Sarok Pintar, Inovasi dari Tepian Danau Maninjau

Sarok Pintar, Inovasi dari Tepian Danau Maninjau

Foto: AMCNews.co.id

PalantaLanggam - Nagari Duo Koto Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, melalui gerakan ibu-ibu PKK, menelurkan inovasi baru, yaitu “Sarok Pintar”.

Inovasi baru itu membuat nagari yang berada di kawasan Salingka Danau Maninjau itu, melaju ke tingkat Provinsi Sumbar mewakili Kabupaten Agam pada lomba Gerakan PKK kategori Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).

“Sarok Pintar” merupakan, gagasan baru yang dikembangkan kelompok ibu-ibu rumah tangga bersama pemuda untuk mengumpulkan sampah organik dan anorganik untuk bisa dimanfaatkan kembali sehingga memiliki daya jual dan menambah pendapatan keluarga.

Selasa (2/4) siang, tim penilai melakukan kunjungan lapangan untuk melihat secara langsung proses dari anyaman sampai hasil yang sudah siap untuk dijual.

Dalam kunjungan itu, sebagaimana dicuplik dari AMCNews.co, tim juri yang dipimpin oleh Eva Lisa terkesima dan takjub melihat karya anak nagari bersama ibu-ibu yang bersinergi menjalankan sebuah organisasi pemberdayaan.

 

“Ini menjadi poin penting dalam penilaian kita,” pungkas tim juri dengan singkat.

Ada pun jenis olahan sampah anorganik yang didaur ulang adalah, sampah bungkus kopi luwak, kopi kapal api dan jenis bingkisan kopi lainnya yang dibuat menjadi sebuah tas, cilemek, kantong sepatu, tas, tempat tisu dan karpet.

Tak heran orang melihat bahwa bentuk produk yang dibuat nyaris sempurna karena juga dibantu oleh mesin khusus yang difasilitasi oleh pemerintah nagari setempat.

“Untuk sampah organik, kita menjadikannya sebagai pupuk kompos. Alhamdulillah, keutungannya minimal bagi seluruh anggota kelompok bisa menggunakannya di rumah sebagai pupuk,” ujar Ketua Kelompok “Sarok Pintar”, Hagi.

Dia juga menjelaskan, kelompok yang sudah berjalan dua tahun itu hasil produknya tidak hanya dipasarkan di tingkat Kabupaten Agam saja, melainkan sudah mencakup daerah luar provinsi, seperti Provinsi Palembang dan Pekanbaru.

Omset yang didapat mencapai Rp.2,5 juta per bulan, dengan harga per produk rata-rata seharga Rp.20.000/buah sampai Rp.500.000/buah.

“Omset kita masih dibilang belum begitu besar, karena orang memesan baru beberapa item. Oleh sebab itu, secara bertahap saat ini kita juga sudah pasarkan melalui website,” pungkasnya.

Menyikapi hal itu, Walinagari Duo Koto, Joni Safri mengatakan pihaknya secara bertahap sudah membantu memfasilitasi kebutuhan bagi kelompok-kelompok UKM yang kekurangan mengenai peralatan kelengkapan usaha.

“Seperti mesin jahit serta pelatihan-pelatihan sudah kita berikan kepada masyarakat. Alhamdulillah mereka dengan sungguh melakukannya, alhasil terbentuklah sebuah kelompok ini,” ujarnya.

Sesuai peruntukan dana desa 30 persen untuk anggaran pemberdayaan masyarakat, pihaknya sudah menjalankannya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk PKK di Nagari Duo Koto, pihaknya menganggarkan sebesar Rp 80 juta pada tahun 2019. “Untuk kepentingan masyarakat itu harus utama, apalagi ini untuk peningkatan perekonomian mereka, tentu tidak bisa ditunda atau ditiadakan,” jelasnya.

Baca Juga

Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Mantan Anggota DPR RI Taslim Soroti Keramba Jaring Apung yang Rusak Keindahan Danau Maninjau
Banjir Bandang Landa Kabupaten Agam, Belasan Rumah Terdampak
Banjir Bandang Landa Kabupaten Agam, Belasan Rumah Terdampak
Tokoh-tokoh Besar Salingka Danau Maninjau di Panggung Sejarah Indonesia
Tokoh-tokoh Besar Salingka Danau Maninjau di Panggung Sejarah Indonesia
Dua nagari di sekitar Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, dilanda banjir dan longsor disertai pohon tumbang,
Berikut Rekapitulasi Data Dampak Bencana di Tanjung Raya Agam
Langgam.id - Bupati Kabupaten Agam, Andri Warman mengungkapkan keinginannya terkait pengelolaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Danau Maninjau.
Dewan SDA Nasional Kunjungi Danau Manijau, Bupati Agam: Kita Ingin KJA Ditata, Bukan Dihabiskan
Langgam.id - Andri Warman pesankan agar Camat Tanjung Raya yang baru mengedukasi masyarakat akan pentingnya revitalisasi Danau Maninjau.
Bupati Agam Minta Camat Tanjung Raya yang Baru Edukasi Warga Soal Revitalisasi Danau Maninjau