Langgam.id – Nama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, jadi sorotan usai kecelakaan kereta api Agro Bromo Angrek dengan KRL Cikarang Line di Stasiun Bekasi Timur. Tragedi itu merenggut 16 orang nyawa penumpang.
Sosok Bobby viral saat foto dirinya duduk termenung di peron kereta, di sampingnya gerbong KRL sudah remuk. Ia tampak mengenakan kemeja putih yang kondisi pakaiannya tidak serapi saat awal datang.
Lengan kemejanya sudah digulung, Bobby terlihat menopang dagu. Pandangan matanya seakan kosong ke arah para korban kecelakaan.
Usai peristiwa kecelakaan kereta, Bobby didesak mundur oleh anggota DPR RI, Firnando Ganinduto. Namun, Bobby mendapat dukungan dari netizen yang justru menyerang balik anggota DPR tersebut.
Lantas, siapa dan bagaimana latar bekalang Bobby Rasyidin?
Dikutip dari berbagai sumber, Bobby merupakan putra Minang, ia lahir di Kota Padang 31 Oktober 1974. Orang tuanya bernama Asnil Sahim dan Elly Asnil.
Almarhum Asnil Sahim dikenal sebagai salah satu guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Ia juga salah satu pendiri Bagian Kardiologi dan Vaskular RSUP M Djamil Padang.
Bobby mengeyam pendidikan di SMPN 1 Padang dan SMAN 1 Padang. Kemudian, masuk ke Institut Teknologi Bandung (ITB) dan mendapatkan gelar sarjana (S1) Telekomunikasi. Lalu, Bobby meraih gelar master (S2) MBA dari UNSW Sydney, Australia.
Sebelum di PT KAI, Bobby menjabat Direktur Utama PT Len Industri sejak 2020 sampai 2025. Setelah masa jabatan habis, ia diangkat jadi komisaris di perusahaan yang sama.
Pada 12 Agustus 2025, Bobby diangkat sebagai Direktur utama PT Kereta Api Indonesia. Ia menggantikan Didiek Hartantyo yang telah menjabat sejak 8 Mei 2020.






