Saat Nama Petani Kerinci Dijadikan Menu di Kedai Kopi

Saat Nama Petani Kerinci Dijadikan Menu di Kedai Kopi

Kedai Kopi Noka di Padang. (foto: Amalia/langgam.id)

Langgam.id – Kedai Kopi Noka Coffee kembali membuka outlet di Kota Padang, Sumatra Barat. Kali ini tetap bekerjasama dengan Koperasi Kopi Alam Korintji (ALKO) dan menjadikan nama petani sebagai pilihan menu di kedai kopi mereka.

Kolaborasi Noka Coffee dan ALKO ini mengusung konsep “The Infinity Story of Farmers” yang bertujuan untuk memberdayakan petani serta mengangkat cerita petani dalam setiap produk kopi yang dihasilkan.

CEO Noka Coffee Panji Abdiandra Mudiar mengatakan, untuk mengetahui proses pembuatan kopi dari hulu hingga menjadi minuman kopi, mereka memanfaatkan teknologi Blockchain yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Jepang, Emurgo. Dengan menggunakan teknologi ini, konsumen dapat dengan mudah mengetahui proses pembuatan kopi, mulai dari mulai dari dipetik, roasting, hingga tersajikan menjadi minuman. Hanya dengan menggunakan kode QR yang tersedia pada kemasan minuman.

“Kita salah satu coffee shop yang memakai teknologi Blockchain. Blokchain itu bisa memastikan rantai distribusi kopi dari petani sampai ke cup hanya dengan menggunakan scan QR. Jadi dengan adanya tranparansi ini, konsumen bisa mengetahui siapa petani, prosesnya seperti apa, dan bagiamana rasa kopinya,” katanya usai menyelenggarakan launching Coffee Shop Noka, Jumat (23/10/20).

Ia juga menceritakan, dahulunya para petani kopi tradisional Kerinci dengan segala keterbatasannya pada akses teknologi sangat terdampak kondisi Force Majeure. Misalnya mereka tidak mengetahui kebenaran harga dari hasil panen yang jual oleh pengepul.

Dengan adanya edukasi konsisten oleh ALKO, kini sebagian besar petani kopi Kerinci dapat mengetahui perkembangan harga kopi dunia secara real time setiap harinya.

Noka melihat dedikasi ALKO di sektor Agribisnis ini sebagai aset utama untuk sebuah kolaborasi jangka panjang.

“Dalam kondisi pandemi yang sudah berlangsung 6 bulan lebih, pendapatan para petani kopi jelas menurun seiring berkurangnya demand, baik dari pasar domestik maupun global,” tambahnya.

Kondisi itu menyebabkan banyak dari mereka yang berpindah menjadi petani musiman, belum lagi pengepul yang membeli biji kopi dengan harga rendah.

“Cara ALKO dalam mengedukasi petani dan mencoba memberi peningkat kesejahteraan mereka membuat kami bersemangat memulai project ini,” ujar Rendrian Maharsya Cofounder sekaligus Chief Marketing Officer Noka Coffee.

Suryono Bagastani CEO ALKO yang juga merangkap petani dan prosesor, menambahkan kolaborasi ini sejalan dengan misi Koperasi dalam mengangkat derajat petani kopi dan menarik minat generasi muda Kerinci dan sekitar utuk membangun daerahnya melalui sektor agribisnis.

“Kami mengapresiasi Noka yang mengangkat cerita petani dalam setiap produk mereka, dan ini baru permulaan. Setelah Padang, kita juga akan mengerjakan Noka Coffee Jambi dimana ini akan menjadi project CSR, karena melibatkan mahasiswa berprestasi Universitas Jambi (UNJA), tak hanya sebagai karyawan tapi juga pemegang saham outlet Jambi,” tutur Suryono.

Tidak hanya itu, Panji juga mengatakan nama menu kopi yang ditawarkan di Coffe shop mereka, semuanya menggunakan nama-nama petani yang terlibat dalam kerjasama mereka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi Noka kepada petani.

“Seperti Kopi susu ‘Fine Robusta’ oleh Mba Erna dan Kopi susu ‘Arabica Honey’ Mba Santi. Jadi semua menu itu berasal dari petani kita sendiri, sebagai apresiasi kita kepada petani yang ada di Kerinci,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Noka juga meluncurkan produk kopi susu terbaru mereka, Kopi Susu “Specialty Arabica Natural” Mbak Erna. Mbak Erna sendiri adalah seorang petani binaan ALKO dari desa Giri Mulyo Kayu Aro, yang telah mengekspor biji kopi Specialty miliknya ke berbagai negara, seperti Jepang, Norwegia, dan New Zealand.

Untuk diketahui outlet kedua kolaborasi Noka-ALKO ini berlokasi di Jl. Palembang No.14, Ulak Karang Selatan, Kec. Padang Utara, Kota Padang, Sumatra Barat. (Yesi/Amalia/ABW)

Baca Juga

KPU Sumbar menunjuk RSUP Dr M Djamil Padang dan Rumah Sakit Universitas Andalas sebagai pusat pemeriksaan kesehatan bagi calon kepala
RSUP M Djamil Klaim Mediasi Kasus Balita Meninggal di Padang, Bentuk Tim Investigasi
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Tikungan Ekstrem Sitinjau Lauik, Kendaraan Lain Terpaksa Antre
Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka
Wasiat Mahasiswa PNP Jelang Diduga Bunuh Diri di Padang, Minta HP dan WA Dibuka
Kasubag Umum Politeknik Negeri Padang (PNP), Fajri Arianto, memberikan keterangan kasus kematian seorang mahasiswa PNP. (Langgam.id/ Irwanda S)
Mahasiswa PNP Diduga Bunuh Diri di Kos Disebut Tertutup, Pihak Kampus: Seminggu Tak Bisa Dihubungi!
Geger Mahasiswa di Padang Meninggal di Kamar Kos, Diduga Bunuh Diri dan Tubuh Menghitam
Geger Mahasiswa di Padang Meninggal di Kamar Kos, Diduga Bunuh Diri dan Tubuh Menghitam