Langgam.id — Ribuan jamaah mengikuti Salat Iduladha 1447 Hijriah di Plaza Kantor Pusat PT Semen Padang, kawasan Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Rabu (27/5/2026) pagi.
Salat Iduladha tersebut dihadiri Direktur Utama PT Semen Padang Pri Gustari Akbar, Direktur Keuangan Iskandar Z. Lubis, Direktur Operasi Andria Delfa, Komisaris Utama Werry Darta Taifur, serta karyawan Semen Padang Group bersama keluarga.
Salat dipimpin Ustaz Riko Pebrianto yang juga merupakan Imam Masjid Raya Jabal Rahmah Semen Padang. Sementara khatib adalah dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Dr. H. Andriyaldi, Lc., M.A.
Dalam kesempatan itu, Pri Gustari Akbar mengingatkan jamaah bahwa Iduladha bukan sekadar momentum penyembelihan hewan kurban, tetapi juga mengajarkan nilai keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan.
Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan agar manusia mampu menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi.
“Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengajarkan tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan. Nilai-nilai itu yang harus terus hidup dalam kehidupan kita,” ujar Pri Gustari.
Pada Iduladha tahun ini, PT Semen Padang juga menyalurkan 36 ekor sapi kurban kepada masyarakat sekitar perusahaan serta sejumlah instansi di Kota Padang.
Pri Gustari mengatakan, penyaluran hewan kurban tersebut bukan hanya agenda tahunan, tetapi menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan perusahaan dengan masyarakat dan lingkungan sekitar.
“Bantuan sapi kurban ini bukan sekadar agenda tahunan. Bantuan ini telah menjadi simbol kedekatan perusahaan dengan lingkungan yang selama ini tumbuh bersama. Selain itu, bantuan ini juga merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan,” katanya.
Ia juga berpesan agar seluruh pemangku kepentingan bersama-sama menjaga keberlangsungan PT Semen Padang sebagai salah satu perusahaan yang memiliki sejarah panjang di Sumatera Barat.
“Kami berharap seluruh stakeholder bersama-sama menjaga Semen Padang yang kita cintai ini agar tetap kuat, terus berinovasi, dan menjadi kebanggaan Ranah Minang,” ujarnya.
Sementara itu, dalam khutbahnya bertajuk “Tiga Spirit Keteladanan Nabi Ibrahim AS”, Ustaz Andriyaldi menyampaikan tiga nilai utama yang dapat diteladani dari Nabi Ibrahim.
Pertama, keteladanan dalam menegakkan tauhid. Kedua, keteguhan menghadapi berbagai ujian kehidupan. Ketiga, sikap visioner dalam mempersiapkan generasi penerus.
Ia menjelaskan, Nabi Ibrahim AS tidak hanya memikirkan kehidupan pada masanya, tetapi juga masa depan keturunannya. Hal itu tercermin dari doa dan pendidikan yang diberikan kepada anak cucunya agar tetap berada dalam ketaatan kepada Allah SWT.
Pesan tersebut, menurutnya, relevan dalam kehidupan keluarga maupun dalam membangun masyarakat dan organisasi agar memiliki generasi penerus yang kuat, berintegritas, serta memiliki nilai-nilai keagamaan.






