing Natal pada 18 Desember 2006 lalu dengan kekuatan 5,6 SR.

Dapatkan update berita Gempa Pasaman Barat terbaru dan terkini hari ini dari Langgam.id. Mari bergabung di Grup Telegram Langgam.id News Update, caranya klik https://t.me/langgamid, kemudian join. Anda harus instal aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Baca Juga

BMKG prediksi sejumlah daerah di Sumbar berpotensi diguyur hujan
Hari Ini, Sejumlah Daerah di Sumbar Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
bmkg sumbar
Prakiraan Cuaca: Potensi Hujan Lebat di Beberapa Wilayah di Sumbar hingga 25 Juni 2026
BMKG prediksi sejumlah daerah di Sumbar berpotensi diguyur hujan
Prediksi Cuaca BMKG: Sebagian Besar Wilayah Sumbar Diguyur Hujan
Dinilai Masih Kurang, Pemerintah Diminta Lengkapi Infrastruktur Mitigasi Bencana
Gempa Magnitudo 4,3 Guncang Padang dan Padang Pariaman, Ini Penjelasan BMKG
Prakiraan Cuaca 11–13 Juni: BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Sejumlah Daerah di Sumbar
Prakiraan Cuaca 11–13 Juni: BMKG Keluarkan Peringatan Dini untuk Sejumlah Daerah di Sumbar
Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Prediksi Hujan Disertai Petir Landa Padang dan Sekitarnya
Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Prediksi Hujan Disertai Petir Landa Padang dan Sekitarnya