PGI dan PGPI Sumbar Sepakat Persoalan Hijab di SMK 2 Negeri Padang Selesai

Ilustrasi Hijab. (Foto: Pixabay), cooling down

Ilustrasi Hijab. (Foto: Pixabay)

Langgam.id - Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Wilayah Sumatra Barat (Sumbar) sepakat persoalan hijab di SMK Negeri 2 Padang dianggap selesai. Masalah ini tidak harus sampai kepada persoalan agama dan hukum.

Ketua PGI Sumbar, Pendeta Titus Wadu menilai, kasus ini terjadi lantaran hanya pada tataran mis komunikasi antara orang tua siswa dengan pihak sekolah yang kurang jelas. Menurutnya, persatuan antar umat beragama jauh lebih penting sehingga tak boleh terpecah akibat satu persoalan kecil.

Terkait kebijakan kearifan lokal siswi yang beragama Islam diwajibkan menggunakan seragam berjilbab, pihaknya juga sangat menghargai. Umat agama non-Islam baginya tidak harus melakukan intervensi untuk mencabut aturan tersebut.

"Bagi kami persoalan ini bukan atas nama agama atau lembaga. Kita bersama-sama harus bijak. Menjaga persaudaraan sesama umat manusia dan sebangsa," kata Titus kepada wartawan, Rabu (27/1/2021).

Baca juga: DPRD Bertemu Disdik Sumbar, Selesaikan Masalah Hijab di Sekolah

"Memakai jilbab bagi siswi Muslim itu kan ekspresi iman dan spiritual sesuai ajaran Islam. Kami dari PGI tidak mempersoalkan itu. Tinggal bagaimana regulasinya diatur dari Pemda supaya ada pengecualian-pengecualian," sambungnya.

Titus berharap persoalan keberatan salah seorang siswi non-Muslim di SMK 2 tidak sampai ke ranah hukum. Karena persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan di antara sesama warga Sumbar.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua PGPI Sumbar, Pendeta Hendri Dunan Sirait. Dia sepakat persoalan jilbab tidak perlu lagi diperpanjang.

Hendri merasa toleransi dan saling menghormati keberagaman di Sumbar sudah berlangsung sejak lama. Ia tidak ingin persoalan jilbab di SMK 2 Padang ini menciderai kerukunan umat beragama di Sumbar.

"Masalah ini sudah selesai, di kalangan kami juga sudah mengajak. Mari kita jalan bersama-sama ke depan. Kita anggap persoalan jilbab SMK N Padang selesai di sini," tuturnya. (Irwanda/ABW)

Baca Juga

Pemko Padang Gelar Pelatihan Public Speaking, Perkuat Tenaga Pendamping UKM
Pemko Padang Gelar Pelatihan Public Speaking, Perkuat Tenaga Pendamping UKM
Padang Kembali Gelar Pasar Siti Nurbaya
Padang Kembali Gelar Pasar Siti Nurbaya
Abrasi Kian Mendesak Pasir Jambak, Rumah dan Pondok Wisata Semakin Terancam
Abrasi Kian Mendesak Pasir Jambak, Rumah dan Pondok Wisata Semakin Terancam
Komandan Korem (Danrem) 032 Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl
Prajurit Yonif 133/YS Padang Gugur Diserang KKB di Papua, Jenazah Tiba di Bandara Minangkabau Malam Ini
Balaikota Padang Kini Punya KPN Mart
Balaikota Padang Kini Punya KPN Mart
Pemko Padang menerima dana insentif fiskal kinerja tahun 2023 kategori penghapusan kemiskinan ekstrem dari pemerintah pusat Rp5,3 miliar
Padang Terima Insentif Fiskal Kinerja Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Rp5,3 M