Ratusan Pelajar di Malalo Tigo Jurai Kehilangan Perlengkapan Sekolah akibat Galodo, Relawan Butuh Donatur Besar

Ratusan Pelajar di Malalo Tigo Jurai Kehilangan Perlengkapan Sekolah akibat Galodo, Relawan Butuh Donatur Besar

Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Sumatera Barat, Nasrul . Foto: Yose Hendra

Langgam.id – Bencana banjir bandang atau galodo yang melanda kawasan Malalo Tigo Jurai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, tak hanya merusak puluhan rumah warga, tetapi juga memukul masa depan pendidikan ratusan pelajar. Sedikitnya 150 pelajar, mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, terdampak langsung akibat rumah mereka hancur diterjang galodo.

Ketua Markas Daerah Laskar Merah Putih Provinsi Sumatera Barat, Nasrul (48), mengatakan para pelajar tersebut kehilangan seluruh perlengkapan sekolah karena rumah mereka rata dengan lumpur dan material banjir.

“Karena rumahnya hancur, otomatis buku, seragam, sepatu, dan alat tulis habis semua. Mereka mau ujian, tapi tidak punya apa-apa,” kata Nasrul, Sabtu (6/12/2).

Menurut Nasrul, relawan saat ini memfokuskan bantuan kepada para pelajar terdampak. Pasalnya, bantuan berupa sembako dan pakaian bekas sudah relatif banyak diterima warga. Namun, kebutuhan pendidikan justru masih luput dari perhatian.

“Kalau sembako dan pakaian bekas sudah cukup. Yang sangat dibutuhkan sekarang adalah perlengkapan sekolah. Buku dan alat tulis sebenarnya sudah kami siapkan paketnya, tapi kendalanya ada di pendanaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan dana untuk satu paket perlengkapan sekolah dasar berkisar Rp300 ribu per anak. Namun, jika ditambah seragam, sepatu, dan perlengkapan lengkap lainnya, biaya per anak bisa mencapai Rp500 ribu.

Berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 90 rumah warga terdampak galodo di kawasan Malalo Tigo Jurai. Bencana terjadi pada 24 November lalu di wilayah Duo Koto, aliran Batang Malalo, pada sore hari. Galodo kemudian melanda Muaro Samuik Padang Laweh, disusul kawasan Muara Ambius. Sebuah jembatan penghubung di wilayah tersebut juga dilaporkan jebol pada Senin setelah kejadian.

Nasrul menyebutkan, dana bantuan saat ini dihimpun dari para donatur dan relawan. Pada tahap awal, bantuan disalurkan melalui Qbar, sementara saat ini komunitas HUMA juga menitipkan bantuan melalui jalur yang sama.

“Untuk pendidikan anak-anak ini kami benar-benar butuh pendonor besar. Kasus ini sepertinya luput dari perhatian, padahal anak-anak mau ujian dan semuanya tidak punya apa-apa lagi,” tegasnya.

Relawan berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, dunia usaha, dan para dermawan agar para pelajar terdampak galodo di Malalo Tigo Jurai dapat kembali bersekolah dengan layak dan tidak tertinggal dalam pendidikan akibat bencana. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

Pemerintah Pusat Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar
Pemerintah Pusat Siapkan Rp2,6 Triliun untuk Pemulihan Pascabencana Sumbar
Warga Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Kota Padang, masih merasakan dampak berat pascabanjir yang melanda wilayah tersebut. Sejumlah
Kementerian PU Kebut Normalisasi Sungai Batang Kuranji Pascabencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Pemkab Agam Sambut Tim PDEI Sumbar, Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing Korban Bencana
Jembatan Kembar yang berada di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat direncanakan akan menjadi lokasi pembangunan
Monumen Galodo Sumatra Direncanakan Bakal Dibangun di Jembatan Kembar Padang Panjang
AMSI menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir bandang dan tanah longsor dahsyat yang melanda berbagai wilayah
Kerugian Pascabencana di Agam Capai Rp7,99 Triliun
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia
Menko Polhukam Sambangi Salareh Aia