Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 2 Digit, Aset Capai Rp14,36 Triliun pada 2025

Perbankan Syariah Sumbar Tumbuh 2 Digit, Aset Capai Rp14,36 Triliun pada 2025

Ilustrasi perbankan syariah. (Foto: lp3i)

Langgam.id — Kinerja perbankan syariah di Sumatera Barat menunjukkan pertumbuhan impresif sepanjang 2025. Hingga Desember 2025, total aset perbankan syariah tercatat mencapai Rp14,36 triliun atau tumbuh sebesar 10,58 persen secara tahunan (year on year/yoy), jauh melampaui pertumbuhan industri perbankan secara keseluruhan.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Barat, Roni Nazra, menyatakan bahwa capaian tersebut mencerminkan meningkatnya peran perbankan syariah dalam mendukung perekonomian daerah serta tingginya minat masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.

“Perbankan syariah di Sumatera Barat terus menunjukkan kinerja yang sangat positif. Pertumbuhan aset dan pembiayaan yang tinggi menjadi indikator kuat meningkatnya kepercayaan masyarakat,” ujar Roni Nazra, dikutip Senin (9/2/2026).

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan syariah mencapai Rp11,20 triliun atau tumbuh sebesar 2,74 persen (yoy). Sementara itu, penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp12,10 triliun dengan pertumbuhan signifikan mencapai 14,27 persen (yoy), menunjukkan fungsi intermediasi yang semakin kuat.

Roni menambahkan, kualitas pembiayaan perbankan syariah juga masih terjaga dengan baik. Rasio Non Performing Financing (NPF) berada pada level 1,75 persen, meskipun mengalami sedikit peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,32 persen, namun masih dalam kategori aman.

“Rasio NPF perbankan syariah tetap rendah dan terkendali. Ini menunjukkan penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang berjalan cukup baik,” katanya.

Sementara itu, secara keseluruhan industri perbankan di Sumatera Barat pada posisi Desember 2025 mencatat total aset sebesar Rp85,37 triliun atau tumbuh 1,64 persen (yoy). Total penyaluran kredit dan pembiayaan mencapai Rp73,86 triliun atau tumbuh 0,68 persen (yoy), dengan penghimpunan DPK sebesar Rp58,98 triliun atau tumbuh 5,09 persen (yoy).

Kualitas kredit perbankan secara umum masih terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,67 persen, meskipun sedikit meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,10 persen.

Di sisi lain, Bank Perekonomian Rakyat (BPR), baik konvensional maupun syariah, juga menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total aset BPR di Sumbar mencapai Rp3,12 triliun atau tumbuh 11,35 persen (yoy), dengan penghimpunan DPK sebesar Rp2,29 triliun dan penyaluran kredit serta pembiayaan sebesar Rp2,25 triliun.

Sebanyak 71,39 persen kredit dan pembiayaan BPR disalurkan kepada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), menegaskan peran BPR sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.

Ke depan, OJK Sumbar akan terus mendorong penguatan perbankan syariah agar semakin berkontribusi terhadap pembiayaan sektor produktif dan pembangunan ekonomi Sumatera Barat secara berkelanjutan.

Tag:

Baca Juga

Kinerja Perbankan Sumbar 2025: Aset Tembus Rp85,37 Triliun
Kinerja Perbankan Sumbar 2025: Aset Tembus Rp85,37 Triliun
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana di Sumbar Capai Rp 38,9 Miliar
OJK Catat Restrukturisasi Kredit Terdampak Bencana di Sumbar Capai Rp 38,9 Miliar
OJK Cabut Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas
OJK Cabut Izin Usaha BPR Suliki Gunung Mas
Peringatan Bulan Inklusi Keuangan di Sumbar, OJK Dorong Akses Keuangan Merata
Peringatan Bulan Inklusi Keuangan di Sumbar, OJK Dorong Akses Keuangan Merata
Waspadai Pinjol dan Investasi Ilegal, OJK Sumbar Gencarkan Edukasi Keuangan
Waspadai Pinjol dan Investasi Ilegal, OJK Sumbar Gencarkan Edukasi Keuangan
Dampak Covid-19 sumbar
Rasio Kredit Bermasalah Perbankan Sumbar Naik, OJK: Tetap Terkendali