Rakor Pascabencana Bersama Mendagri, Pemko Padang Catat Rumah Rusak 5.523 Unit

Langgam.id – Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan validasi pendataan kerusakan pascabencana hidrometeorologi yang dipimpin langsung Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Selasa (6/1/2026).

Rakor ini diikuti Wali Kota Padang bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait secara daring dari Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan memperkuat sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

“Fokus utama rakor ini adalah percepatan dan akurasi pendataan kerusakan sebagai dasar penyaluran bantuan, rehabilitasi, dan rekonstruksi pascabencana,” ujarnya.

Mendagri juga meminta pemerintah daerah yang terdampak bencana aktif berkoordinasi dengan BNPB serta kementerian teknis untuk memastikan seluruh data yang disampaikan benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

“Data yang valid menjadi kunci agar bantuan darurat, relokasi warga, hingga perbaikan infrastruktur dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Kepala daerah terdampak harus memastikan seluruh data kerusakan diverifikasi dengan baik,” tegas Tito Karnavian.

Menanggapi arahan Mendagri, Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk mempercepat validasi data kerusakan di wilayah terdampak banjir bandang

“Kita mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam pemulihan wilayah terdampak bencana, sekaligus memperkuat langkah mitigasi bencana menekan risiko kejadian serupa di masa mendatang,” ungkapnya.

Fadly memaparkan, bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 berdampak pada 67.563 warga di lima kecamatan di Kota Padang. Total kerusakan rumah mencapai 5.523 unit, terdiri dari 546 unit rusak berat, 2.174 unit rusak sedang, dan 2.949 unit rusak ringan.

“Bencana juga menyebabkan kerusakan berat pada 13 jembatan, 74.327 meter jalan, 22 bendungan, serta 56 unit irigasi pertanian, dan kerusakan sedang pada 3.050 meter jalan. Kerusakan juga mencakup 11 unit intake SPAM Pamsimas, 8 lokasi intake SPAM Perumda AM, termasuk tebing sungai, drainase, dan berbagai fasilitas publik lainnya dengan total kerugian mencapai Rp2,97 triliun,” papar Fadly Amran.

Baca Juga

Pembebasan Lahan Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pj Sekda Padang: Pemko Komit Percepat Prosesnya
Pembebasan Lahan Proyek Flyover Sitinjau Lauik, Pj Sekda Padang: Pemko Komit Percepat Prosesnya
Berdiri Sejak 1841, Pemko Padang Bakal Revitalisasi Klenteng See Hien Kiong
Berdiri Sejak 1841, Pemko Padang Bakal Revitalisasi Klenteng See Hien Kiong
Pemko Padang bersama stakeholder terkait berencana akan mengalirkan air ke saluran irigasi Gunung Nago untuk mengatasi krisis air
Pemko Padang Bakal Alirkan Air ke Irigasi Gunung Nago Atasi Krisis di Kuranji dan Pauh
Pj Sekda Padang, Raju Minropa mengatakan bahwa bencana yang melanda Kota Padang pada November dan Desember lalu membuat terjadinya
Ada 121 Titik Kekeringan di Padang, Pemko Susun Rencana Aksi
Wali Kota Padang, Fadly Amran melantik Raju Minropa sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) pada Rabu (21/1/2026) di Gedung Putih Rumah
Raju Minropa Jadi Pj Sekda Padang, Wako Minta Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana
Sensus Ekonomi 2026 dijadwalkan akan berlangsung serentak pada Mei hingga Juli nanti. Pendataan akan menyasar seluruh pelaku usaha
Sensus Ekonomi 2026 Dimulai Mei, Sasar Seluruh Pelaku Usaha di Padang