Perkembangan Terkini: Berikut Nama Korban Dampak Galodo di Jembatan Kembar Padang Panjang

Jembatan Kembar Silaing di Kota Padang Panjang dihantam longsor pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 11.52 WIB.

Jembatan Kembar Silaing di Kota Padang Panjang dihantam longsor pada Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 11.52 WIB.

Langgam.id – Banjir bandang menerjang kawasan Jembatan Kembar, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Kamis (27/11/2025) sekitar pukul 11.30 WIB. Arus deras membawa material lumpur dan kayu dari hulu, menghantam permukiman dan menjatuhkan sejumlah warga ke dalam aliran sungai.

Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo membenarkan kejadian tersebut dan menyebut proses evakuasi masih berlangsung di lapangan. “Arus datang tiba-tiba dan langsung menerjang kawasan Jembatan Kembar. Beberapa warga terseret aliran banjir bandang. Tim gabungan sudah bergerak melakukan evakuasi sejak siang,” ujar Kapolres.

Hingga sore hari, sejumlah korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke RSUD Padang Panjang serta RS Yarsi. Data sementara korban luka adalah sebagai berikut:

Pasien di RS YARSI Padang Panjang

Fahri Saputra, 15 tahun, pelajar, warga Jembatan Kembar — luka pada kaki.

Muhammad Farel, 19 tahun, warga Payakumbuh — luka pada pipi kanan dan kaki kiri.

Syahroni, 25 tahun, buruh — warga Jembatan Kembar (LR).

Dede Anggraini, 18 tahun, ibu rumah tangga — warga Jembatan Kembar (LR).

Ilmi Yanti, 45 tahun, ibu rumah tangga — warga Ujung Tanah, Kecamatan Sungai Garinggiang, Padang Pariaman (LR).

Pihak rumah sakit menyampaikan, beberapa korban mengaku masih memiliki anggota keluarga yang belum ditemukan, sehingga pencarian terus dilanjutkan.

Pasien di RSUD Padang Panjang

Arman Arapika, 45 tahun, sopir, warga Ujung Tanah, Sungai Garinggiang — luka ringan.

AKBP Kartyana menegaskan bahwa tim gabungan dari Polri, TNI, BPBD, Tagana, tenaga kesehatan, dan unsur pemerintah daerah masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai. “Kami juga memasang police line, melakukan rekayasa lalu lintas, serta mengamankan lokasi agar tidak ada warga yang mendekat karena kondisinya masih sangat berbahaya,” katanya.

Ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan lereng rawan longsor. Dengan kondisi cuaca masih tidak stabil, Kapolres minta warga tetap siaga dan segera menjauh dari area sungai jika hujan deras kembali turun.

Proses pencarian dan pendataan korban masih berlangsung, dan laporan terbaru akan diumumkan oleh pihak berwenang setelah tim gabungan menyelesaikan operasi penyisiran. (*/Yh)

Baca Juga

Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara "Lelaki Cadangan" di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
Viral Pidato Wakil Wali Kota Padang Terhenti Ulah Suara “Lelaki Cadangan” di Acara MTQ, Camat Bilang Begini
4-anak-masih-dirawat-di-rsup-m-djamil-padang-akibat-gagal-ginjal-akut-misterius
Heboh Balita Meninggal di Padang, Sang Ibu Ungkap Buruknya Pelayanan hingga Dugaan Kelalaian RSUP M Djamil
Sepanjang 2024, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar sudah menangani 51 perkara korupsi yang dilimpahkan ke pengadilan sepanjang 2024.
Kasus Dugaan Korupsi Kampus III UIN IB Padang Terus Bergulir, Wakil Rektor dan Kabiro Diperiksa Kejati Sumbar
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
25 Orang Keracunan Diduga Akibat Jajanan Bakso Tusuk di Pasaman Barat
Kapolres Solok Kota AKBP Mas,ud Ahmad minta maaf usai heboh rombongan kendaraan yang dikawal anggotanya melakukan foto-foto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik. (Dok. Tangkapan layar video Konfrensi Pers)
Kapolres Solok Kota Minta Maaf Usai Heboh Anak Buah Kawal Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik
Rombongan yang diduga ada Arteria Dahlan saat berfoto-foto di tikungan Sitinjau Lauik, Kota Padang. (Dok. Istimewa)
2 Personel Polres Solok Kota Diperiksa Propam, Buntut Heboh Rombongan Arteria Dahlan Foto-foto di Sitinjau Lauik