PETA, Aplikasi Akurasi Pergerakan Wisatawan ke Sumbar

PETA, Aplikasi Akurasi Pergerakan Wisatawan ke Sumbar

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Dinas Pariwisata Sumbar meluncurkan Kalender Iven (COE) 2024. Foto: Yose Hendra / Langgam.id

Langgam.id – Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat (Sumbar), Luhur Budianda mengungkapkan, untuk menunjang akurasi data sektor pariwisata Sumatera Barat terutama mengenai data kunjungan wisatawan, pihaknya pada tahun 2024 ini kembali menggunakan aplikasi PETA.

Hal tersebut diungkapkannya pada Launching Calendar Of Events West Sumatra 2024, di Padang, Sabtu (20/1/2024) malam, dilansir dari InfoPublik Padang, Senin (22/1/2024).

“Penggunaan aplikasi PETA tersebut bekerjasama dengan PT. Telkomsel dalam mengidentifikasi data pergerakan wisatawan yang masuk ke Sumatera Barat,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan kunjungan wisatawan ke Sumbar meningkat sebanyak 137 persen selama tahun 2023.

“Pada tahun 2023 kita menargetkan kunjungan wisatawan yang datang ke Sumatera Barat sejumlah 8,2 juta orang, dan Alhamdulillah sampai akhir Desember 2023 telah tercatat kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat berjumlah 11.243.840 wisatawan (dengan rincian 11.178.143 wisatawan nusantara, dan 65.697 wisatawan mancanegara) yang berarti 137 persen melebihi dari target yang telah ditetapkan,” sebutnya.

Dan untuk tahun 2024 ini, pihaknya menargetkan kunjungan wisatawan ke Sumatera Barat berjumlah 13,5 juta wisatawan ( + 20% ) dengan asumsi transportasi dapat kembali normal dan tidak ada kejadian luar biasa yang mempengaruhi politik, ekonomi dan keamanan, dimana hal ini sangat mempengaruhi motivasi dan pergerakan wisatawan dalam melaksanakan perjalanan. (*/Yh)

Tag:

Baca Juga

Paradoks Era Digital
Paradoks Era Digital
Dinas PUPR Padang Tuntaskan Pembersihan Material Longsor di Gunung Padang
Dinas PUPR Padang Tuntaskan Pembersihan Material Longsor di Gunung Padang
Pedagang di Pasar Raya Padang Menjerit, DPRD Minta Pemko Evaluasi Pengadaan Seragam Gratis
Pedagang di Pasar Raya Padang Menjerit, DPRD Minta Pemko Evaluasi Pengadaan Seragam Gratis
Tiga IPA milik Perumda Air Minum Kota Padang atau dulu dikenal dengan sebutan PDAM, rusak parah dan hancur terbawa banjir bandang
Air Keruh dan Berlumpur, Pakar DAS Soroti Kinerja Instalasi Pengolahan Milik PDAM Padang
Pipa milik Perusaah Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang atau dulu disebut PDAM, mengalami kebocoran di Jalan Sungai Lareh,
Air PDAM Sering Mati Siang Hari, Pedagang di Padang Beralih ke Sumur Bor
PDAM
Warga Padang Keluhkan Air Keruh dan Berlumpur, PDAM Klaim Masih Aman