Program 100 Hari, Wabup Limapuluh Kota Upayakan Atasi 30 Area Blank Spot

Program 100 Hari, Wabup Limapuluh Kota Upayakan Atasi 30 Area Blank Spot

Wabup Limapuluh Kota Rizki Kurniawan mengunjungi Kampung Wisata Saribu Gonjong (Kampung Sarugo). (foto: Limapuluhkotakab.go.id)

Langgam.id -  Pemkab Limapuluh Kota akan mengupayakan pembebasan 30 area blank spot yang ada di daerah tersebut. Hal ini sampaikan Wabup Limapuluh Kota Rizki Kurniawan saat mendengarkan aspirasi masyarakat Nagari Koto Tinggi yang kesulitas jaringan komunikasi, Minggu (14/3/2021).

"Para provider butuh waktu 10 tahun lebih untuk membebaskan masyarakat dari belenggu blank spot. Selain berorientasi pada pelayanan masyarakat, para provider pasti akan mempertimbangkan peluang bisnisnya," ujar Rizki.

Ia mengungkapkan, bersama Bupati Limapuluh Kota Bapak Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, ia berkeinginan untuk menuntaskan 30 area blank spot ini dalam 100 hari kepemimpinannya.

"Kita akan programkan 100 hari kedepan melalui OPD terkait untuk menuntaskan permasalahan ini. Minimal kita mengetahui provider mana yang mampu membebaskan masalah ketiadaan jaringan ini," kata Rizki.

Pada kesempatan itu, Rizki mengunjungi Kampung Wisata Saribu Gonjong (Kampung Sarugo) yang berlokasi di Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh.

Ia mengungkapkan, bahwa pola dalam membangun pariwisata sudah cukup bagus,  namun belum maksimal. Hal ini disebabkan karena egosektoral dari beberapa OPD yang menganggap membangun pariwisata bukan menjadi tugasnya.

Seharusnya terang Rizki, seluruh OPD memahami bahwa membangun pariwisata ini merupakan tugas bersama. Tahap awal yang perlu dilakukan terangnya yaitu membangun penyamaan persepsi bahwa pariwasata adalah kebutuhan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rizki mengatakan, bahwa ia akan mengundang salah seorang anggota Tim Percepatan Pembangungan Sumbar Madani bidang Pariwisata, Zulfrizul Caniago dan praktisi sekaligus tokoh pariwisata nasional, Ridwan Tulus.

Keduanya diundang sebut Rizki, untuk berdiskusi dengan seluruh kepala OPD dan Camat dalam rangka persamaan persepsi bahwa membangun pariwisata ini adalah sebuah kebutuhan daerah, bukan kewajiban daerah semata.

"Saya mengharapkan, dalam kunjungan selanjutnya pada dua bulan kedepan, kita sudah mulai bekerja bersama-sama untuk membenahi permasalahan lainnya di Kampung Sarugo," tuturnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Limapuluh Kota Nengsih mengatakan, bahwa pariwisata memang menjadi prioritas pembangunan pemerintah daerah saat ini. Jika pariwisata ini dikelola dengan baik, maka Pemkab Limaluh Kota  akan punya potensi yang besar dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

"Inilah salah satu destinasi wisata di Lima Puluh Kota yang kita namakan Kampuang Sarugo, yaitu Kampung dengan seribu gonjong yang masih memelihara kearifan lokal budayanya serta merupakan pemenang kedua dari nominasi Anugerah Pesona Indonesia tahun 2020," ujarnya.

Ia mengungkapkan, bahwa  masih banyak potensi destinasi pariwisata lainnya yang ada di Limapuluh Kota. Seperti  seperti Gua Aia Singkek dan Gua Imam Bonjol yang memiliki juntaian stalagtit dan stalagmit yang luar biasa keunikannya.

Selain itu terangnya, masih ada destinasi Gua Teratai yang dapat disejalankan dengan olahraga arung jeram dalam menikmati keindahannya. "Kita harus punya 3A dalam memajukan destinasi wisata yaitu Akses, Atraksi dan Amenity," katanya. (*/yki)

Baca Juga

Aku berjalan kaki sepanjang jalan Koto Gadang, Nagari Maek, suatu pagi ketika udara terasa sejuk di kulit dan wajah Bukik Posuak masih
Rumah Gadang Terakhir di Maek: Sepasang Tingkap Menanti Anak-anak Pulang
Bupati Limapuluh Kota Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Galodo Tanah Datar
Bupati Limapuluh Kota Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Galodo Tanah Datar
Pemilik Travel Agency Buatkan Rumah Untuk Nenek Nurbaina, Donasi yang Digalang Pemuda dan Nagari Tetap Disalurkan
Pemilik Travel Agency Buatkan Rumah Untuk Nenek Nurbaina, Donasi yang Digalang Pemuda dan Nagari Tetap Disalurkan
Percikan Kisah Nenek Berusia 83 Tahun di Situjuah yang Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak, Bantuan Berdatangan
Percikan Kisah Nenek Berusia 83 Tahun di Situjuah yang Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak, Bantuan Berdatangan
Nenek 83 Tahun di Situjuah Limapuluh Kota Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak
Nenek 83 Tahun di Situjuah Limapuluh Kota Tinggal di Rumah Mirip Kandang Ternak
Pemkab Limapuluh Kota dan KKI Warsi Bersinergi Tangani Dampak Perubahan Iklim
Pemkab Limapuluh Kota dan KKI Warsi Bersinergi Tangani Dampak Perubahan Iklim