Sambut Idul Fitri 1442 H, Warga Lubuk Minturun Padang Malamang

Sambut Idul Fitri 1442 H, Warga Lubuk Minturun Padang Malamang

Salah seorang warga Padang sedang memasak lemang atau malamang. (foto: Rahmadi/langgam.id)

Langgam.id Masyarakat di Sumatra Barat (Sumbar) sambut Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriyah dengan kegiatan malamang atau memasak lemang. Kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk menyambut momen lebaran.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh warga di daerah Sungai Lareh, Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumbar. Masyarakat malamang meski turun hujan di Padang, Rabu (12/5/2021).

Kegiatan memasak lemang dilakukan sejak pagi oleh masyarakat. Semua bahan sudah dipersiapkan semua yang diperlulan untuk memasak lemang. Masyarakat memasang terpal agar proses memasak lemang bisa dilaksanakan.

Salah seorang warga yang malamang, Elmi (48) mengatakan, memasak lemang biasanya dilakukan di atas tanah dengan menaburkan sekam padi terlebih dahulu. Sekam padi diletakkan di lokasi yang akan dilaksanakan memasak lemang agar api dapat hidup.

“Ini kegiatan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri, ini dilaksanakan setiap tahunnya,” katanya.

Dijelaskannya, bahan-bahan yang diperlukan dalam memasak lemang adalah bambu khusus untuk lemang, daun pisang, santan, beras ketan, dan pisang. Semua bahan itu diaduk menjadi satu adonan sebelum dibakar.

Ia menjelaskan, memasak lemang dapat berbagai jenis seperti beras ketan biasa, beras ketan hitam, dan bisa dicampurkan dengan pisang.

“Bambunya sudah disiapkan sekitar du atau tiga hari sebelumnya dalam bentuk potongan, dan untuk kelapanya juga sudah disiapkan,” katanya.

Saat waktu memasak lemang tiba, ia memeras santan kelapa sejak masuk waktu subuh. Selanjutnya bambu dibersihkan dan dilapisi daun pisang yang dimasukkan ke dalam bambu.

“Kita masukkan beras ketan yang telah dicuci terlebih dahulu, selanjutnya baru santan dan siap untuk dimasak dengan perapian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa memasak lemang biasanya di lapangan terbuka atau halaman rumah. Sedangkan untuk pembakaran, apinya tidak selalu besar. Saat beras ketan dan santan mulai mendidih di dalam bambu, lemang dimasak dengan api kecil atau bara api sambil menunggu matang.

“Proses selanjutnya membalikkan bambu agar lemang matang secara keseluruhan. Memasaknya sampai memakan waktu sekitar empat jam,” katanya.

Ia mengatakan, lemang biasanya disajikan saat lebaran lalu dibagikan dibawa ke rumah sanak keluarga atau ke rumah mertua. (Rahmadi/yki)

Baca Juga

Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG
Udara Kabur di Padang, Begini Penjelasan BMKG