Langgam.id – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Padang menggelar Program Klasterisasi X PNM Humanity untuk membantu pemulihan masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Agam. Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemulihan psikologis, tetapi juga mendorong kebangkitan ekonomi melalui pembentukan klaster usaha berbasis potensi lokal.
Kegiatan dilaksanakan di Nagari Salareh Aia dan Huntara OW Linggai, Kecamatan Tanjung Raya, dengan melibatkan 115 peserta yang terdiri atas 76 nasabah PNM dan 39 masyarakat nonnasabah.
Pemimpin Cabang PNM Padang, Hendra Jalius, mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun kembali infrastruktur atau memberikan bantuan ekonomi. Menurutnya, kondisi psikologis masyarakat juga perlu dipulihkan agar mereka siap bangkit dan kembali berusaha.
“PNM ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit. Kami tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan agar masyarakat kembali kuat secara mental, sosial, dan ekonomi. Melalui Program Klasterisasi X PNM Humanity, kami berharap masyarakat mampu bangkit, kembali menjalankan usaha, dan membangun kehidupan yang lebih mandiri,” katanya, Jumat (17/7/2026).
Di Nagari Salareh Aia, peserta mengikuti sesi trauma healing yang dipandu psikolog Anggreini Ade Putri Remiyanto. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak mengenali dan mengelola emosi, mengurangi tekanan psikologis, serta membangun kembali rasa aman dan optimisme setelah terdampak bencana.
Sementara di Huntara OW Linggai, selain trauma healing, peserta juga mendapatkan edukasi kebencanaan dan pembekalan mengenai peluang usaha berbasis potensi perikanan Danau Maninjau.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian peserta adalah berbagi pengalaman dari Dedek, nasabah PNM Mekaar yang sukses mengembangkan usaha olahan hasil ikan Danau Maninjau. Ia memotivasi masyarakat agar kembali melihat peluang usaha dan memanfaatkan potensi lokal untuk memulai kembali aktivitas ekonomi.
Menurut Hendra, trauma healing merupakan tahapan awal dalam proses pemulihan masyarakat. Setelah kondisi psikologis mulai membaik, pendampingan akan dilanjutkan dengan pengembangan usaha berbasis potensi daerah.
“Trauma healing merupakan langkah awal untuk menguatkan kembali semangat masyarakat. Setelah mental dan kepercayaan diri mulai pulih, proses selanjutnya adalah mendampingi masyarakat membangun kembali usaha melalui potensi yang tersedia di daerahnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Program Klasterisasi X PNM Humanity dirancang sebagai program pendampingan berkelanjutan. Selain penguatan mental, program tersebut mencakup peningkatan kapasitas pelaku usaha, identifikasi potensi ekonomi, hingga pembentukan klaster usaha yang tangguh.
PNM menggandeng Pemerintah Kabupaten Agam, BPBD Kabupaten Agam, pemerintah nagari, psikolog, serta pelaku usaha lokal dalam menjalankan program tersebut.
Salah satu sektor yang akan menjadi fokus pengembangan adalah usaha berbasis perikanan Danau Maninjau, mulai dari peningkatan kemampuan produksi, pengolahan hasil, pemasaran, hingga penguatan daya saing produk lokal. Melalui pendekatan tersebut, PNM berharap masyarakat terdampak bencana tidak hanya pulih dari sisi psikologis, tetapi juga mampu membangun kembali kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. (HER)






