Rekonstruksi Pembunuhan Gara-gara Sapi di Padang, Pelaku Pukul dan Injak Korban

Rekontruksi pembunuhan gara-gara persoalan sapi di Mapolres Lubuk Begalung, Kota Padang. (Foto: Dok.Polsek Lubuk Begalung)

Rekontruksi pembunuhan gara-gara persoalan sapi di Mapolres Lubuk Begalung, Kota Padang. (Foto: Dok.Polsek Lubuk Begalung)

Langgam.id – Pihak Kepolisian menggelar rekonstruksi pembunuhan yang terjadi di Kompleks Tangkai Permata Dua, Kampuang Juwa, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang. Kasus pembunuhan ini menewaskan seorang pria bernama Fadly Arif (36).

Rekonstruksi atau reka adegan ulang itu berlangsung di halaman Polsek Lubuk Begalung, Jumat (24/7/2020) yang diperankan langsung oleh tersangka berinisial R (25). Sementara korban dan saksi, diperankan oleh personel kepolisian.

Sedikitnya, ada 14 adegan yang diperagakan ulang dalam kasus pembunuhan yang diketahui faktor sakit hati karena persoalan sapi. Sebelum ditemukan meninggal, juga terjadi cekcok di jalan antara tersangka dan korban.

Saat itu, korban bersama rekannya D berboncengan dan bertemu dengan tersangka di jalan. Korban kemudian turun dari motornya dan bertanya kepada tersangka, kenapa ikut memarahinya karena sapi korban sering memakan tanaman warga.

Perang mulut antara pelaku dengan korban yang disaksikan saksi D terjadi. Saksi lainnya, berinisial F datang dan sempat melerai cekcok tersebut. Namun, terjadi aksi dorong antara tersangka dan korban.

Pada adegan keenam, tersangka langsung melakukan pemukulan hingga korban terjatuh. Pukulan tersebut tepat mengenai muka korban. Saat terjatuh itulah pelaku menginjak korban. Akibatnya, kepala korban mengeluarkan darah dan pelaku meninggalkan korban.

Kapolsek Lubuk Begalung AKP Andi Parningotan Lorena mengatakan, reka ulang kasus pembunuhan ini dilakukan guna melengkapi berkas perkara. Selanjutnya, berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

“Ada 14 adegan dan akan ada penambahan adegan lagi. Alasannya, ada hal-hal mendetil yang perlu kami tambahkan agar jelas tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka,” katanya kepada wartawan, Jumat (24/7/2020).

Andi mengakui dari reka adegan ditemukan fakta bahwa pelaku melakukan pemukulan dan menginjak hingga korban meninggal.

“Ini unsur sakit hati oleh pelaku, karena ternak milik korban tadi yang sering masuk ke ladang milik keluarga pelaku,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dalam reka adegan terungkap juga bahwa tersangka juga sempat mengeluarkan pisau yang dibawanya. Namun demikian, pelaku tidak sempat menusuk korban.

“Pisau itu hanya digunakan oleh pelaku untuk mengancam korban,” tuturnya.

Sebelumnya, dugaan pembunuhan ini terjadi pada tanggal 30 Juni 2020. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Tentara (RST) Dr Reksodiwiryo, namun selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Saat itu, kondisi korban telah meninggal dunia. (Irwanda/ICA)

Baca Juga

Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Komisi X DPR RI Tinjau Rehabilitasi Sekolah Terdampak Banjir Padang
Sejumlah potongan tubuh diduga milik mayat di aliran sungai Batang Anai, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat
Remaja di Pasaman Meninggal Dicekik, Diduga Dipicu Pinjam HP
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Mitigasi Banjir, BPBD Padang Bersihkan Material Bebatuan di Lapau Munggu
Kondisi bentaran sungai di Lapau Manggu, Gunung Sariak, Padang Kamis (20/8/2026).
Arus Sungai Cepat Naik Saat Hujan, Warga Lapau Munggu Dibayangi Banjir Susulan
Warga menjemur padi yang dipanen dari sawah terdampak banjir Kota Padang
Cerita Petani Lapau Manggu, Panen Padi dari Sawah yang Terendam Banjir
Lokasi pembangunan hunian tetap untuk warga terdampak banjir Kota Padang.
Asa Penyitas Banjir Padang Menunggu Hunian yang Tak Kunjung Rampung