Langgam.id – Rencana rekontruksi GOR Haji Agus Salim Padang tidak hanya berdampak pada pedagang sekitar, tetapi juga sejumlah komunitas yang selama ini menempati sekretariat yang berdiri di kawasan stadion tersebut.
Berdasarkan pantauan Langgam.id, Selasa (9/6/2026), sejumlah gedung sekretatiat cabang olahraga (cabor) dan seni budaya masih ada yang berpenghuni dan ada telah ditutup. Salah satunya adalah Sekretariat Seni Budaya yang berada di area GOR Haji Agus Salim.
Bendahara Sekretariat Seni Budaya, Wahid mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi resmi terkait lokasi relokasi maupun jadwal pemindahan dari pemerintah daerah.
“Hingga sekarang kami belum mendapat informasi pasti akan dipindahkan ke mana. Kami masih menunggu arahan dan kepastian dari pemerintah daerah,” katanya, Selasa (9/6/2026).
Menurut Wahid, komunitas yang menempati sekretariat di kawasan GOR mendukung pelaksanaan renovasi stadion. Namun, mereka berharap pemerintah segera memberikan kejelasan agar aktivitas organisasi dan komunitas tidak terganggu.
“Kami mendukung renovasi karena ini untuk kepentingan bersama. Tapi kami juga perlu kepastian, baik soal lokasi baru maupun kapan harus mulai pindah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sejumlah sekretariat komunitas yang berada di sekitar GOR Haji Agus Salim saat ini masih beraktivitas seperti biasa sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah.
Baca juga: Kawasan GOR Agus Salim Dikosongkan Mulai Pertengahan Juni 2026, Ini Lokasi Baru Pedagang
“Kami masih menggunakan sekretariat yang ada sekarang. Kalau memang harus pindah, tentu kami siap, tetapi perlu ada informasi yang jelas agar bisa mempersiapkan segala sesuatunya,” imbuhnya.
Selain itu, Sekretariat supporter Semen Padang FC, masih dihuni. Seorang Spartack, Bonar mengatakan, ia bertahan sampai ada informasi yang jelas untuk kepindahan.
“Saat ini masih dihuni, namun apabila direlokasikan, kami akan mencari tempat yang lain, dan itu sedang kami diskusikan kemana akan pindah,” katanya.
Diketahui, kawasan GOR Haji Agus Salim akan menjalani rekontruksi yang dijadwalkan dimulai pada pertengahan Juni 2026. Selain pedagang dan pelaku UMKM, sejumlah komunitas yang berkantor di area stadion juga terdampak oleh proyek tersebut dan kini menanti kepastian relokasi dari pemerintah daerah. (WAN)






