Sampah Padang Belum Capai 1.000 Ton Sehari, Proyek PSEL Batal

Kadis LH Padang Pastikan Teknologi RDF yang Ubah Sampah Jadi Energi Listrik Ramah Lingkungan

Tmpukan sampah di TPA Air Dingin Padang. (Foto: Nandito/Langgam.id)

Langgam.id – Rencana pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Padang batal direalisasikan karena timbulan sampah belum memenuhi kapasitas yang dibutuhkan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mengatakan, fasilitas waste to energy membutuhkan pasokan sampah sekitar 1.000 ton per hari. Sementara timbulan sampah di Kota Padang saat ini baru mencapai sekitar 690 ton per hari.

“PSEL Padang belum, karena kapasitas sampahnya belum memenuhi untuk waste energy 1.000 ton per hari. Kalau di Padang baru 690 ton,” kata Diaz saat memberikan kuliah umum di Convention Hall Universitas Andalas (UNAND), Limau Manis, Kota Padang, Kamis (20/8/2026).

Dengan kondisi tersebut, menurut Diaz, pembangunan PSEL di Padang belum dapat dilanjutkan. Pemerintah perlu menyiapkan solusi lain yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi pengelolaan sampah di Kota Padang.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi membenarkan bahwa rencana PSEL di Kota Padang sebelumnya telah memasuki tahap kerja sama dengan pemerintah pusat.

Menurut Mahyeldi, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Padang sebelumnya telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Lingkungan Hidup terkait rencana pembangunan PSEL.

Namun, rencana tersebut terkendala kapasitas sampah yang tersedia di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Air Dingin, Kota Padang.

“Memang sebelumnya Pemprov Sumbar bersama Pemko Padang sudah tanda tangan dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk proyek PSEL. Tetapi memang kapasitas sampah di TPA Air Dingin Padang belum memenuhi syarat,” kata Mahyeldi.

Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam kelanjutan rencana PSEL di Kota Padang.

Sementara itu, Diaz mengatakan persoalan kapasitas tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pemilahan sampah dari hulu agar pengelolaan di tingkat berikutnya dapat berjalan lebih efektif.

“Untuk Sumatera Barat saya kira bisa dilakukan, pemerintah daerah perlu mengoptimalkan pemilahan sampah di hulu,” ujarnya.

Diaz menjelaskan, timbulan sampah di Indonesia mencapai sekitar 144 ribu ton per hari. Namun, baru sekitar 25 persen yang terkelola.

Menurutnya, pemilahan dari hulu menjadi salah satu kunci untuk mengejar target Indonesia bebas sampah pada 2029. Sampah yang tidak dipilah sejak awal akan menyulitkan proses pengolahan, termasuk ketika menggunakan teknologi modern.

“Pemilahan sampah dari hulu untuk mewujudkan Indonesia bebas sampah tahun 2029. Karena jika tidak dipilah, secanggih apa pun sistem kita saat ini tidak akan berfungsi maksimal,” tegasnya.

Dengan timbulan sampah Padang yang masih berada di bawah kebutuhan PSEL, penguatan pemilahan dan pengelolaan sampah dari hulu menjadi salah satu solusi yang perlu dikembangkan pemerintah daerah. (HER)

Tag:

Baca Juga

Padang Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
Padang Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
Padang Panjang Darurat Sampah
Padang Panjang Darurat Sampah
Pemko Payakumbuh melakukan berbagai langkah dalam penanganan sampah di kota tersebut. Terbaru, Pemko Payakumbuh bekerja sama dengan pihak
Pemko Payakumbuh Dorong Sekolah Kelola Sampah Secara Mandiri
Kepala DLH Padang, Fadelan Futra Masta mengatakan, bahwa terjadi peningkatan volumen sampah sebesar 10 hingga 12 persen di bulan Ramadan.
Volume Sampah di Padang Meningkat Saat Ramadan
Pemko Payakumbuh melakukan berbagai langkah dalam penanganan sampah di kota tersebut. Terbaru, Pemko Payakumbuh bekerja sama dengan pihak
Pemko Payakumbuh Komit Tingkatkan Kinerja Pengelolaan Sampah
HPSN ini diperingati dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah
HPSN 2025, LDII Gaungkan Selesaikan Sampah Sejak dari Rumah dan Terapkan Zero Waste